Wamentan Alim Gaspol Inovasi, Target Swasembada Pangan Berkelanjutan Makin Kuat!

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 21 Oktober 2026 | 01:02 WIB
Wamentan Alim Gaspol Inovasi, Target Swasembada Pangan Berkelanjutan Makin Kuat!
Wamentan Alim Gaspol Inovasi, Target Swasembada Pangan Berkelanjutan Makin Kuat! [Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden]

astakom.com, Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet berkomitmen menyamakan suara dan supportnya kepada Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman buat ngegaspol transformasi pertanian nasional lewat penerapan teknologi modern, inovasi, dan riset. Langkah ini dilakukan oleh Kementerian Pertanian buat ningkatin produktivitas dan kesejahteraan petani.

Wamentan Alim bilang kalau langkah untuk memperkuat swasembada pangan yang berkelanjutan harus disokong sama peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sistem pertanian.

Makanya Alim siap buat mengawal pengembangan pertanian modern dan peningkatan produksi komoditas strategis, khususnya kedelai dan bawang putih, sesuai arahan Mentan.

“Dari awal saya bersemangat dan tadi sudah mendapatkan arahan yang lebih jelas tentang tugas saya untuk membantu Pak Menteri mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dua hal itu bisa dicapai melalui peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan,” kata Wamentan Alim dalam keterangannya di penyambutan dirinya di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, dikutip astakom.com pada Selasa (20/10/2026).

Transformasi pertanian 

Dia menjelaskan kalau transformasi pertanian membutuhkan penerapan sistem produksi modern yang didukung inovasi, penelitian, dan teknologi tepat guna. Pengembangan teknologi itu harus terus dilakukan untuk menghasilkan metode budidaya yang lebih produktif dan efisien, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ia menyebut pengembangan model pertanian modern yang udah diperkenalkan Mentan Amran menjadi salah satu pendekatan yang bakal terus dipush Implementasinya harus dikawal bareng lewat pengujian dan pengembangan teknologi supaya produktivitas pertanian bisa meningkat secara berkelanjutan.

“Pertanian modern hanya bisa dilakukan dengan inovasi, riset, dan teknologi tepat guna. Program yang sudah berjalan akan kita dorong bersama, termasuk meneliti kemungkinan adanya teknologi yang lebih baik. Produktivitasnya sangat menjanjikan, bisa di atas 10 ton per hektare, bahkan lebih. Kalau itu bisa tercapai, tentu swasembada pangan kita bisa lebih berkelanjutan,” ungkapnya.

Nggak cuma menjaga keberlanjutan swasembada beras, Wamentan Alim bilang kalau peningkatan produksi kedelai dan bawang putih jadi concern pemerintah dalam pelaksanaan tugasnya.

Tingkatkan produktivitas

Pengembangan kedua komoditas itu diarahkan buat tingkatin produktivitas, memperluas areal tanam, dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor. Buat mewujudkan ambisi itu pemerintah mulai memperkuat pengembangan varietas unggul, penerapan standar operasional prosedur (SOP) budidaya, sampe riset dan pemanfaatan teknologi. Dia bilang langkah itu membutuhkan kolaborasi erat antara Kementan, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian.

“Untuk kedelai, orientasinya bagaimana kita mengurangi impor. Peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam menjadi hal penting. Begitu juga bawang putih, yang menjadi salah satu fokus tugas saya,” katanya.

Wamentan Alim bilang kalau perguruan tinggi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) punya peran penting dalam mempercepat penerapan hasil penelitian di sektor pertanian. Kolaborasi itu diharapkan bisa menghasilkan inovasi yang related sama kebutuhan petani dan kondisi lahan di berbagai daerah.

Sinergi berbagai pihak

Dia pengen memperkuat hubungan antara pemerintah, peneliti, dan pelaku usaha tani supaya hasil riset nggak cuma stuck berhenti di pengembangan teknologi, tetapi  diterapkan secara nyata buat meningkatkan produksi dan efisiensi usaha tani.

Mentan Amran juga menegaskan kalau transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern menjadi langkah penting buat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. 

Strategi itu dilakukan lewat pengembangan komoditas unggulan, optimalisasi lahan, pompanisasi, pemanfaatan teknologi, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.

Kawal keberlanjutan swasembada

Mentan Amran juga menekankan pentingnya mengawal keberlanjutan swasembada beras pada 2026 sekaligus ngegaspol peningkatan produksi komoditas strategis lainnya.

"Dukungan riset dan perguruan tinggi diperlukan untuk mempercepat inovasi serta memastikan program pemerintah memberikan dampak nyata di lapangan" kata Mentan Amran.

Wamentan berkomitmen buat terus memperkuat pertanian modern, mengembangkan komoditas strategis, dan membangun kolaborasi antara pemerintah dan dunia penelitian, Kementan mendorong percepatan transformasi pertanian sebagai fondasi bagi swasembada pangan yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Wamentan Alim Setiawan Slamet siap memperkuat langkah Mentan Amran Sulaiman dalam mentransformasi pertanian nasional lewat teknologi modern, inovasi, dan riset. Fokusnya bukan cuma menjaga swasembada beras, tetapi juga meningkatkan produksi kedelai dan bawang putih agar ketergantungan impor bisa ditekan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan BRIN pun jadi kunci supaya hasil riset nggak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Wamentan Alim Setiawan Slamet kementan Mentan Andi Amran Sulaiman swasembada pangan

Infografis

Terkini