BPBD: Kurangnya Air-Angin Kencang Jadi Kendala Pemadaman Karhutla di Riau
astakom.com, Jakarta — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal menyatakan saat ini masih terdapat titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup besar di tiga kabupaten/kota.
Edi mengonfirmasi pada media, tiga kabupaten/kota terbaru yakni Dumai, Bengkalis, dan Pelalawan.
Sedangkan titik api yang masih tampak namun masih kecil ada di di Rokan Hilir, Indragiri Hilir, serta Indragiri Hulu.
“Sampai kini upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan, Petugas gabungan masih di lokasi titik karhutla,” ungkap Edy.
Berbagai kendala pemadaman Karhutla
Menurut Edy beberapa kendala yang ditemui di lapangan soal ketersediaan air serta angin. Menurutnya untuk wilayah Pesisir angin menjadi kendala karena hembusanya membuat api malah makin membesar.
Kendala lainnya lokasi kebakaran yang jauh kedalam atau sulit dijangkau.
"Untuk lokasi yang sulit terjangkau tersebut, kita maksimalkan helikopter water bombing. Selain nanti petugas gabungan juga akanterus berusaha sampai ke titik kebakaran," papar Edy.
Sejumlah bantuan dikerahkan
Edy Afrizal mengungkapkan, saat ini bantuan berupa helikopter dan pesawat masih terus diupayakan dan ada yang sudah diterima.
Menurutnya saat ini sudah ada tiga helikopter yang dimaksimalkan. Dua helikopter patroli dan satu water Bombing. Bantuan untuk helikopter water Bombing juga masih terus diupayakan.
"Saat ini ada dua helikopter patroli yang merupakan bantuan BNPB dan Kementrian Kehutanan. Kita juga punya helikopter water bombing bantuan BNPB. Dan akan ada tambahan unit lagi nantinya," terang Edy.
Selain helikopter water bombing, untuk mengantisipasi dan pencegahan Karhutla juga dimaksimalkan pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Saat ini ada tiga pesawat OMC dan akan ada tambahan lagi untuk pesawat OMC.
"Kita kerahkan personel dan fasilitas untuk bisa maksimal melakukan pemadaman," pungkasnya.













