Target 17 Juta Wisman: Kemenbud–Kemenpar Siapkan Upgrade Wisata Budaya Indonesia
astakom.com, Jakarta – Kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia kini bergerak ke level yang lebih strategis.
Bukan cuma soal promosi, tapi membangun fondasi data, storytelling, hingga penguatan kawasan percandian agar wisata budaya Indonesia makin solid dan relevan secara global.
Sinergi ini dinilai krusial karena tren pariwisata dunia sudah bergeser. Wisatawan kini nggak hanya mencari pemandangan indah, tapi pengalaman autentik dan cerita kuat di balik sebuah destinasi.
Dieng, Muara Jambi, dan Borobudur masuk radar penguatan
Pemerintah saat ini tengah memperkuat sejumlah kawasan strategis berbasis sejarah dan peradaban.
Kawasan Dieng Plateau dan Percandian Muara Jambi menjadi fokus pengembangan, termasuk pembangunan Candi Kedaton dan Koto Mahligai serta rencana peresmian Museum Sriwijaya Dharmakirti pada tahun depan.
Sementara itu, untuk Candi Borobudur, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai kapasitas kunjungan masih bisa dioptimalkan. Saat ini, kuota wisatawan yang diperbolehkan naik ke struktur utama berada di angka sekitar 4.000 orang per hari.
"Pemasangan chattra diharapkan menjadikan Borobudur sebagai living heritage yang memiliki makna spiritual sekaligus daya tarik global. Kami berharap ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara," tutur dia.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pendekatan pelestarian dan promosi kini dirancang berjalan bareng—bukan saling bertabrakan.
Data dan storytelling jadi kunci rebut perhatian generasi digital
Di sisi lain, Menteri Pariwisata Widiyanti menekankan pentingnya kolaborasi data dan narasi digital agar museum dan situs budaya tampil lebih kuat di ruang online.
"Kami membutuhkan dukungan data dan storytelling dari Kementerian Kebudayaan agar museum dan cagar budaya dapat tampil lebih kuat di platform digital kami. Generasi muda mencari informasi secara online, dan ini harus kita manfaatkan secara maksimal," ujar Menpar Widiyanti.
Ia juga menambahkan bahwa target kenaikan kunjungan sebesar 14 persen dengan sasaran 17 juta wisatawan mancanegara membutuhkan strategi promosi berbasis pengalaman atau experience-based tourism.
Artinya, promosi ke depan bukan sekadar angka kunjungan, tapi bagaimana wisatawan benar-benar merasakan pengalaman budaya yang autentik dan bermakna.
145 event budaya jadi Mesin ekonomi baru
Sinergi ini juga diperkuat melalui program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang tahun ini mencakup 145 event di berbagai daerah.
Program ini dinilai bisa menjadi ruang integrasi event budaya agar dampaknya tidak hanya terasa secara simbolik, tetapi juga nyata bagi perekonomian lokal—mulai dari UMKM, pelaku seni, hingga sektor kreatif.
"Budaya dan pariwisata memiliki hubungan yang sangat erat. Kolaborasi ini menjadi kunci agar potency budaya kita benar-benar memberi dampak pada peningkatan kunjungan wisatawan" ujar menbud Fadli dikutip dari media pada Rabu, (25/2/2026).
Gen Z Takeaway
Wisata budaya sekarang bukan cuma soal datang dan foto, tapi soal experience, cerita, dan koneksi. Kalau data rapi, storytelling kuat, dan event budaya dikemas keren, Indonesia punya peluang besar buat naik level jadi destinasi yang nggak cuma viral, tapi juga berkelas dunia.













