Kelas Menengah Kena Sandwich Effect Bantuan, Menkeu Purbaya Spill Solusinya: Genjot Ekonomi Tembus 6%!

Penulis: ⁠Henni Rachma Sari
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 4 September 2026 | 07:30 WIB
Kelas Menengah Kena Sandwich Effect Bantuan, Menkeu Purbaya Spill Solusinya: Genjot Ekonomi Tembus 6%!
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]

astakom.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan soal realita pahit yang dihadapi kelompok kelas menengah di Indonesia. Di saat kelompok masyarakat kelas bawah diguyur berbagai jenis subsidi negara, kelas menengah justru berpotensi "gigit jari" karena tidak tersentuh alokasi bantuan langsung, yang berdampak pada penurunan pendapatan mereka.

Purbaya membeberkan bahwa pemerintah sejauh ini sudah mengelontorkan anggaran dalam jumlah fantastis untuk menopang kelompok rentan. Anggaran subsidi BBM saja menembus angka lebih dari Rp500 triliun, ditambah subsidi non-BBM seperti pendidikan dan sektor lainnya yang mencapai hampir Rp540 triliun.

"Jadi subsidi dari pemerintah cukup besar pemerintah tidak pernah melupakan masyarakat yang membutuhkan. Cuma pertanyaannya sekarang kelas menengah enggak dapat, begitu kan, kelas menengah pendapatannya turun. Ya itulah makanya kita ciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat," tutur Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (03/09/2026).

Target pertumbuhan ekonomi buat level up kelas menengah

Menurut kalkulasi Bendahara Negara tersebut, laju pertumbuhan ekonomi yang masih mengendap di bawah angka 5% memicu deindustrialisasi, yang berujung pada makin terbatasnya penciptaan lapangan kerja formal. Kondisi inilah yang mengikis daya tahan ekonomi kelas menengah.

Oleh karena itu, target ekstrem pertumbuhan ekonomi hingga 8% ditancapkan sebagai sasaran jangka panjang, yang bakal dieksekusi secara bertahap. Purbaya memproyeksikan, ketika pertumbuhan ekonomi nasional berhasil menyentuh angka 6% hingga 6,5%, ruang bagi penciptaan lapangan kerja formal baru bakal terbuka lebar.

"Tujuannya apa? Kita tuh bisa menciptakan lapangan kerja formal yang berkesinambungan kalau tumbuh di atas 6 di atas 6,5 lah kira-kira itu. Kita akan bergerak ke arah sana sekarang untuk memastikan pertumbuhan ekonominya bisa menciptakan lapangan kerja formal," urainya.

Jika laju pertumbuhan tersebut konsisten terjaga, sektor industri yang hidup kembali akan memicu lahirnya kelas menengah baru. Purbaya optimistis lewat percepatan transformasi ekonomi—salah satunya difokuskan pada program hilirisasi—kondisi kelas menengah Indonesia bakal kembali bangkit dalam kurun waktu satu hingga dua tahun mendatang. (RaM/aNs)

Gen Z Takeaway

Fakta pahit: Kelas menengah memang gak dapat guyuran subsidi ratusan triliun kayak kelas bawah, makanya pendapatannya terasa makin kecekik! Tapi Menkeu Purbaya gak tinggal diam. Kemenkeu siap nge-bost pertumbuhan ekonomi ke level 6%–6,5% lewat hilirisasi. Tujuannya? Biar lapangan kerja formal makin melimpah dan kelas menengah bisa comeback lebih kuat dalam 1–2 tahun ke depan!

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kelas Menengah perekonomian nasional Pertumbuhan Ekonomi Kementerian Keuangan

Infografis

Terkini