BGN Jamin Anggaran MBG Tahun 2027 Mampu Capai Target Pemenuhan Gizi Nasional

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 4 September 2026 | 09:15 WIB
BGN Jamin Anggaran MBG Tahun 2027 Mampu Capai Target Pemenuhan Gizi Nasional
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono [Dok. BGN]

astakom.com, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan anggaran tahun 2027 bisa menyasar 72,4 juta penerima manfaat. Target ini mencakup anak sekolah usia PAUD-SMA sampai kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

Berdasarkan surat bersama pagu indikatif Menteri Keuangan Nomor S-228/MK.03/2026 dan Menteri PPN/Kepala Bappenas nomor B-385/D.9/PP.04.03/05/2026 tanggal 7 Mei 2026, total anggaran tahun 2027 untuk BGN tembus Rp240,2 triliun.

"Anggaran tersebut terdiri atas program pemenuhan gizi nasional Rp232,8 triliun (96,95 persen) dan dukungan manajemen Rp7,32 triliun (3,05 persen). Kami terus berusaha untuk terus bekerja dengan tim, dengan dukungan moral Komisi IX kami akan terus memperbaiki tata kelola Program MBG ini guna mencapai target pemenuhan gizi nasional," ungkap Kepala BGN Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX yang dipantau dari Jakarta, Kamis (03/09/2026).

Alokasi dana dan target penerima manfaat

Sudaryono menjelaskan, anggaran tahun 2027 BGN per program sesuai Surat Bersama Pagu Anggaran (SBPA) untuk penyediaan dan penyaluran MBG untuk anak sekolah sebesar Rp198,9 triliun, sedangkan untuk sasaran 3B yakni Rp33,5 triliun.

Gak main-main, target penerima manfaat bagi anak sekolah usia PAUD hingga SMA di tahun 2027 mencapai 60,5 juta orang, sementara untuk sasaran 3B menyasar 11,8 juta orang.

Pastikan pengelolaan uang rakyat dengan benar

BGN juga secara konsisten melatih akuntan di SPPG untuk memperbaiki laporan pertanggungjawaban keuangan Program MBG.

Sudaryono menegaskan, tujuan pelaksanaan pelatihan tersebut yakni memastikan pengelolaan uang rakyat di dapur MBG berjalan kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Tujuan dilaksanakan training ini bagaimana laporan keuangan, uang yang Anda kelola di semua dapur adalah uang rakyat. Uang yang Anda kelola, masak, dan bagikan dalam bentuk makanan kepada penerima manfaat adalah uang rakyat, bersumber dari rakyat dan pertanggungjawabannya harus jelas," kata Sudaryono.

Kepala BGN menegaskan, apabila ada kelalaian dalam pertanggungjawaban Program MBG, maka banyak implikasi yang akan berpengaruh pada kerugian negara, mengingat BGN memegang alokasi APBN paling besar dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

BGN menargetkan 72,4 juta penerima manfaat MBG pada 2027 dengan anggaran Rp240,2 triliun, mayoritas dialokasikan untuk pemenuhan gizi nasional. Skala anggaran yang besar ini menuntut tata kelola dan pertanggungjawaban yang makin ketat, termasuk penguatan kapasitas akuntan SPPG, agar uang rakyat benar-benar dikelola secara kredibel dan berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat.

Sudaryono Kepala BGN Kepala BGN Sudaryono Anggaran MBG

Infografis

Terkini