Cek Fakta dong! Belum Deal, Hoax RI Jual Beras Harga Murah ke Malaysia

Pewarta: Shintya
Editor: AR Purba
Jumat, 22 Mei 2026 | 09:09 WIB
Cek Fakta dong! Belum Deal, Hoax RI Jual Beras Harga Murah ke Malaysia
Waduh, Hoax RI Jual Beras Murah ke Malaysia Viral, Ini Faktanya! [Tim Media Presiden]

astakom.com, Jakarta - Heboh berseliweran di berbagai platform media sosial, isu soal Indonesia jual beras murah ke Malaysia. Bahkan narasinya langsung bikin publik panas kayak "rakyat beli beras Rp14 ribu-Rp15 ribuan per kilogram, tapi negara lain disebut bisa dapat beras Indonesia di bawah Rp10 ribu/kg".

Sekilas emang kedengerannya bikin geleng-geleng kepala. Tapi pas ditelusuri, cerita aslinya ternyata nggak kayak gitu. Jadi, potongan narasi yang viral di timeline itu hoax!

Faktanya, sampai sekarang ekspor beras Indonesia ke Malaysia masih tahap negosiasi dan belum ada kesepakatan final. Pemerintah lewat Perum Bulog justru sedang mempertahankan harga supaya beras premium Indonesia nggak dijual terlalu murah di pasar internasional.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bilang kalau Malaysia memang tertarik membeli sekitar 200 ribu ton beras dari Indonesia. 

Belum mencapai kesepakatan

Nilai transaksi potensialnya diperkirakan mencapai Rp2 triliun. Namun pembicaraan masih alot karena Malaysia disebut menawar harga di bawah Rp10 ribu per kilogram.

“Mereka menawar (harga) di bawah Rp10.000 per kg,” kata Rizal di Jakarta, beberapa waktu lalu, dikutip oleh astakom.com pada Kamis (21/5/2026).

Bulog sendiri belum mau melepas beras di harga tersebut. Alasannya, beras yang ditawarkan Indonesia masuk kategori beras kualitas premium. Karena itu Bulog mengusulkan harga di kisaran Rp13 ribu-Rp14 ribu per kilogram supaya tetap menguntungkan petani nasional.

Jadi poin pentingnya bukan Indonesia banting harga ke luar negeri, tapi justru pemerintah lagi menjaga supaya nilai jual beras Indonesia tetap kompetitif tanpa bikin petani dalam negeri buntung.

Arahan Presiden: Gak boleh jual murah

Arahan itu juga datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Presiden RI Prabowo mengingatkan Bulog agar tidak menjual beras ekspor terlalu murah.

“Jangan jual terlalu murah ya. Jangan ngetok tapi jangan jual terlalu murah,” kata Presiden Prabowo di Nganjuk Jawa Timur dikutip oleh astakom.com, kemarin (21/05/2026).

Pesan Presiden Prabowo itu muncul karena kondisi pangan global sekarang lagi nggak santai. Banyak negara mulai waswas soal cadangan pangan setelah India menghentikan ekspor beras, gandum, dan jagung demi menjaga stok domestik mereka sendiri. Bangladesh juga mengambil langkah serupa.

Kebutuhan domestik tetap jadi prioritas

Menurut Presiden Prabowo, situasi itu bikin banyak negara mulai melirik Indonesia sebagai sumber pasokan pangan baru. 

“India tutup. Disusul oleh Bangladesh tutup. Akhirnya ada juga negara-negara yang akhirnya datang juga ke kita,” ujar Presiden RI Prabowo.

Meski begitu, Presiden menegaskan kebutuhan rakyat Indonesia tetap prioritas utama. Ekspor boleh dilakukan, tapi jangan sampai stok dalam negeri terganggu atau petani lokal malah dirugikan.

“Ingat, krisis bisa lama ini. Yang utama kita amankan rakyat kita dulu,” kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menekankan Indonesia tetap terbuka buat membantu negara lain yang membutuhkan pangan, tapi mekanismenya harus tetap menguntungkan petani nasional.

Terbuka buat bantu negara yang membutuhkan

“Saya bilang, beri. Kalau mereka butuh kita harus bantu. Kita jual kepada mereka, tapi harganya ya yang oke lah. Jangan petani kita korban. Harga harus minimal untung dikit,” ujar Presiden.

Sementara itu, Bulog memastikan siap menjalankan arahan pemerintah kapan pun penugasan ekspor resmi diberikan. Rizal  bilang pihaknya tinggal menunggu keputusan lanjutan antarnegara.

“Kalau kami siap. Begitu ada perintah, kami siap akan melaksanakan perintah tersebut. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” kata Rizal.

Saat ini posisi stok beras Indonesia memang lagi kuat. Per Sabtu silam (16/05/2026), Bulog mencatat cadangan beras pemerintah sudah mencapai 5,32 juta ton yang tersimpan di berbagai gudang nasional. Angka ini jadi salah satu alasan kenapa Indonesia mulai dilirik negara lain di tengah ancaman krisis pangan global. (Shnty/aNs/aRsp)

Gen Z Takeaway

Viral narasi RI jual beras murah ke Malaysia ternyata belum fully true. Faktanya, ekspor masih tahap nego dan Bulog malah nolak harga di bawah Rp10 ribu/kg karena dinilai terlalu murah buat beras premium RI. Prabowo Subianto juga wanti-wanti jangan sampai petani lokal jadi pihak yang dirugiin.

Swasembada Beras stok beras Ekspor Beras Hoax

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB