El Nino Sangat Kuat, BMKG Ungkap Potensi Kekeringan hingga September

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 3 September 2026 | 16:17 WIB
El Nino Sangat Kuat, BMKG Ungkap Potensi Kekeringan hingga September
El Nino Sangat Kuat, BMKG Ungkap Potensi Kekeringan hingga September (Ilustrasi/Brin)

astakom.com, Jakarta - Indonesia masih menghadapi kondisi atmosfer yang cukup kering di tengah berlangsungnya musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat fenomena El Niño berada pada intensitas sangat kuat sehingga sejumlah wilayah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan.

Melansir dari keterangan resmi BMKG dalam analisis dinamika atmosfer Dasarian III Agustus 2026 yang dirilis 2 September 2026, BMKG mencatat indeks ENSO rata-rata tiga bulanan periode Juni-Juli-Agustus (JJA) berada di angka 2,2. Angka tersebut menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat.

Kondisi tersebut berjalan beriringan dengan minimnya curah hujan di banyak wilayah. BMKG mencatat 92,80 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah pada Dasarian III Agustus, sedangkan 93,96 persen wilayah memiliki sifat hujan di bawah normal.

El Nino masih sangat kuat

Selain ENSO, BMKG juga memantau perkembangan Indian Ocean Dipole (IOD) yang berada pada indeks +0,290 pada Dasarian III Agustus, sementara nilai bulan Agustus tercatat +0,376.

Pada periode yang sama, nilai anomali suhu muka laut (SSTA) di wilayah Nino 3.4 mencapai +2,74, dengan nilai bulanan Agustus sebesar +2,83. Sementara itu, indeks ENSO tiga bulanan JJA mencapai 2,2 yang masuk kategori El Nino sangat kuat.

Pengaruh kondisi tersebut ikut terlihat dari perkembangan musim kemarau. BMKG mencatat sebanyak 567 Zona Musim (ZOM), atau sekitar 81,1 persen wilayah Indonesia, masih berada dalam periode musim kemarau pada Dasarian III Agustus 2026.

Wilayah yang mengalami musim kemarau mencakup sebagian Aceh, sebagian besar Sumatera Utara, Sumatrea Barat dan Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung hingga berbagai wilayah di Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan sebagian Kalimantan.

Waspada kekeringan september

Memasuki Dasarian I September 2026, BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis dengan tingkat risiko mulai dari Waspada, Siaga hingga Awas.

Kategori Waspada mencakup beberapa kabupaten di Sumatera bagian selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan bagian tengah hingga utara, serta Sulawesi bagian tengah.

Sementara kategori Siaga meliputi beberapa wilayah di Sumatera bagian selatan, sebagian kecil Jawa dan Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, serta sebagian besar Papua.

Untuk kategori Awas, BMKG mencatat beberapa wilayah di Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa dan Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan, serta sejumlah wilayah Sulawesi dan Kepulauan Maluku.

Peringatan ini bukan berarti seluruh wilayah tersebut pasti mengalami kekeringan, tetapi menunjukkan adanya wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan berdasarkan kondisi dan prediksi iklim yang dipantau BMKG.

Menariknya, pada periode yang sama BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk kategori Waspada, Siaga maupun Awas pada Dasarian I September 2026.

Hujan masih terbatas

Gambaran kondisi kering juga terlihat dalam prediksi curah hujan September. BMKG memperkirakan curah hujan pada Dasarian I hingga III September 2026 secara umum berada pada kategori rendah hingga menengah, sekitar 0–150 milimeter per dasarian.

Curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian juga berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, terutama Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan sebagian Papua.

Untuk skala bulanan, BMKG memprakirakan curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan berpeluang tinggi pada September di sejumlah wilayah seperti Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku dan sejumlah wilayah Papua.

Kondisi serupa masih berpotensi muncul secara terbatas pada Oktober hingga November 2026. Namun, untuk Desember 2026 sampai Februari 2027, BMKG tidak memprakirakan adanya kejadian curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan dengan peluang tinggi.

Artinya, September menjadi salah satu periode yang perlu mendapat perhatian karena kombinasi El Nino sangat kuat, dominasi musim kemarau dan rendahnya curah hujan dapat meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

El Nino lagi berada di level sangat kuat, sementara sebagian besar Indonesia masih menjalani musim kemarau. Jadi, September bukan waktunya santai soal air. Wilayah yang masuk peta Waspada, Siaga dan Awas perlu lebih siap mengatur penggunaan air serta mengantisipasi dampak kondisi kering.

BMKG Perkiraan BMKG Informasi BMKG Perkiraan Cuaca BMKG El ñino 2026 El Nino Godzilla El Nino

Infografis

Terkini