Target PLTS 100 GW Presiden Prabowo Dipuji Sekjen PBB, Industri Hijau Jadi Kunci!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 21 Oktober 2026 | 00:05 WIB
Target PLTS 100 GW Presiden Prabowo Dipuji Sekjen PBB, Industri Hijau Jadi Kunci!
Target PLTS 100 GW Presiden Prabowo Dipuji Sekjen PBB, Industri Hijau Jadi Kunci! [Astakom/ Paulina]

astakom.com, Jakarta – Kabar gembira buat Indonesia datang langsung dari panggung diplomasi internasional. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas visi dan ambisi berani Presiden Prabowo Subianto dalam menggenjot Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga target 100 Gigawatt (GW) serta mewujudkan kemandirian energi nasional.

Langkah progresif ini dinilai menjadi pendorong utama transisi energi bersih sekaligus kunci memajukan sektor industri hijau di Indonesia.

Apresiasi PBB

Apresiasi mendalam disampaikan Sekjen PBB terhadap langkah strategis Indonesia dalam mempercepat transisi energi terbarukan.

Guterres menekankan kalau percepatan energi bersih bukan sekadar wacana, melainkan mesin penggerak industrialisasi masa depan yang mampu menciptakan lapangan kerja massal, memperkuat ketahanan energi, dan meningkatkan daya saing ekonomi bangsa secara signifikan.

"Saya mengapresiasi ambisi Presiden Prabowo terkait target Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt serta target kemandirian energi untuk mempercepat transisi. PBB juga sedang bekerja di seluruh kawasan ASEAN melalui Global Grid Accelerator untuk mengembangkan dan memperluas infrastruktur hijau demi memenuhi permintaan global" ungkap Guterres pada acara Foreign Policy Circle Talks bertajuk “Eight Decades of the United Nations: What's Next?” di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin (19/10/ 2026).

Harta mineral kritis

Tak hanya menyoroti transisi energi, PBB juga menekankan posisi penting Indonesia sebagai pemilik cadangan mineral kritis dunia yang dibutuhkan untuk revolusi energi bersih global.

Guterres mengingatkan pentingnya membangun industri hijau lokal agar Indonesia memperoleh porsi nilai ekonomi yang jauh lebih besar dan tidak lagi terjebak dalam sejarah kelam eksploitasi masa lalu.

"Indonesia adalah rumah bagi banyak mineral kritis yang dibutuhkan untuk menggerakkan revolusi energi terbarukan global. Kita harus memastikan bahwa Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya yang sayangnya memiliki sejarah kelam di masa lalu dapat mempertahankan bagian nilai ekonomi yang jauh lebih besar dari mineral tersebut" paparnya.

"Sembari membangun industri lokal dan menciptakan lapangan kerja yang layak. Tidak boleh ada lagi penjarahan, tidak boleh ada lagi eksploitasi, dan kita harus terus menjaga keanekaragaman hayati dunia" ucapnya.

Dana iklim global

Demi menopang ambisi besar negara berkembang seperti Indonesia, PBB mendesak negara-negara maju untuk segera melunasi komitmen pendanaan iklim global sebesar 300 miliar Dolar AS per tahun. Komitmen finansial ini sangat krusial untuk mendukung adaptasi, membiayai dana kerugian dan kerusakan (loss and damage), serta membangun infrastruktur hijau yang tangguh.

"Negara maju harus menepati janji mereka untuk menyediakan 300 miliar Dolar AS per tahun guna mendukung transisi di negara berkembang dan melipatgandakan pendanaan adaptasi. Sangat penting juga untuk menyediakan sumber daya yang jauh lebih besar bagi dana kerugian dan kerusakan (loss and damage), serta memastikan sistem peringatan dini (early warning systems) menjangkau setiap orang" tegasnya.

Peran anak muda

Menutup pemaparannya, Sekjen PBB menyoroti bonus demografi Indonesia di mana hampir separuh populasi berusia di bawah 30 tahun. Energi kaum muda yang melimpah ini, jika dibekali dengan peningkatan keterampilan, kewirausahaan, serta akses pada teknologi canggih seperti Kecerdasan Buatan (AI), akan menjadikan Indonesia sebagai pilar utama tatanan dunia yang inklusif dan berkelanjutan.

"Di sini, di Indonesia, kami menyaksikan kepemimpinan global sekaligus contoh nyata di tingkat nasional. Fokus negara Anda pada ketahanan ekonomi dan sosial menjadi model bagi negara lain mulai dari ketahanan pangan, air, dan energi, hingga penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor industri pertanian, industri hijau, dan industri maritim (blue economy), serta investasi pada kesehatan, pendidikan, dan pelatihan masyarakat untuk membangun ekonomi yang kompetitif dan terus berkembang" paparnya. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Ambisi PLTS 100 GW Prabowo yang dipuji PBB ini bukti kalau masa depan industri Indonesia bakal didominasi green energy dan sustainability. Buat kita anak muda, kekayaan mineral kritis dan teknologi kayak AI bukan sekadar isu iklim, tapi peluang emas buat buka green jobs baru, ningkatin skill, dan ngedorong Indonesia makin standout di kancah global tanpa terjebak eksploitasi gaya lama

PLTS PLTS 100 GW Sekjen PBB Antonio Guterres Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Infografis

Terkini