LIPSUS: 8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo di 2026 Vibesnya Semakin On The Track!
astakom.com, Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sejauh ini masih on the track terhadap program prioritas nasional. Sekadar menyegarkan ingatan, ada delapan program strategis dicanangkan Presiden Prabowo.
Kedelapan agenda prioritas utama seperti tercantum saat Presiden RI ke-8 itu menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2026 dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta pada 15 Agustus tahun silam.
Berangkat dari pidato Presiden Prabowo saat menyampaikan Nota Keuangan RUU APBN 2026 itulah, redaksi astakom.com mencoba menelaah sejauh mana delapan program strategis telah mencapai sasaran yang dituju pemerintah.
Terutama, dampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat dan perekonomian yang antara lain menggerakkan roda usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tak lupa success story dan inspirasi dari berbagai daerah di Tanah Air.
Diawali persetujuan DPR
Sebulan setelah pemaparan Presiden Prabowo dalam sidang tahunan tersebut, DPR menyetujui RUU APBN 2026 menjadi undang-undang. Dalam pidatonya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi terhadap seluruh anggota Dewan.
"APBN 2026 didesain untuk mendorong aktivitas ekonomi berjalan lebih cepat dan tumbuh lebih tinggi, dengan fokus pada penguatan sektor riil serta daya beli masyarakat untuk mengakselerasi tercapainya kesejahteraan yang berkeadilan,” ujar Menkeu saat itu.
Menkeu Purbaya menegaskan kalau APBN 2026 membawa visi pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan, energi, serta membangun ekonomi Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Menurutnya, pemerintah berkomitmen agar instrumen fiskal ini tidak hanya menjaga kesinambungan pembangunan, tetapi juga mampu menjawab dinamika global dan aspirasi masyarakat.
8 program strategis lagi trending

Berdasarkan informasi yang dihimpun astakom.com hingga Rabu (29/04/2026), pemerintah menetapkan postur Belanja Negara dalam APBN 2026 senilai Rp3.786,5 triliun (dengan revisi terbaru mencapai Rp3.842,7 triliun dalam UU APBN 2026--Red.). Fokus utama anggaran adalah memperkuat kemandirian dan kesejahteraan rakyat melalui delapan agenda prioritas:
1. Ketahanan Pangan (Rp164,4 Triliun)Fokus pada swasembada beras dan jagung melalui pencetakan sawah baru, modernisasi alat pertanian, penyediaan bibit unggul, serta penguatan cadangan pangan Bulog senilai Rp22,7 triliun.
2. Ketahanan Energi (Rp402,4 Triliun)Peningkatan lifting migas, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), listrik desa, serta subsidi energi tepat sasaran.
3. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Rp335 Triliun)Target utama untuk 82,9 juta penerima manfaat, termasuk siswa, ibu hamil, dan balita, guna menurunkan stunting dan memberdayakan UMKM/ekonomi lokal.
4. Pendidikan Bermutu (Rp757,8 Triliun)Anggaran terbesar sejarah untuk peningkatan kualitas guru, vokasi, beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan sekolah unggul.
5. Kesehatan Berkualitas (Rp244 Triliun)Revitalisasi rumah sakit, penurunan stunting dan TBC, serta program cek kesehatan gratis untuk 130 juta peserta.
6. Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (Desa/UMKM) (Rp181,8 Triliun)Fokus pada 80.000 Koperasi Desa Merah Putih, kemudahan akses modal (KUR), dan pembangunan 3 juta rumah rakyat.
7. Pertahanan Semesta (Rp185,2 Triliun)Modernisasi alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan), pengembangan industri strategis dalam negeri, dan kesejahteraan prajurit.
8. Percepatan Investasi & Perdagangan GlobalPeningkatan peran Danantara, percepatan hilirisasi minerba, pertanian, kelautan, serta penyelesaian perundingan CEPA Indonesia–Uni Eropa.
Untuk diketahui, APBN 2026 diarahkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5,4%, menekan defisit anggaran menjadi 2,48% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP). Serta, menargetkan penurunan kemiskinan hingga 6,5% - 7,5%.
Real Story: bukan sekadar angka di kertas
Program pemerintah ini bener-bener ngaruh ke daily life masyarakat. Ini beberapa cerita yang bikin terharu:
1. Berkah Dapur MBG di Klaten
Bu Sutarti (56) dari Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah jadi salah satu orang yang ngerasain manfaat langsung dari dapur Program Makan Bergizi Gratis. Kerja di sana bikin dia bisa membiayai pengobatan anaknya.
"Saya kerja di MBG untuk membantu anak saya ke rumah sakit. Penyakitnya jadi kronis. Cuci darah seminggu dua kali," ujar Sutarti penuh haru.
2. Sekolah Rakyat & Mimpi Jadi Dokter
Aisyah Nur Aini di Surakarta sekarang bisa sekolah lagi dengan fasilitas lengkap (seragam sampai asrama) lewat Sekolah Rakyat. Visualizing cita-citanya jadi dokter pun makin jelas.
"Saya ingin menggapai cita-cita. Ingin menjadi dokter. Terima kasih kepada Pak Prabowo saya sudah dimasukkan ke Sekolah Rakyat 17 Surakarta. Sehat-sehat selalu Pak Prabowo," kata Aisyah.
Baca juga: Dapat Kesempatan Masuk Sekolah Rakyat, Aisyah Anak Tukang Loak Bercita-cita Jadi Dokter
3. Bye-bye Nyeberang Sungai di Nias!
Masih ingat Yemisa Zebua yang viral karena harus basah kuyup nyeberang sungai demi sekolah? Sekarang jalannya sudah smooth berkat jembatan baru. Dia bahkan sempat video call langsung sama Presiden!
Yemisa mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas pembangunan jembatan tersebut, yang kini memudahkan akses siswa ke sekolah tanpa harus menyeberangi sungai.
Baca juga: Presiden Prabowo Wujudkan Jembatan untuk Akses Sekolah anak-anak di Nias yang Sempat Viral!
Koperasi Merah Putih: New Era Ekonomi Desa
Yang paling fresh, pemerintah lagi "nyalain mesin" buat 30.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Ini langkah strategic biar dana desa nggak cuma numpang lewat tapi beneran muter di warga.
"Koperasi Merah Putih yang akan kita bangun sudah mulai sebentar lagi. Mungkin dalam satu sampai dua bulan ini sudah akan beroperasi beberapa ratus koperasi, dan yang hampir berdiri itu sekitar 30.000 koperasi, lengkap dengan gudang-gudangnya," ungkap Presiden Prabowo pada Februari lalu.
Baca juga: Koperasi Merah Putih Digaspol, Nelayan Makin Berdaya
Gak main-main, pemerintah juga baru saja buka rekrutmen nasional buat 30.000 manajer Kopdes. Para pendaftar bakal dapet pelatihan intensif selama dua bulan. Proyeksinya? Bakal ada 800.000 lapangan kerja baru kalau 80.000 koperasi ini sudah jalan semua. Manifesting ekonomi desa makin mandiri!
Baca juga: Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Sedang Berlangsung, Peluang Besar Dongkrak Ekonomi Desa!
Dengan skema tersebut, kehadiran Kopdes Merah Putih diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa, memotong rantai distribusi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
MBG jadi referensi banyak negara
Terkait hal itu, Presiden Prabowo Subianto baru saja spill manfaat program prioritas pemerintah. Mulai dari MBG sampai Kopdes. Ternyata terkait MBG, Presiden menjelaskan bahwa saat ini banyak negara yang menjadikan sebagai referensi.
"Banyak belajar MBG ke kita. Di mana ada negara bisa memberi makan lebih 60 juta orang, ya kan?" ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya saat groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu pekan ini (29/04/2026).
Baca juga: Dipelajari Banyak Negara Lain, Presiden Prabowo Komitmen Program MBG Diteruskan Sampai Tuntas
Presiden Prabowo menegaskan kalau ibu hamil dan lansia juga dapat jatah makan yang diantar langsung, bener-bener no skip buat kesejahteraan. "5 kali seminggu yang ibu-ibu hamil diantar makan. Orang-orang tua, lansia yang tidak berdaya diantar makan."
Penyelamat masyarakat, gaspol program MBG
Pemerintah pun komitmen buat gaspol program MBG ini sampai tuntas. Presiden RI juga menyoroti gimana program ini jadi penyelamat buat masyarakat termasuk para petani dan nelayan.
"Sekarang kita ubah. Hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar. Berapa yang dia hasilkan, berapa itu pun akan diserap oleh bangsa Indonesia,” tegasnya.
Intinya, tiap desa bakal punya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) biar hasil panen rakyat nggak mubazir lagi.
“Petani-petani yang tadinya hasil panennya tidak terbeli. Begitu dia panen mangga, mangganya tidak diambil, puso rusak di kebun. Panennya tidak diserap. Tengkulak datang, banting harga. Tidak mungkin rakyat kita sejahtera,' Presiden Prabowo menuturkan.
"Sekarang kita ubah. Hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar. Berapa yang dia hasilkan, berapa itu pun akan diserap oleh bangsa Indonesia. Di tiap desa ada SPPG, ada dapur. Kalau ada kekurangan kita tindak," imbuh Presiden.
Targetkan 25-30 ribu Kopdes rampung
Dalam waktu dekat, Presiden Prabowo sekaligus menyampaikan rencana peresmian seribu Koperasi Merah Putih. Bukan hanya itu, pemerintah juga menargetkan 25 hingga 30 ribu KDKMP yang akan rampung dalam kurun waktu satu tahun.
“Koperasi (KDKMP) bukan di atas kertas, koperasi fisik. Ada gudang, ada cold storage pendingin, ada gerai-gerai, ada kendaraan. Banyak yang nanti akan punya pengering,” Presiden memaparkan.
Serap jutaan pekerja
Presiden Prabowo turut menyampaikan potensi Kopdes dalam menyerap jutaan tenaga kerja. Selain itu, program tersebut juga menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat melalui berbagai program prioritas.
Baca juga: Dari MBG ke Koperasi Merah Putih, Presiden Prabowo Balikin Cuan ke Rakyat!
“Kita berada di jalan yang benar. Kita berada di pihak rakyat Indonesia,” Presiden Prabowo memungkasi. (aNs/aRsp)
Gen Z Takeaway
Pemerintahan Prabowo-Gibran lagi gaspol banget nih lewat APBN 2026 yang budget-nya tembus Rp3.800 triliun lebih demi mewujudkan 8 agenda prioritas yang vibes-nya pro-rakyat banget. Mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bikin UMKM lokal cuan sekaligus bantu pejuang keluarga kayak Bu Sutarti, sekolah rakyat gratis yang bikin Aisyah optimis jadi dokter, sampai aksi gercep bangun ratusan jembatan biar anak sekolah nggak perlu "nyemplung" sungai lagi. Ditambah rekrutmen masif 30.000 manajer Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah beneran lagi manifesting ekonomi desa yang lebih slay, mandiri, dan nggak kaleng-kaleng buat masa depan Indonesia.













