Kasus Influenza Meningkat, Ini Cara Mengurangi Risiko Penularan

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 6 November 2026 | 22:26 WIB
Kasus Influenza Meningkat, Ini Cara Mengurangi Risiko Penularan
Kasus Influenza Meningkat, Ini Cara Mengurangi Risiko Penularan [Ilustrasi / Pexels]

astakom.com, Jakarta – Kasus influenza di Indonesia mengalami peningkatan pada akhir September 2026. Meski masih berada dalam pola musiman, kondisi ini tetap perlu menjadi perhatian karena penularan flu bisa terjadi dengan mudah, terutama saat aktivitas masyarakat sedang padat.

Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dikutip pada Jumat (06/11/2026), pemantauan pada minggu ke-38 tahun 2026 mencatat 148 sampel positif influenza dari total 265 spesimen yang diperiksa. Angka tersebut menghasilkan tingkat positivitas sebesar 56 persen dalam pemeriksaan surveilans.

Peningkatan kasus dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari perubahan musim, mobilitas masyarakat, hingga dominasi subtipe virus tertentu. Kemenkes menjelaskan, kondisi ini belum menunjukkan lonjakan yang luar biasa karena masih mengikuti pola influenza musiman di Indonesia.

Kenali cara penularan influenza dan gejalanya

Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang umumnya disebabkan virus influenza tipe A dan B. Penyakit ini dapat menyebar melalui percikan pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Gejala yang muncul bisa berupa demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas. Sebagian besar penderita dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu, tetapi influenza tetap berisiko menimbulkan komplikasi, terutama pada anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta.

Karena itu, flu sebaiknya tidak dianggap sepele. Mengenali gejala sejak awal dapat membantu seseorang lebih waspada dan mengurangi risiko menularkan virus kepada orang lain.

Terapkan kebiasaan sederhana untuk mengurangi penularan

Upaya pencegahan influenza bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas atau menyentuh benda yang sering digunakan bersama.

Etika batuk dan bersin juga perlu diterapkan. Tutup mulut serta hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam, lalu buang tisu bekas ke tempat sampah. Kebiasaan ini membantu mengurangi penyebaran percikan pernapasan ke lingkungan sekitar.

Penggunaan masker juga dianjurkan ketika sedang sakit atau berada di tempat ramai. Jika mengalami gejala influenza, sebaiknya kurangi kontak dekat dengan orang lain agar risiko penularan tidak semakin besar.

Imunisasi influenza bantu menekan risiko komplikasi

Selain menjaga kebersihan dan menerapkan etika batuk, imunisasi influenza tahunan menjadi salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan. Komposisi vaksin diperbarui secara berkala berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyesuaikan dengan virus influenza yang beredar.

Vaksinasi memang tidak menjamin seseorang sepenuhnya terhindar dari infeksi. Namun, imunisasi dapat membantu mengurangi risiko gejala berat, komplikasi, hingga kebutuhan perawatan di rumah sakit.

Bagi masyarakat yang mengalami gejala ringan, Kemenkes menyarankan istirahat cukup, memperbanyak minum air putih, serta menjaga asupan makanan bergizi. Sementara itu, demam tinggi yang tidak membaik lebih dari tiga hari, sesak napas, nyeri dada, atau kondisi tubuh yang semakin lemah perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Dengan meningkatnya pemantauan kasus influenza, masyarakat diharapkan tidak lengah dalam menjaga kesehatan. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu mengurangi risiko penularan, terutama kepada kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Kasus influenza yang meningkat jadi pengingat bahwa flu bukan sekadar urusan bersin dan pilek. Mulai dari rajin mencuci tangan, memakai masker saat sakit, menjaga jarak ketika bergejala, hingga mempertimbangkan imunisasi tahunan bisa menjadi langkah sederhana untuk melindungi diri dan orang sekitar. Jangan tunggu kondisi memburuk untuk mulai lebih peduli dengan kesehatan.

Tips Tips dan kiat-kiat Kesehatan Tips Kesehatan Tips menjaga kesehatan

Infografis

Terkini