Bicara di Rusia, Presiden Prabowo Tegaskan Pembangunan Harus demi Kehidupan Rakyat

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 4 September 2026 | 09:45 WIB
Bicara di Rusia, Presiden Prabowo Tegaskan Pembangunan Harus demi Kehidupan Rakyat
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin menggelar pertemuan bilateral dengan format working lunch saat Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, Rusia, Kamis (03/09/2026). [Timpres]

astakom.com, Jakarta – Pembangunan nasional itu hasil nyatanya harus beneran kerasa sampai ke kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan cuma bikin untung segelintir pihak doang. Pesan tersebut ditegasin langsung sama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pas menyampaikan pidatonya di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang digelar di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis (03/09/2026).

Mengusung tema besar forum, “The Far East: Development for the Benefit of People,” Presiden Prabowo bilang kalau semangat pembangunan yang fokusnya penuh buat kepentingan rakyat ini adalah mandat mutlak yang beliau terima dari masyarakat Indonesia. Kepala Negara turut menekankan filosofi ekonomi Indonesia dengan fondasi realisme, pragmatisme, dan usaha dalam mendatangkan benefit sebesar-besarnya bagi sejumlah rakyat.

Fokus untuk rakyat

“Pembangunan tidak bisa hanya menguntungkan segelintir orang. Pembangunan harus diukur dari meja makan keluarga biasa: apakah anak-anak mendapatkan makanan bergizi, apakah petani dapat memperoleh pupuk dan menjual hasilnya dengan harga yang adil, apakah keluarga dapat tinggal di rumah yang layak, apakah anak-anak muda mendapatkan pekerjaan produktif, dan apakah listrik menjangkau setiap rumah di setiap desa,” tutur Presiden.

Filosofi itu juga yang jadi landasan buat berbagai acara utama pemerintah saat ini. Mulai dari penyediaan Makan Bergizi Gratis buat anak-anak dan ibu, pencapaian swasembada pangan dan ketahanan energi, sampai percepatan hilirisasi industri biar kekayaan sumber daya alam Indonesia bisa menciptakan industri, keterampilan, plus lapangan kerja di dalam negeri.

“Inilah mengapa kita mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, bukan pertumbuhan hanya demi pertumbuhan, tetapi pertumbuhan yang dapat mengangkat jutaan rakyat keluar dari kemiskinan menuju kehidupan yang bermartabat,” jelas Presiden.

Saling melengkapi

Nggak cuma bahas filosofi, Presiden Prabowo juga menyoroti potensi besar dari kolaborasi ekonomi antara Indonesia dan Rusia. Ia berpendapat kalau bedanya karakter ekonomi kedua negara justru jadi power tersendiri karena bisa saling melengkapi satu sama lain. Rusia punya gandum, pupuk, energi, ilmu pengetahuan, dan teknologi rekayasa maju. Di satu sisi, Indonesia punya kelapa sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, barang konsumsi, tenaga kerja muda, sekaligus akses ke pasar ASEAN.

Dampak positif dari makin eratnya hubungan kedua negara ini udah kelihatan dari angka perdagangan bilateral tahun 2025 yang hampir menyentuh angka 5 miliar dolar AS naik 21,7 persen daripada tahun 2024 dan melesat 33,7 persen dari tahun 2023. Tapi buat Presiden, angka ini masih langkah awal.

“Capaian ini baru permulaan, bukan batas tertinggi,” ungkap Presiden Prabowo.

Target nyata perdagangan

Di hadapan peserta forum, Presiden Prabowo menyerukan Indonesia dan Rusia buat pasang goal yang lebih ambisius menggandakan nilai perdagangan bilateral pada periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–Eurasian Economic Union (EAEU). Target tinggi ini dioptimalkan lewat ekonomi yang saling melengkapi, pemberlakuan FTA yang diproyeksikan mulai jalan awal 2027, serta kolaborasi yang makin erat antar-pelaku usaha.

Selain soal angka dan perdagangan, Presiden juga membagikan pengalaman sukses ASEAN dalam merawat perdamaian lewat jalur konsultasi dan kolaborasi. Langkah ASEAN yang selalu ngutamin konsultasi dibanding konfrontasi terbukti menghasilkan peace dividend selama hampir enam dekade. Efeknya, roda ekonomi, pendidikan, perdagangan, sampai kehidupan masyarakat bisa berkembang pada kondisi yang aman dan stabil.

Implementasi bebas bea

Presiden RI menambahkan, Indonesia mengajak Rusia dan seluruh anggota EAEU buat memperlebar benefit itu dengan mengoneksikan Eurasia secara lebih erat dengan Asia Tenggara. Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–EAEU sendiri udah resmi ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025, diantaranya penghapusan atau pengurangan bea atas 11.882 pos tarif, alias lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan.

Presiden Prabowo mengungkapkan kalau Indonesia udah merampungkan persetujuan parlemen dan beliau sendiri udah menandatangani peraturan presiden untuk ratifikasi perjanjian tersebut pada Juli 2026. Mumpung proses di dalam negeri udah kelar, Kepala Negara mendorong seluruh negara anggota EAEU buat buru-buru menyelesaikan prosedur internal mereka biar perjanjian ini bisa langsung dicoba dan dirasakan manfaatnya.

“Indonesia ingin perjanjian ini berlaku dan digunakan sesegera mungkin setelah pertukaran notifikasi memungkinkan. Saya mengajak setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internalnya sehingga kita dapat segera memanfaatkan perjanjian ini,” papar Presiden RI.

Presiden Prabowo menekankan kalau FTA ini nggak boleh cuma berhenti di atas kertas, tapi wajib langsung diterjemahkan jadi aksi perdagangan yang nyata. Delegasi bisnis Indonesia yang ikut datang di Vladivostok pun langsung diarahkan buat prepare pengiriman perdana, nyari pembeli, memastikan rute logistik, sampai menyiapkan mekanisme pembayaran. Jadi pas jadwal tarif mulai berlaku, barang, rute, dan kontraknya udah ready.

“Forum ini harus menjadi marketplace dari perjanjian tersebut,” tutup Presiden.

Lewat forum di Vladivostok, Presiden Prabowo mempertegas komitmen diplomasi ekonomi Indonesia. Menurutnya, perjanjian tidak boleh berhenti melainkan harus menjadi aktivitas perdagangan, menghasilkan lapangan kerja baru, serta membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Diplomatik bukan cuma soal gaya atau angka di atas kertas, tapi harus kerasa efeknya sampai ke meja makan dan dompet masyarakat. Kerja sama RI-Rusia lewat FTA EAEU ditargetkan langsung jalan buat membuka lapangan kerja baru, memperluas pasar ekspor, dan bikin harga kebutuhan pokok makin stabil buat generasi muda ke depannya!

EEF EEF 2026 EEF Vladivostok Eastern Economic Forum (EEF) Presiden Prabowo

Infografis

Terkini