Sebanyak 9.505 Personel Gabungan Amankan Aksi 20 Oktober di Jakarta

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:14 WIB
Sebanyak 9.505 Personel Gabungan Amankan Aksi 20 Oktober di Jakarta
Polda Metro Jaya bersama TNI menyiagakan 9.505 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan aktivitas masyarakat di wilayah Jakarta, Selasa (20/10/2026). [Dok. Polda Metro Jaya]

astakom.com, Jakarta – Sebanyak 9.505 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan demonstrasi memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di sejumlah titik Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Polda Metro Jaya bersama TNI telah menggelar apel kesiapan pelayanan dan pengamanan kegiatan masyarakat di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada hari yang sama.

Apel tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel dalam mengawal 26 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan 26 kegiatan masyarakat lainnya yang dijadwalkan berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menegaskan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak warga negara yang harus dihormati dan difasilitasi. Menurutnya, kehadiran TNI-Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan negara untuk memastikan warga dapat menjalankan hak dan aktivitasnya dengan aman.

"Konsep pengamanan kita hari ini, TNI dan Polri, adalah memberikan pelayanan kepada warga negara sebagai wujud bahwa negara kita adalah negara demokrasi," kata Dadang seperti dikutip dari keterangan tertulis.

9.505 personel gabungan ditempatkan di sejumlah titik

Ribuan personel yang dikerahkan terdiri dari 7.660 personel Polri, 1.540 personel TNI, 135 personel Pemda DKI Jakarta, dan 170 personel pengamanan dalam (Pamdal).

Seluruh personel akan ditempatkan di sejumlah titik kegiatan dengan mengutamakan pelayanan, komunikasi, dialog, serta pendekatan persuasif dan humanis.

Dadang juga mengingatkan personel agar tetap profesional, mampu mengendalikan emosi, dan mengedepankan komunikasi saat menghadapi dinamika di lapangan. Setiap tindakan harus dilakukan secara terukur, proporsional, dan sesuai prosedur yang berlaku.

Sementara itu, Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi menekankan pentingnya kehadiran TNI-Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Ia meminta seluruh personel memberi ruang bagi warga yang ingin menyampaikan aspirasi secara tertib serta menjalankan tugas sesuai prosedur.

"Keberadaan aparat TNI-Polri yang ada di lapangan ini memberikan keamanan, kenyamanan, dan kesejukan untuk warga Jakarta," kata Deddy.

Layanan lalu lintas juga disiapkan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya juga menyiapkan pelayanan lalu lintas untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Pengaturan arus kendaraan akan dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.

Masyarakat dapat memantau informasi terkini melalui akun resmi Instagram @poldametrojaya dan @tmcpoldametro. Warga juga bisa menghubungi layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan.

Budi menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan mengutamakan pelayanan agar penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan damai, tanpa mengabaikan aktivitas masyarakat lainnya.

"Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat Saling Menjaga Ruang Publik sebagai Sarana Penyampaian Pendapat, kami mengedepankan pelayanan agar aspirasi dapat disampaikan secara aman, tertib, dan damai, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat lainnya sebagai bagian dari Kerja Melayani Jakarta," tuturnya. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Pengamanan demo dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran di Jakarta melibatkan 9.505 personel gabungan. TNI-Polri mengedepankan pendekatan humanis agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman, tertib, dan damai, sekaligus menjaga aktivitas warga tetap lancar.

aksi demo Demo Personel Gabungan Jakarta Pengamanan Aksi

Infografis

Terkini