Presiden Prabowo Spill Strategi Hadapi Fragmentasi Global: Perkuat Jembatan Ekonomi

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 4 September 2026 | 08:29 WIB
Presiden Prabowo Spill Strategi Hadapi Fragmentasi Global: Perkuat Jembatan Ekonomi
Presiden Prabowo Spill Strategi Hadapi Fragmentasi Global: Perkuat Jembatan Ekonomi [Timpres]

astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tegaskan pentingnya penguatan kerja sama perdagangan dengan membangun konektivitas dan berbagai jembatan ekonomi untuk menghadapi berbagai tantangan global termasuk fragmentasi keuangan global.

Presiden Prabowo menilai, kondisi keuangan global yang sedang terjadi ini membuat pembangunan konektivitas menjadi penting, termasuk di sektor pangan, energi, sains, logistik dan perdagangan.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat berpidato sebagai tamu kehormatan utama di forum  Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (03/09/2026).

Spill jurus hadapi fragmentasi global

“Kita bertemu di saat yang penuh tantangan. Saat ini, perdagangan kerap dijadikan senjata, rantai pasok dibentuk ulang oleh rasa saling curiga, dan sektor keuangan terkotak-kotak secara geografis," kata Presiden Prabowo, dikutip astakom.com pada Kamis (03/09/2026).

"Justru karena dunia sedang terfragmentasi, setiap jembatan yang dibangun di sini—baik di bidang pangan, energi, sains, logistik, maupun perdagangan—merupakan sebuah jawaban nyata,” ungkap Presiden Prabowo.

Sistem keuangan dan transaksi internasional

Selanjutnya, di sektor keuangan, Presiden Prabowo menilai kalau ketahanan ekonomi global butuh sistem keuangan yang bisa beroperasi secara berdampingan.

Presiden Prabowo menyebutkan kalau dunia nggak boleh hanya mengandalkan satu arsitektur atau desain keuangan saja, termasuk di sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi internasional.

"Dalam keuangan global, ketahanan membutuhkan lebih dari satu sistem yang berfungsi. Kita tidak boleh bergantung pada satu arsitektur keuangan," kata Presiden RI.

Sistem keuangan yang berdampingan

Jadi perlu adanya sistem lain yang nge-backup dan memfasilitasi arus dana kalau salah satu sistem mengalami gangguan.

“Hal ini bukan tentang mengganti satu sistem dengan sistem lainnya, melainkan tentang memastikan adanya sistem keuangan global lain yang dapat beroperasi berdampingan dengan sistem yang sudah ada demi menjaga keberlangsungan, stabilitas, dan kepercayaan dalam perdagangan internasional,” jelas Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menilai saluran pembayaran dan jalur pembiayaan yang bisa diandalkan, aktivitas perdagangan bisa terhambat. Makanya penguatan berbagai jalur kerja sama ekonomi dan keuangan itu diperlukan untuk menjaga kelancaran perdagangan di tengah fragmentasi ekonomi global. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo menilai dunia lagi menghadapi fragmentasi ekonomi dan keuangan global, jadi Indonesia perlu memperkuat “jembatan” kerja sama di sektor pangan, energi, sains, logistik, dan perdagangan. Di sektor keuangan, Prabowo juga mendorong adanya sistem pembayaran dan pembiayaan alternatif yang bisa berjalan berdampingan, bukan untuk menggantikan sistem yang ada, tapi jadi backup biar perdagangan global tetap lancar dan tahan terhadap gangguan.

EEF EEF Vladivostok EEF 2026 Indonesia Rusia Presiden Prabowo Prabowonomics

Infografis

Terkini