Blackout Sumatera Sempat Lumpuhkan 10.713 Situs Telekomunikasi, Komdigi Pastikan Layanan Pulih 100 Persen
astakom.com, Jakarta — Sebanyak 10.713 situs telekomunikasi sempat padam ketika blackout atau pemadaman listrik massal melanda Sumatera pada Mei 2026. Gangguan yang menjangkau 10 provinsi dan 142 kabupaten/kota itu menjadi salah satu tantangan besar bagi layanan komunikasi digital di wilayah tersebut.
Setelah beberapa hari proses pemulihan, layanan telekomunikasi di Sumatra kini kembali beroperasi normal. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan seluruh situs yang terdampak telah kembali aktif dan jaringan berada dalam kondisi stabil.
Pemulihan tersebut menandai berakhirnya penanganan gangguan layanan telekomunikasi akibat blackout di Sumatra. Meski demikian, pemantauan terhadap kondisi jaringan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan lanjutan yang memengaruhi layanan kepada masyarakat.
Pemulihan bertahan di level 100 persen
Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan layanan telekomunikasi di wilayah Sumatra telah pulih sepenuhnya pasca-blackout yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Tingkat pemulihan tetap pada 100% sejak tercapai pada 28 Mei 2026 pukul 00.00 WIB, dan bertahan stabil hingga pukul 09.00 WIB," kata Kemkomdigi melalui pernyataan di Jakarta, dikutip astakom.com pada Jumat, (29/5/2026).
Kementerian menyatakan sejak pukul 09.00 WIB layanan telekomunikasi di wilayah Sumatra berjalan stabil dan situs menara Base Transceiver Station (BTS) berada dalam kondisi normal. Selain itu, tidak terdapat situs baru yang terdampak maupun mengalami gangguan susulan.
"Tidak ada lagi situs yang berstatus down (padam)," kata Kemkomdigi.
Kemkomdigi juga menyatakan penanganan gangguan layanan telekomunikasi akibat pemadaman listrik di wilayah Sumatra telah berstatus selesai.
Puncak gangguan capai 10.713 Situs
Menurut data Kemkomdigi, puncak gangguan telekomunikasi di Sumatra terjadi pada Minggu (24/5/2026) pukul 00.00 WIB. Saat itu sebanyak 10.713 situs yang tersebar di 10 provinsi dan 142 kabupaten/kota di Sumatra tercatat padam.
Besarnya jumlah situs yang terdampak menunjukkan luasnya efek gangguan kelistrikan terhadap infrastruktur telekomunikasi. Kondisi tersebut sempat memengaruhi layanan komunikasi dan akses internet di sejumlah daerah sebelum proses pemulihan dilakukan secara bertahap.
Proses pemulihan telekomunikasi juga menghadapi tantangan tambahan ketika Aceh mengalami pemadaman listrik susulan pada Senin (25/5/2026) pukul 21.00 WIB. Kondisi itu menyebabkan jumlah situs terdampak kembali bertambah sehingga memerlukan penanganan lanjutan hingga seluruh jaringan dapat kembali normal.
Gangguan berawal dari sistem kelistrikan
PT PLN (Persero) pada Minggu lalu (24/05/2026) menyatakan sistem kelistrikan di wilayah Sumatra telah kembali normal setelah mengalami pemadaman total pada Jumat pekan silam (22/05/2026).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan proses pemulihan dilakukan secara intensif sejak awal gangguan terjadi. Sementara itu, Direktur Transmisi PLN Edwin Nugraha menjelaskan terjadi fenomena power swing pada sistem kelistrikan Sumatra akibat hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Kondisi cuaca tersebut menyebabkan gangguan pada transmisi 275 kV New Aur Duri di Jambi. Sistem kelistrikan Sumatra kemudian terganggu karena sebagian besar pasokan daya listrik untuk wilayah Sumatra bagian utara dialirkan dari Sumatra bagian selatan. (deA/aNs)










