Viral Ibu Hamil dan Bayinya Meninggal Dunia Usai Ditolak 4 Rumah Sakit di Papua: Gubernur dan Kemenkes sudah Merespon?

Editor: Alfian Tegar
Minggu, 23 November 2025 | 17:27 WIB
Viral Ibu Hamil dan Bayinya Meninggal Dunia Usai Ditolak 4 Rumah Sakit di Papua: Gubernur dan Kemenkes sudah Merespon?
Viral Ibu Hamil dan Bayinya Meninggal Dunia Setelah Ditolak 4 Rumah Sakit di Papua: Ini Tanggapan Gubernur dan Kemeskes (Ilustrasi Pexels)

astakom.com, Jakarta - Ramai diperbincangkan ada seorang ibu hamil yang meninggal beserta bayi di dalam kandungannya setelah ditolak oleh empat rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura, Papua.

Seorang ibu berinisial IS merupakan warga Kampung Hobong, Distrik Sentani, Jayapura. IS dan bayinya dinyatakan meninggal dalam perjalanan bolak-balik menuju RSUD Dok II Jayapura setelah ditolak beberapa rumah sakit pada Senin (17/11/2025), sekitar pukul 05.00 WIT.

Tanggapan Gubernur Papua

Gubernur Papua Matius D Fakhiri menyampaikan permohonan maaf dan dukacita.Dia mengatakan peristiwa itu menjadi contoh buruknya pelayanan medis di Papua.

"Saya baru mau memulai, tetapi Tuhan sudah memberikan satu contoh kebobrokan pelayanan kesehatan di provinsi di Papua. Saya mohon maaf dan turut berduka yang mendalam atas kejadian dan kebodohan jajaran pemerintah mulai dari atas sampai ke tingkat bawah. Ini kebodohan yang luar biasa yang dilakukan oleh pemerintah," kata Fakhiri dalam keterangannya, Minggu (23/11/2025).

Dia berjanji akan melakukan evaluasi dan memastikan semua direktur rumah sakit yang berada di bawah Pemprov Papua akan diganti. Dia juga menyebutkan banyak peralatan medis yang rusak karena diabaikan oleh para direktur.

"Hal ini sudah saya minta langsung ke Menteri Kesehatan untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di rumah sakit yang ada di Provinsi Papua. Saya yakin ada sekat-sekat yang merusak pelayanan akan diperbaiki ini," ujarnya.

Tanggapan Kemenkes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buka suara terkait kasus ini. Kemenkes memastikan akan mengusut tuntas dugaan penolakan pasien tersebut.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman menyebut pihaknya ikut berbelasungkawa dan memastikan pemerintah pusat ikut menelusuri apa yang terjadi di balik laporan kasus terkait.

"Kementerian Kesehatan turut berbelasungkawa dan sangat menyayangkan insiden yang terjadi," beber Aji saat dihubungi media, Minggu (23/11/2025).

Menurut Aji, Kemenkes akan mengirimkan tim dari Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan ke Papua untuk melakukan investigasi bersama dinas kesehatan daerah. Pemeriksaan mendalam akan dilakukan di seluruh rumah sakit yang disebut dalam laporan keluarga.

"Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, pastinya akan ada sanksi tegas yang dikenakan kepada rumah sakit yang diduga menolak pasien," kata Aji.

Tidak Ada Alasan Rumah Sakit Menolak Pasien

Ia menegaskan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berkali-kali mengingatkan rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, bahwa tidak ada alasan untuk menolak pasien dalam kondisi gawat darurat.

"Rumah sakit harus bertindak profesional dengan mengutamakan keselamatan pasien dibanding urusan administrasi," lanjut dia.

Aji menambahkan, penolakan pasien oleh rumah sakit bukan hanya pelanggaran etika, tetapi juga melanggar Undang-Undang terkait kesehatan dan dapat berujung pada unsur pidana.

Kemenkes menilai kasus ini sebagai peringatan serius perlunya evaluasi menyeluruh terhadap layanan kesehatan di Papua, mulai dari ketersediaan tenaga medis, kesiapan instalasi gawat darurat, hingga fungsi manajemen rumah sakit.

"Kami ingin memastikan kejadian seperti ini tidak terulang. Hak masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan harus dijamin," kata Aji.

Kemenkes juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua untuk memastikan tindak lanjut perbaikan berjalan secara konkret. (aLf/ aSP)

Gen Z Takeaway

Kasus ibu hamil di Jayapura yang meninggal setelah ditolak empat rumah sakit ini jadi wake-up call keras tentang betapa rapuhnya layanan kesehatan di Papua. Respons Gubernur yang blak-blakan sampai Kemenkes yang turun tangan investigasi nunjukin bahwa ini bukan sekadar “insiden,” tapi bukti sistem yang perlu dibedah total—dari manajemen RS, fasilitas IGD, sampai etika pelayanan. Intinya, keselamatan pasien itu hak dasar, bukan opsi, dan tragedi kayak gini harus jadi titik balik biar nggak terulang lagi.

Bayi Meninggal Gubernur Papua Ibu Hamil Meninggal Ibu Hamil Meninggal di Papua Kemenkes Kementerian Kesehatan Papua pembangunan papua Rumah Sakit

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB