Hadiri Tanwir II di Bali, Wapres Gibran Ajak Pemuda Muhammadiyah Bergandengan dengan Pemerintah

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: AR Purba
Jumat, 22 Mei 2026 | 18:55 WIB
Hadiri Tanwir II di Bali, Wapres Gibran Ajak Pemuda Muhammadiyah Bergandengan dengan Pemerintah
Buka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah, Wapres Ajak Generasi Muda Bergandengan Tangan Hadapi Tantang [Dok. IG @kemensetneg.ri]

astakom.com, JakartaWakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah 2026 di Kuta, Bali, pada kemarin (21/5/2026).

Dalam momen tersebut, Wapres Gibran mengajak seluruh kader untuk kompak bergandengan tangan dan menolak fomo dalam mengambil peran nyata menghadapi tantangan global yang makin chaos, mulai dari krisis geopolitik, isu perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi yang masif.

Menyikapi dinamika global yang serba tidak pasti, Wapres menilai kolaborasi antargenerasi muda saat ini adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

"Ini adalah momen-momen yang penuh dinamika, ini adalah krisis global, geopolitik yang tidak menentu, perang dagang, perang tarif, perubahan iklim, disrupsi teknologi, ini waktunya anak-anak muda, sesama anak muda saling bergandengan tangan,” ujar Gibran.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo

Langkah ini pun dinilai sangat line up dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengajak keterlibatan aktif anak muda untuk upgrading kualitas SDM, pemerataan fasilitas esensial, serta leveling up potensi daerah demi visi Indonesia Maju.

Wapres blak-blakan menyebut bahwa pemerintah tidak bisa solo run alias berjalan sendiri dalam mengeksekusi agenda besar ini, apalagi Indonesia sedang menyambut momentum bonus demografi.

“Pemerintah tidak bisa sendiri, apalagi nanti kita ada bonus demografi, di mana sebagian besar penduduk kita ada pada usia yang produktif,” tuturnya.

Menurutnya, dominasi penduduk usia produktif ini harus benar-benar dioptimalkan sebagai booster untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing global, bukan malah menjadi potensi yang sia-sia.

Penguatan pembangunan wilayah 3T

Lebih lanjut, Wapres juga menantang Pemuda Muhammadiyah untuk keluar dari zona nyaman dan ikut flexing kontribusi nyata di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), khususnya di Papua.

Kader muda diharapkan ikut turun tangan mengawal transformasi digital serta pemerataan sektor pendidikan dan kesehatan agar tidak ada lagi ketimpangan di daerah pelosok.

“Ini saya minta juga teman-teman Pemuda Muhammadiyah, Pak Ketua Bang Fikar (Dzulfikar), mohon lebih sering-sering mengadakan acara atau mengirim teman-temannya ke area-area 3T,” kata Wapres.

“Pemuda Muhammadiyah ini adalah mitra strategis pemerintah. Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemuda Muhammadiyah yang sudah melahirkan generasi-generasi, pemuda-pemuda yang unggul, berakhlak,” pungkasnya.(aLf/aRsp)

Gen Z Takeaway

Tanwir II Pemuda Muhammadiyah 2026 jadi reminder kalau anak muda perlu lebih dari sekadar aware isu global. Wapres Gibran Rakabuming Raka mengajak generasi muda kolaborasi menghadapi krisis global, disrupsi teknologi, dan ikut mendorong pembangunan di wilayah 3T agar bonus demografi benar-benar jadi kekuatan Indonesia ke depan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Gibran Rakabuming Raka Pemuda Muhammadiyah Muhammadiyah

Infografis

Terkini