Dominasi Investor Lokal di SBN Tembus 87,5%, Menkeu Purbaya: Risiko Utang Aman, Uangnya Mutar di Dalam Negeri!
astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kepemilikan utang pemerintah saat ini jauh lebih aman dan terkendali. Pasalnya, sebanyak 87,5% Surat Berharga Negara (SBN) kini dikuasai oleh investor domestik. Dominasi pemain lokal ini dinilai ampuh menjaga stabilitas pembiayaan pemerintah, sekaligus memastikan pembayaran bunga utang tetap berputar di dalam negeri.
Purbaya membeberkan bahwa rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara—yang menjadi fokus perhatian lembaga pemeringkat internasional S&P—saat ini turun ke angka sekitar 14%, dari yang sebelumnya berada di atas 15%. Penurunan rasio ini terjadi seiring dengan optimalnya penerimaan pajak.
"Sekarang keadaannya agak bagus, 87,5% dipegang domestic player. Artinya stabilitas kita bisa terjaga," ujar Purbaya usai menghadiri Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis (03/09/2026).
Guna menekan beban bunga lebih jauh, pemerintah juga gencar berburu sumber pembiayaan murah di pasar global. Salah satunya melalui penerbitan surat utang di Tiongkok yang berhasil mengamankan tingkat bunga cukup rendah, yakni sekitar 1,9% untuk tenor tiga tahun dan 2,18% untuk tenor lima tahun.
"Jadi kita bisa diversifikasi ke sumber pendanaan yang lebih murah, sehingga net pembayaran kita ke depan bisa ditekan ke bawah," jelasnya.
Purbaya menggarisbawahi bahwa penarikan dana dari Tiongkok maupun negara lain murni menggunakan instrumen surat utang, bukan lewat skema pinjaman bilateral. Pemerintah juga berencana menjajaki pasar Jepang dan Eropa demi mengamankan pendanaan dengan biaya yang makin kompetitif.
Bunga utang gak lari ke luar negeri
Manfaat mendasar dari dominasi investor lokal di SBN adalah dampaknya bagi perputaran ekonomi domestik. Menurut Purbaya, alokasi pembayaran bunga utang kini mengalir langsung ke sektor perbankan, dana pensiun, serta investor dalam negeri lainnya.
"Uangnya tidak lari ke luar, tapi masuk ke dalam," tegas Purbaya.
Guna menjaga tingkat imbal hasil (yield) SBN agar tidak terlampau tinggi, pemerintah bakal terus mencermati arah kebijakan bank sentral dan siap menyiagakan instrumen stabilisasi pasar jika diperlukan. Purbaya mencontohkan penggunaan Bond Stabilization Fund yang terbukti efektif menekan yield secara signifikan meski hanya menggunakan dana terbatas.
Di samping itu, efektivitas pengelolaan ekonomi nasional kini makin solid lewat penguatan koordinasi di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan kini berjalan jauh lebih fleksibel.
"Dulu ketika bicara cenderung terlalu silo-silo, sekarang sudah mulai cenderung ada diskusi cross-sector," tutup Purbaya. (RaM/aNs)
Gen Z Takeaway
Struktur utang negara makin safe! Dengan 87,5% SBN yang dipegang investor lokal, bayar bunga utang gak akan "kabur" ke luar negeri melainkan mutar lagi di bank dan danpen dalam negeri. Menkeu Purbaya juga sukses nyari pinjaman murah di pasar surat utang Tiongkok buat nekan beban pembayaran. Ditambah kerja sama KSSK yang gak lagi silo-siloan, stabilitas ekonomi nasional dipastikan bakal makin terjaga!









