Perkuat Posisi Global South, Indonesia Janji Tak Akan Goyah Support PBB!
astakom.com, Jakarta – Di tengah gejolak geopolitik dunia yang makin kompleks, Indonesia menegaskan komitmennya untuk tidak akan pernah goyah dalam mendukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus memperkuat posisi negara-negara Global South.
Komitmen historis tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan pers Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir atau akrab disebut Tata bersama Sekretaris Jenderal PBB António Guterres di Gedung Pancasila, Jakarta, menjelang peringatan Hari Jadi PBB ke-81.
Langkah strategis ini menegaskan posisi Indonesia di panggung internasional sebagai bridge builder dan peacemaker yang senantiasa membawa kepentingan publik global, terutama ketertiban dunia dan keadilan bagi bangsa-bangsa berkembang.
Komitmen Komplit
"Posisi Indonesia jelas, kita berdiri untuk PBB yang kuat, efektif, dan memberikan hasil nyata" ungkap Armanatha Nasir dalam perjumpaan agenda Foreign Policy Circle Talks, "Eight Decades of the United Nations: What's Next? di Gedung Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI Senin, (19/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menegaskan keteguhan sikapnya dalam mendukung peran strategis Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Komitmen Indonesia terhadap PBB tidak akan pernah goyah. Kami akan terus berdiri untuk menjaga perdamaian, terus mengirimkan pasukan perdamaian, serta terus membentuk agenda PBB di bidang keamanan, kemanusiaan, dan pembangunan" paparnya.
Menjelaskan pentingnya kerja sama antarnegara di tengah ketidakpastian dunia, Indonesia menekankan bahwa kolaborasi global merupakan kunci utama.
Multilateralisme Mutlak
"multilateralisme sangat penting dan tak terelakkan bagi Indonesia dan negara-negara Global South. Multilateralisme bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan" jelasnya.
Penghormatan Pasukan
Sebelum menghadiri forum diskusi kebijakan luar negeri, Sekjen PBB menyempatkan diri mendatangi Pusat Pemeliharaan Perdamaian di Sentul untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para prajurit yang telah gugur demi perdamaian dunia.
Pasukan Garuda Indonesia dinilai tidak sekadar mengibarkan Sang Saka Merah Putih di area konflik, tetapi juga membawa nyawa dan harapan nyata bagi masyarakat dunia yang hampir putus asa.
"Pasukan perdamaian kita tidak hanya membawa Sang Saka Merah Putih, mereka juga membawa harapan bagi orang-orang yang hampir kehilangan harapan" jelasnya.
Reformasi Total
Memasuki umur 81 tahun minggu depan, PBB dinilai tidak membutuhkan pensiun melainkan pembaruan (fit for purpose). Indonesia mendorong reformasi total pada sistem multilateral, termasuk restrukturisasi Dewan Keamanan PBB agar menjadi ruang solusi nyata dan bukan sekadar panggung penggunaan hak veto.
Melalui keanggotaan di Dewan Pemeriksa Keuangan PBB (UN Board of Auditors) serta pencalonan Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030, Indonesia siap mengawal akuntabilitas dan efektivitas PBB secara maksimal.
"Sebagai anggota Dewan Pemeriksa Keuangan PBB (UN Board of Auditors), Indonesia turut membantu menjadikan PBB lebih akuntabel dan responsif. Melalui pencalonan kita sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030, kita akan mendorong Dewan Keamanan yang lebih berdampak, lebih representatif, dan lebih berorientasi pada tujuan. Dewan Keamanan harus menjadi ruang untuk solusi, bukan ruang untuk veto" tutupnya. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Indonesia lagi slay banget di panggung diplomasi dunia! Nggak cuma sekadar ikut-ikutan, Indonesia pasang badan buat nge-push PBB biar nggak "mleyot" dan mendesak reformasi Dewan Keamanan biar nggak melulu dikuasai hak veto negara besar. Lewat prinsip multilateralisme dan aksi nyata Pasukan Garuda, Indonesia ngebuktiin peran krusialnya sebagai penyambung suara Global South demi dunia yang lebih adil dan damai.









