RI Mantapkan Langkah ke BRICS: Finalisasi NDB & Kenalkan QRIS Global
astakom.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia mengambil langkah konkret untuk memperkuat integrasi ekonominya dengan blok negara berkembang melalui finalisasi proses internal bergabung dengan New Development Bank (NDB) serta memperkenalkan sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di kancah internasional.
Kepastian diplomasi ekonomi ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS (BRICS Foreign Ministers Meeting/FMM) yang digelar pada 14–15 Mei di New Delhi, India.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mwengkang, menjelaskan kalau kehadiran Indonesia dalam forum strategis tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan posisi tawar negara di kelompok Global South.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh para menteri luar negeri anggota dan mitra BRICS tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terlibat aktif dalam arsitektur keuangan global yang lebih inklusif.
Finalisasi Keanggotaan NDB
Dalam sesi utama pertemuan, Menlu RI menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan New Development Bank (NDB), sebuah bank pembangunan multilateral yang didirikan oleh negara-negara BRICS.
Yvonne mengungkapkan kalau proses domestik agar Indonesia bisa segera bergabung dengan lembaga keuangan tersebut kini sudah memasuki tahap akhir.
"Menlu RI juga menyampaikan dukungan terhadap penguatan New Development Bank atau NDB dan menyampaikan mengenai bahwa Indonesia tengah menyelesaikan proses internal untuk bergabung" ucap Yvonne pada press briefing di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Dengan menjadi bagian dari NDB, Indonesia akan memiliki akses alternatif yang lebih luas terhadap pembiayaan proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada institusi keuangan barat konvensional.
QRIS jadi kIblat transaksi
Indonesia juga memamerkan keberhasilan inovasi teknologi finansialnya di hadapan para delegasi.
Menlu RI secara resmi mengenalkan QRIS sebagai model mekanisme pembayaran digital lintas batas yang sukses diterapkan di Tanah Air dan kawasan Asia Tenggara.
"Dan juga Menlu RI mengenalkan QRIS sebagai mekanisme pembayaran digital yang dapat dijadikan referensi oleh BRICS serta pentingnya swasembada pangan dan energi sebagai sumber ketahanan nasional" tutur Yvonne dalam press briefing di Jakarta, kemarin (21/05/2026).
Indonesia mendorong agar sistem QRIS dapat dijadikan referensi atau rujukan oleh negara-negara anggota BRICS dalam menyusun ekosistem pembayaran digital bersama.
Adopsi interkonektivitas sistem pembayaran berbasis digital ini diharapkan mampu mempermudah transaksi perdagangan, meningkatkan efisiensi UMKM, serta mendukung dedolarisasi di jalur perdagangan intra-BRICS.
Reformasi WTO dan isu keadilan
Di luar koridor ekonomi, diplomasi Indonesia di New Delhi juga menyentuh aspek geopolitik dan keamanan pangan.
Indonesia mendesak BRICS untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global, termasuk mendorong reformasi tata kelola global agar lebih adil bagi negara-negara berkembang.
"Dalam pertemuan tersebut Menlu RI menekankan pentingnya untuk BRICS berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global sebagai kekuatan Global South termasuk mendorong akuntabilitas penuh" sambung Yvonne.
Indonesia menyoroti pentingnya reformasi sistem perdagangan dunia dengan menempatkan World Trade Organization (WTO) sebagai fondasi utama yang bebas dari praktik monopoli dan proteksionisme sepihak.
"Termasuk mendorong akuntabilitas penuh atas gugurnya Peacekeepers Indonesia di UNIFIL. Selain itu, Indonesia juga menyoroti kebutuhan reformasi tata kelola global untuk menghadapi tantangan masa kini, termasuk reformasi sistem perdagangan dunia dengan WTO sebagai fondasi utama" jelas Yvonne.
Di sisi lain, isu swasembada pangan dan kemandirian energi turut diangkat sebagai pilar krusial dalam menjaga ketahanan nasional di tengah ketidakpastian rantai pasok global.
Hasil nyata chair statement
Pertemuan intensif di New Delhi tersebut berhasil menelurkan dokumen kesepakatan bersama berupa Chair Statement.
Dokumen ini memuat sikap bersama negara-negara peserta terkait perkembangan situasi internasional, penegasan komitmen terhadap multilateralisme, serta penolakan terhadap upaya-upaya yang melemahkan institusi global seperti PBB.
"Pertemuan BRICS-FMM ini menghasilkan Chair Statement yang memuat antara lain perkembangan kondisi internasional dan kawasan termasuk tentunya situasi di Timur Tengah serta pentingnya penyelesaian konflik secara damai" tegas Yvonne.
Pemerintah Indonesia bersama negara mitra akan segera menindaklanjutinya secara teknis melalui berbagai pertemuan kelompok kerja (working group) tematik serta pertemuan tingkat menteri yang dijadwalkan sepanjang tahun ini. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
RI lagi bener-bener step up their game di panggung internasional! Gak cuma otw gabung banknya BRICS (NDB) buat modalin infrastruktur lokal, tapi kita juga dapet panggung buat pamer QRIS biar bisa jadi kiblat sistem pembayaran borderless dunia. Kerennya lagi, diplomasi kita tetep berani menyuarakan keadilan ekonomi di WTO sekaligus menuntut akuntabilitas penuh buat para peacekeeper kebanggaan kita yang gugur di UNIFIL. Pokoknya ini major flex buat posisi tawar Indonesia di kelompok Global South!












