DHE 'Kick-Off' 1 Juni 2026: Menko Airlangga Spill Presiden Prabowo Jamin Ekspor Tetap Gaspol
astakom.com, Jakarta – Pemerintah beneran lagi bersiap buat tancap gas. Presiden Prabowo Subianto baru aja menggelar rapat penting bareng jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (21/05/2026).
Di pertemuan itu, RI-1 menerima laporan final soal kesiapan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang dijadwalkan bakal kick-off awal Juni nanti.
Aturan baru siap kick-off Juni
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan kalau semua persiapan udah masuk tahap akhir dan tinggal nunggu waktu mainnya aja.
"Tadi melaporkan ke Bapak Presiden (Prabowo Subianto) terkait dengan rencana implementasi dari dua hal, yaitu pelaksanaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang berlangsung tanggal 1 Juni besok," ujar Menko Airlangga kepada wartawan sehabis rapat, dikutip astakom.com.
Komoditas strategis masuk radar Danantara
Gak cuma soal DHE, pemerintah juga lagi ngeracik skema buat ekspor komoditas kelas berat kayak batu bara, CPO, dan ferro alloy lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Biar semuanya berjalan mulus dan gak delay, pemerintah gerak cepat alias gercep buat nuntasin seluruh regulasi yang dibutuhin sebelum tanggal mainnya tiba.
"Tadi kami laporkan bahwa berbagai instrumen regulasi, baik dari Permendag, dari BI, maupun dari Menteri Keuangan juga akan disiapkan dan akan sebelum 1 Juni itu akan diselesaikan," kata Airlangga mempertegas komitmen pemerintah.
Sesi sosialisasi biar pelaku usaha gak FOMO
Biar gak ada salah paham atau pebisnis yang merasa FOMO (takut ketinggalan info), pemerintah langsung gercep bikin agenda khusus sore harinya buat ngumpulin para pelaku usaha.
"Sosialisasi kepada asosiasi juga akan dilakukan sore hari ini jam 4, sehingga asosiasi-asosiasi yang terkait mengetahui kebijakan yang akan dibuat oleh pemerintah," lanjutnya.
Investor asing diminta tetap chill
Buat para investor asing yang mungkin sempat ketar-ketir soal keterlibatan PT Danantara Sumber Daya Indonesia, Airlangga ngasih pesan biar mereka tetap chill dan tenang. Dia menjamin kalau urusan ekspor di lapangan gak bakal berubah drastis dan tetep dipegang sama pemain lama yang udah ada.
"Yang pertama tentu tidak perlu khawatir, karena seluruhnya ekspor masih dilakukan oleh perusahaan di sektor existing ya," ujar Menko Airlangga mencoba menenangkan pasar.
Sistem baru bakal terus di-fine tune
Meski perusahaan lama yang tetep jalanin ekspor, bedanya sekarang sistem pelaporannya bakal langsung terintegrasi satu pintu demi transparansi yang lebih oke.
"Dalam ekspor itu langsung ada pelaporan kepada Danantara, sehingga dalam tiga bulan nanti kita fine tune sistemnya," beber Airlangga terkait proses adaptasi sistem baru ini.
Jurus WFH diperpanjang biar ekonomi tetap stabil
Gak cuma fokus ke devisa, pemerintah juga nyiapin back-up plan biar pertumbuhan ekonomi nasional tetep stabil di tengah situasi global yang lagi gak menentu. Menko Airlangga menutup dengan info kalau kebijakan work from home (WFH) bakal diperpanjang plus insentif kuartal kedua siap digelontorkan.
"Tadi dibahas berbagai kebijakan yang akan diambil, termasuk kebijakan paket terkait dengan ekonomi ke depan dalam situasi seperti sekarang, di mana perang belum berakhir. Maka juga akan dilanjutkan work from home untuk dua bulan ke depan," pungkas Menko Airlangga. (aNs)
Gen Z Takeaway
Presiden Prabowo bareng Menko Airlangga baru aja cooking kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang siap kick-off 1 Juni nanti, plus ekspor komoditas heavyweight bakal terpantau satu pintu lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia biar makin transparan. Intinya, para pebisnis dan investor asing gak usah overthink atau ketar-ketir bakal rugi, karena ekspor di lapangan tetep dipegang pemain lama yang penting laporannya terintegrasi. Biar ekonomi tetep stabil dan gak flop di tengah ketidakpastian global, pemerintah juga langsung gercep ngadain sosialisasi sorenya biar gak ada yang FOMO, sekaligus memperpanjang kebijakan WFH dua bulan ke depan plus siap nge-deplop insentif kuartal kedua. Fix, vibes-nya ekonomi kita dijamin tetep gaspol!










