Dunia Diplomasi Berduka, Bachtiar Aly Mantan Dubes RI untuk Mesir Wafat

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 27 Juli 2026 | 18:30 WIB
Dunia Diplomasi Berduka, Bachtiar Aly Mantan Dubes RI untuk Mesir Wafat
Dunia Diplomasi Berduka, Bachtiar Aly Mantan Dubes RI untuk Mesir Wafat [Tangkapan Layar IG: @indonesiaincairo]

astakom.com, Jakarta – Dunia diplomasi dan politik Indonesia baru saja kehilangan salah satu figur senior terbaiknya. Mantan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Mesir sekaligus mantan anggota DPR RI, Bachtiar Aly, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (26/07/2026).

Sontak kabar duka ini bikin publik merasa kehilangan sosok politisi dan akademisi yang punya track record super legendaris.

Duka dari Kairo

"Keluarga besar Kedubes RI di Kairo turut berduka cita atas wafatnya Bachtiar Aly, Dubes RI Untuk Mesir periode tahun 2002-2005, pada Ahad, 26 Juli 2026," demikian isi tulisan pada akun sosial media Instagram resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, @indonesiaincairo, Senin (27/07/2026).

Pesan duka cita ini disampaikan langsung oleh saluran resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo lewat unggahan Instagram mereka pada Senin (27/07/2026).

KBRI Kairo pun mengirimkan doa mendalam untuk almarhum atas segala jasa-jasanya selama bertugas.

"Semoga almarhum husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," sambungnya.

Kabar kepergian sosok penasihat senior ini juga dikonfirmasi oleh Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni. Mengingat Bachtiar Aly juga merupakan mantan kader Partai NasDem, Sahroni turut membagikan poster belasungkawa resmi atas kepergian beliau.

Jejak pendidikan Jerman

Melihat latar belakangnya, Bachtiar Aly lahir di Banda Aceh pada 21 Desember 1949. Beliau adalah putra dari pasangan Moehammad Aly bin Tengku Syaikh Aly dan Nyak Gade binti Tengku Nyak Baek.

Masa kecil hingga remaja Bachtiar Aly dihabiskan di tanah kelahirannya, Banda Aceh, dari tingkat TK hingga lulus dari SLTP 1 Banda Aceh. Setelah itu, beliau merantau ke Bandung, Jawa Barat, untuk melanjutkan pendidikan di SMA YPU hingga meraih gelar sarjana muda di Fakultas Publisistik, Universitas Padjadjaran (Unpad).

Semangat belajarnya tak berhenti di situ. Bachtiar Aly terbang ke Jerman untuk menempuh pendidikan Strata 2 dan Strata 3. Hasilnya beliau berhasil meraih predikat cum laude dari Universitas Muenster, Jerman.

Kiprah diplomasi & politik

Perjalanan politiknya di tingkat nasional dimulai saat beliau mengikrarkan sumpah jabatan sebagai anggota DPR/MPR RI per 24 Juli 1998. Dalam perjalanan karier politiknya, Bachtiar Aly pernah berlabuh di Partai Golkar sebelum akhirnya bergabung dengan Partai NasDem dan dipercaya menjabat sebagai Ketua Fraksi NasDem di MPR.

Bachtiar Aly juga menjadi main character di ranah diplomasi saat mengemban amanah sebagai Duta Besar Indonesia untuk Mesir periode 2002–2005. Tak hanya di ranah pemerintahan dan politik, intelektualitasnya tercatat kukuh saat menjabat sebagai Ketua Dewan Guru Besar FISIP Universitas Indonesia (UI), serta aktif memberikan sumbangsih pemikiran sebagai penasihat di berbagai organisasi strategis seperti KADIN dan Polri.

Dedikasi tanpa henti

Pada Pemilu 2014, setelah mengamankan suara dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh I, Partai NasDem menempatkannya di Komisi I DPR RI yang membidangi sektor vital yaitu pertahanan, intelijen, luar negeri, serta komunikasi dan informatika.

Perjalanan dedikasinya berlanjut hingga beberapa tahun terakhir. Berdasarkan catatan pemberitaan, Bachtiar Aly resmi bergabung dengan Partai Hanura pada tahun 2022 dan menduduki posisi terhormat di Dewan Penasihat Partai Hanura untuk periode kepengurusan 2024–2029. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Sosok almarhum Bachtiar Aly adalah bukti nyata bahwa kombinasi antara high-level education dan keberanian keluar dari zona nyaman bisa membawa seseorang berdampak besar untuk negara. Dari merantau, meraih predikat cum laude di Jerman, hingga dipercaya memegang berbagai posisi strategis mulai dari diplomat, dosen/guru besar UI, hingga politisi papan atas. Lesson learned: pendidikan yang kuat dan dedikasi pada bidang yang kita tekuni bakal ngebuka jalan buat jadi main character yang menebar manfaat sampai akhir hayat.

Mesir Dubes RI Mesir Cairo Bachtiar Aly Kabar Duka

Infografis

Terkini