KSP Dudung Kecam Pengeroyokan Terduga Maling Ayam di Bali Berujung Maut
astakom.com, Jakarta – Baru-baru ini ada kabar duka dari Tabanan, Bali, yang bikin kita cukup speechless. Seorang pria berinisial KD meninggal dunia setelah dikeroyok massa cuma gara-gara dituduh nyolong ayam pada Jumat pekan silam (24/07/2026).
Kejadian tragis ini langsung direspons oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Dia mengecam keras aksi main hakim sendiri dan berharap hal kayak gini nggak bakal kejadian lagi ke depannya.
Tragedi kemanusiaan yang bikin miris
Menurut Dudung, tewasnya warga akibat amukan massa ini bukan sekadar kriminalitas biasa, tapi udah masuk ranah tragedi kemanusiaan yang harus jadi perhatian kita bareng-bareng. KSP ngasih statement tegas nih soal ini.
"Saya selaku Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam, sekaligus mengecam tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Dugaan tindak pidana yang dilakukan seseorang tidak menghapus haknya untuk memperoleh proses hukum yang adil," ucap KSP Dudung dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (27/07/2026), dikutip astakom.com.
Usut tuntas, jangan ada lagi circle kekerasan
Intinya, apa pun alasannya, ngilangin nyawa orang di luar jalur hukum itu jelas red flag dan nggak bisa dibenarkan sama sekali. Setiap dugaan tindak pidana itu wajib diproses pakai mekanisme hukum yang valid, bukan pakai emosi massa yang lagi tersulut.
Dudung juga mendorong pihak kepolisian buat makin rajin ngasih edukasi ke masyarakat soal bahayanya aksi main hakim sendiri, sekaligus ngedepanin langkah-langkah pencegahan. Selain itu, beliau ngajak para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemimpin komunitas buat proaktif ngebangun vibes damai serta nyelesaiin konflik tanpa kekerasan.
Nggak ketinggalan, dia minta aparat penegak hukum—dalam hal ini Polres Tabanan yang saat ini masih menyelidiki kasus dan ngelakuin olah TKP—buat ngusut tuntas masalah ini secara profesional, transparan, dan adil. Tujuannya simpel: buat ngasih kepastian hukum ke semua pihak yang terlibat.
Menutup pesannya, KSP Dudung kembali ngingetin prinsip fundamental negara kita.
"Negara kita adalah negara hukum. Semua warga negara adalah sama dan setara di depan hukum. Karena itu, mari kembali kepada prinsip itu," pungkasnya. (aNs)
Gen Z Takeaway
KSP Dudung Abdurachman nge-spill rasa kecewanya dan mengecam keras aksi pengeroyokan warga berinisial KD hingga tewas di Tabanan, Bali, cuma gara-gara dituduh nyolong ayam. Beliau menyebut kejadian ini sebagai tragedi kemanusiaan yang red flag banget, sambil ngingetin kalau negara kita itu negara hukum, jadi siapa pun nggak berhak main hakim sendiri dan setiap orang punya hak buat dapet proses hukum yang adil. Pak Dudung juga minta kepolisian sama tokoh masyarakat buat rajin ngedukasi warga biar nggak dikit-dikit pakai kekerasan, plus nuntut aparat buat ngusut tuntas kasus ini secara profesional sampai tuntas.









