Kemenhub Pastikan Penerbangan Kualanamu Kembali Normal di Tengah Abu Vulkanik Gunung Sinabung

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 4 September 2026 | 09:30 WIB
Kemenhub Pastikan Penerbangan Kualanamu Kembali Normal di Tengah Abu Vulkanik Gunung Sinabung
Kemenhub Pastikan Penerbangan Kualanamu Kembali Normal di Tengah Abu Vulkanik Gunung Sinabung [DJPU Kemenhub]

astakom.com, Jakarta - Aktivitas Gunung Sinabung di Sumatera Utara masih dipantau karena abu vulkanik berpotensi berdampak pada penerbangan. Namun, operasional Bandar Udara Internasional Kualanamu tetap berjalan normal.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memantau aktivitas gunung Sinabung dan pergerakan abu vulkaniknya.

Melansir keterangan resmi Kemenhub yang diterima astakom pada Kamis (03/09/2026), hingga pukul 16.00 WIB tidak terdeteksi abu vulkanik di Kualanamu berdasarkan pemeriksaan paper test.

Abu tak terdeteksi

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan kondisi penerbangan di Kualanamu masih normal.

“Hasil pemantauan pada hari ini (02/09/2026) pukul 16.00 WIB, tidak terdeteksi adanya abu vulkanik di Bandar Udara Internasional Kualanamu hal ini dibuktikan dengan tidak ditemukenalinya abu vulkanik pada paper test. "Pemantauan abu vulkanik menggunakan paper test dilaksanakan di Bandar Udara Internasional Kualanamu pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB," ungkap Lukman F. Laisa.

Berdasarkan SIGMET dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, abu vulkanik Sinabung terpantau hingga ketinggian 14.000 kaki dan bergerak ke barat daya dengan kecepatan sekitar 5 knot. Informasi tersebut berlaku pukul 12.00-18.00 WIB pada 2 September 2026.

Sempat tutup

Pada 1 September 2026, abu vulkanik tipis terdeteksi di area parkir pesawat Kualanamu. Bandara kemudian sempat ditutup sebagai langkah antisipasi berdasarkan NOTAM A3250/26.

Operasional kembali dibuka setelah pemeriksaan kondisi aerodrome dan pemantauan abu vulkanik, berdasarkan NOTAM A3254/26 dan NOTAMC A3251/26.

Akibat penutupan tersebut, 45 penerbangan dibatalkan dan enam penerbangan mengalami penjadwalan ulang.

Keselamatan prioritas

Kemenhub terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, maskapai, dan pihak terkait untuk memantau perkembangan Sinabung. Perubahan arah dan kecepatan angin juga diperhatikan karena dapat memengaruhi pergerakan abu vulkanik.

“Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Setiap perkembangan aktivitas gunung Sinabung dan pergerakan abu vulkaniknya terus kami pantau secara berkala. Apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan, langkah mitigasi akan segera dilakukan sesuai kebutuhan,” jelas Lukman.

Maskapai juga memiliki kewenangan melakukan evaluasi berdasarkan kondisi aktual, termasuk menyesuaikan jadwal, menunda, atau membatalkan penerbangan jika diperlukan. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Penerbangan Kualanamu masih normal, tetapi aktivitas Sinabung tetap dipantau karena kondisi abu vulkanik bisa memengaruhi operasional penerbangan.

kemenhub DJPU Kemenhub Penerbangan Abu Vulkanik Gunung Sinabung Gunung Sinabung Gunung SIna

Infografis

Terkini