Sidang IMO Ke-138, Indonesia Soroti Perlindungan Pelaut dan Keamanan Jalur Pelayaran Dunia
astakom.com, Jakarta – Perlindungan awak kapal dan keamanan jalur pelayaran internasional menjadi perhatian Indonesia dalam forum maritim dunia. Pemerintah menekankan pentingnya menjamin keselamatan pelaut sebagai warga sipil sekaligus menghormati kebebasan navigasi berdasarkan ketentuan hukum internasional.
Melansir dari keterangan resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dikutip pada Kamis, (05/11/2026), hal tersebut disampaikan Delegasi Republik Indonesia (Delri) dalam Sidang Dewan International Maritime Organization (IMO) ke-138 yang berlangsung pada 2–6 November 2026 di Markas Besar IMO, London, Inggris.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia turut mendorong penguatan kerja sama antara negara pantai dan IMO untuk menjaga keselamatan jalur pelayaran vital. Pemerintah juga mengedepankan deeskalasi, dialog, dan diplomasi sebagai langkah menghadapi konflik yang berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran internasional.
Indonesia tekankan perlindungan pelaut dan kebebasan navigasi
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam sidang tersebut adalah Protection of Vital Shipping Lanes atau perlindungan jalur pelayaran vital.
Dalam pembahasan itu, Indonesia menegaskan bahwa pelaut merupakan warga sipil yang keselamatannya harus dijamin. Pemerintah juga mengingatkan pentingnya menghormati kebebasan bernavigasi di jalur pelayaran internasional sesuai hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.
Selain menyampaikan pentingnya perlindungan pelaut, Indonesia mendorong koordinasi yang lebih kuat antara negara pantai dan IMO. Upaya menjaga jalur pelayaran strategis juga perlu dilakukan dengan mengutamakan penyelesaian konflik secara damai melalui dialog dan diplomasi.
Delegasi Indonesia hadiri sidang dewan IMO di London
Sidang Dewan IMO ke-138 digelar selama lima hari, mulai 2 hingga 6 November 2026 di London, Inggris. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris, Desra Percaya.
Delegasi tersebut turut melibatkan Wakil Kepala Perwakilan KBRI London, Sahadatun Donatirin, Atase Perhubungan KBRI London, Kanti Pinakesti Tjahjono, serta sejumlah perwakilan lainnya.
Pertemuan yang dibuka oleh Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, membahas sejumlah agenda organisasi. Pembahasannya mencakup tata kelola, strategi dan perencanaan, pengelolaan sumber daya manusia, laporan keuangan, serta kontribusi negara anggota.
Agenda lainnya meliputi perlindungan jalur pelayaran vital, peninjauan kontrak Sekretaris Jenderal IMO, hingga pertimbangan penunjukan auditor eksternal IMO untuk periode berikutnya.
Kemenhub ingatkan keselamatan pelaut jadi prioritas
Intervensi Indonesia dalam forum tersebut sejalan dengan arahan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Samsuddin. Ia menilai keselamatan pelaut dan keberlangsungan aktivitas pelayaran internasional harus menjadi perhatian bersama seluruh negara.
“Indonesia memandang bahwa perlindungan pelaut dan keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas bersama. Seluruh pihak perlu menahan diri, menjamin keselamatan pelaut, serta tidak menghambat bantuan kemanusiaan dan pemulangan pelaut,” jelasnya.
Partisipasi Indonesia dalam sidang tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola maritim global. Melalui forum IMO, Indonesia juga berkomitmen menyampaikan kepentingan maritim nasional sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem pelayaran internasional yang lebih baik.
“Melalui forum IMO, Indonesia akan terus menyuarakan kepentingan maritim nasional sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem pelayaran dunia yang aman, adil, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Keterlibatan Indonesia dalam Sidang Dewan IMO ke-138 mempertegas perhatian pemerintah terhadap keselamatan pelayaran, perlindungan pelaut, serta penghormatan terhadap hukum internasional dalam aktivitas maritim global. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Keselamatan pelayaran bukan cuma soal kapal bisa berangkat dan sampai tujuan. Pelaut yang bekerja di dalamnya juga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan. Melalui forum IMO, Indonesia mendorong agar jalur pelayaran internasional tetap aman, kebebasan navigasi dihormati, dan penyelesaian konflik mengutamakan dialog serta diplomasi.









