Kemenhub Siap Tempur Sambut Nataru: Cek Ribuan Kapal Hingga Banting Harga Tiket Pelni 30%
astakom.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai tancap gas menyiapkan strategi komprehensif buat mengawal kelancaran Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Berbagai skenario disiapkan, mulai dari inspeksi mendalam (uji kelaiklautan) terhadap 2.140 unit armada kapal,penguatan fasilitas pelabuhan, penyiapan kapal cadangan, hingga pembagian diskon tiket kapal secara masif demi kenyamanan pemudik.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Samsuddin, menegaskan bahwa aspek keselamatan pelayaran menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar menghadapi lonjakan penumpang di penghujung tahun.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mematangkan persiapan penyelenggaraan angkutan laut dan penyeberangan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027," kata Samsuddin, Kamis (05/11/2026).
Uji kelaiklautan 2.140 kapal dan operasional posko Nataru terpadu
Guna memastikan seluruh armada bebas dari kendala teknis, Kemenhub menggelar uji kelaiklautan maraton sepanjang 1–30 November 2026. Audit menyeluruh ini mencakup pengecekan sistem navigasi, kondisi mesin,jalur evakuasi, peralatan pemadam, hingga kesiapan darurat para awak kapal (crew drill). Samsuddin memerintahkan setiap UPT untuk tegas melarang kapal berlayar jika belum memenuhi standar keselamatan.
Untuk mengawal pergerakan penumpang, Posko Terpadu Angkutan Nataru bakal resmi beroperasi mulai 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027, dengan pemantauan data yang diperpanjang sampai 8 Januari 2027.
Langkah ekstra ini diambil berkaca pada evaluasi Nataru tahun sebelumnya, di mana jumlah pemudik jalur laut melonjak hingga 2,5 juta orang (naik 33,60 persen), dengan lonjakan di rute padat bahkan menembus angka 50–60 persen dari hari biasa.
Cegah overcapacity dan aturan ketat syahbandar antisipasi cuaca ekstrem
Menghindari penumpukan massa di pelabuhan, Kemenhub memperketat sistem ticketing online dan pencatatan manifes penumpang secara real-time. Operator pelabuhan juga mengintegrasikan sistem satu pintu dan penyediaan buffer zone, serta berhak menghentikan penjualan tiket sementara jika kapasitas area parkir penampungan sudah meluap.
Di samping ketertiban pelabuhan, faktor alam turut menjadi perhatian utama. Kemenhub menggandeng BMKG buat melakukan pemantauan cuaca secara real-time.
"Syahbandar berwenang menunda keberangkatan kapal apabila kondisi cuaca tidak memenuhi persyaratan keselamatan pelayaran," tegas Samsuddin.
Kabar gembira! diskon tiket Pelni 30 persen dan pembebasan tarif pelabuhan
Buat para calon pemudik jalur laut, pemerintah membagikan stimulus manis berupa diskon tarif dasar sebesar 30 persen khusus penumpang kelas ekonomi di 25 trayek penugasan PT Pelni. Kuota potongan harga ini disiapkan buat 414.630 penumpang dengan jadwal keberangkatan 17 Desember 2026 sampai 10 Januari 2027.
Tak berhenti di situ, buat moda angkutan penyeberangan, pemerintah juga memberikan stimulus gratis 100 persen untuk komponen tarif jasa kepelabuhanan di 14 titik pelabuhan terpilih.
"Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan biaya perjalanan masyarakat selama libur akhir tahun," tutup Samsuddin. (RaM)
Gen Z Takeaway
Kemenhub beneran no-debate buat urusan keselamatan dan kenyamanan liburan Nataru 2026/2027 kali ini (safety first, no cap!). Dari pengecekan ketat ribuan kapal, pengawasan cuaca bareng BMKG, sampai penerapan tiket online real-time biar gak overcapacity, semuanya udah disiapin matang. Ditambah lagi ada promo diskon tiket Pelni 30 persen dan pembebasan tarif jasa pelabuhan, momen mudik akhir tahun fix bakal jadi jauh lebih ramah di kantong.









