Awal Bulan IHSG Dibuka Menguat 0,39%, Wall Street Malah Kompak Merah
astakom.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini, Rabu (02/09/2026) dibuka di zona hijau dengan menguat sebanyak 0,39 persen ke level 6.625. Berdasarkan data dari IDX, IHSG sebelumnya ditutup di angka 6.599,94 pada Selasa (01/09/2026).
Overall dalam sesi pertama dan pembukaan ini saham yang diperdagangkan mayoritas stagnan atau berada di angka yang tetap. Lebih rinci lagi, dari total saham yang diperdagangkan sebanyak 244 saham menguat, kemudian 69 saham melemah, dan 650 saham lainnya stagnan.
Dari segi volume transaksi tercatat sebanyak 460 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp314 miliar. Di sisi frekuensi perdagangan tercatat, pagi ini transaksi terjadi sebanyak 43 ribu kali.
Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp11.540 triliun.
Indeks sektoral menguat
Berdasarkan indeks sektoral, mayoritas saham berada di zona hijau, sekaligus menopang pergerakan pembukaan IHSG di pagi ini yang positif naik dibandingkan dengan penutupan sebelumnya. Dari sektor energi tercatat ada kenaikan 0,59 persen.
Di sektor keuangan juga mencatatkan kenaikan sebanyak 0,73 persen, dan sektor siklikal kepush di angka 0,80 persen.
Wall Street kompak merah
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street mengawali September dengan ditutup melemah dan ini menjadi salah satu kinerja terburuk secara historis, pada perdagangan Selasa (01/09/2026).
Catatan penurunan Wall Street ini disebutkan terjadi di tengah lonjakan harga minyak dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Treasury.
Berdasarkan data yang dihimpun astakom.com, di Amerika Serikat sendiri data ekonominya menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang melambat namun overall angkanya masih tergolong tetap tangguh. Sehingga probabilitas pergerakan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sebagian besar tidak berubah.
Pasar AS soroti harga minyak
Diketahui, pada penutupan perdagangan waktu Amerika Serikat, Indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi merosot 1 persen dan ditutup pada level 26.099,77 poin.
Selanjutnya, indeks acuan S&P 500 juga turun 0,7 persen menjadi 7.632,70 poin. Diikuti dengan indeks saham unggulan (blue chip) Dow Jones Industrial Average yang ikut turun 0,8 persen ke posisi 52.767,59 poin.
Sebenarnya, investor baru saja melewati kinerja positif di Agustus lalu yang sebagian besar dipush oleh musim laporan keuangan yang kuat dan sedikit rebound di sektor kecerdasan buatan (AI).
Namun, pasar saham mengalami pergerakan yang sangat fluktuatif dipicu oleh volatilitas harga minyak yang berkelanjutan dan aksi jual di pasar obligasi, sehingga di Wall Street tercipta pola reli yang diikuti koreksi harga. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
IHSG buka perdagangan Rabu (2/9/2026) dengan naik 0,39% ke level 6.625, ditopang penguatan sektor energi, keuangan, dan siklikal. Di sisi lain, Wall Street justru lagi kurang oke setelah Nasdaq, S&P 500, dan Dow Jones kompak melemah di tengah lonjakan harga minyak serta kenaikan yield Treasury. Jadi, pasar global masih cukup volatile dan investor perlu tetap waspada melihat arah suku bunga The Fed serta pergerakan harga minyak.









