Gusi Sering Berdarah Saat Sikat Gigi? Jangan Dianggap Sepele, Yuk Simak Penjelasannya
astakom.com, Jakarta - Pernah lagi sikat gigi, tiba-tiba busanya berubah merah karena gusi berdarah? Kondisi ini memang cukup sering terjadi dan kadang dianggap sepele. Padahal, gusi yang gampang berdarah bisa menjadi tanda kalau kesehatan mulut sedang tidak baik-baik saja.
Salah satu penyebab yang paling umum adalah penumpukan plak, yaitu lapisan lengket berisi bakteri yang menempel di permukaan gigi. Kalau tidak dibersihkan secara rutin, plak bisa mengiritasi gusi hingga membuatnya merah, bengkak, dan mudah berdarah. Kondisi ini dikenal sebagai gingivitis atau peradangan gusi tahap awal.
Melansir dari laman National Institute of Dental and Craniofacial Research (NIDCR) pada Rabu, (02/09/2026) bukan berarti setiap gusi berdarah langsung menandakan penyakit serius. Namun, kalau kejadian ini terus berulang, ada baiknya jangan cuma dianggap sebagai efek dari sikat gigi. Kondisi tersebut perlu diperhatikan, apalagi jika disertai gusi bengkak, nyeri, bau mulut, atau gigi terasa longgar.
Plak bisa jadi biang masalah
Plak yang dibiarkan menumpuk bisa mengeras menjadi karang gigi atau tartar. Berbeda dengan plak biasa, karang gigi tidak bisa dibersihkan hanya dengan sikat gigi dan perlu ditangani melalui pembersihan profesional oleh dokter gigi atau tenaga kesehatan gigi.
NIDCR menjelaskan, gingivitis akibat penumpukan plak umumnya masih bisa dibalikkan dengan kebiasaan menjaga kebersihan mulut secara rutin. Namun, jika dibiarkan, peradangan dapat berkembang menjadi penyakit gusi yang lebih serius dan memengaruhi jaringan serta tulang yang menopang gigi.
“Membersihkan sela-sela gigi membantu menghilangkan plak di bagian yang tidak bisa dijangkau sikat gigi,” jelas Dr. Jennifer Webster-Cyriaque.
Jangan malah berhenti sikat gigi
Ketika gusi berdarah, sebagian orang justru memilih mengurangi atau menghentikan aktivitas menyikat gigi karena takut perdarahannya makin parah. Padahal, kebersihan mulut tetap perlu dijaga.
NIDCR merekomendasikan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride. Membersihkan sela-sela gigi secara rutin dengan benang gigi atau alat pembersih interdental juga membantu mengurangi plak yang tidak terjangkau bulu sikat.
American Dental Association juga menjelaskan bahwa bulu sikat gigi saja tidak cukup efektif untuk membersihkan ruang sempit di antara gigi. Karena itu, pembersihan sela-sela gigi dapat menjadi bagian penting dari rutinitas menjaga kesehatan gusi.
Yang tidak kalah penting, jangan memaksa benang gigi atau alat pembersih interdental masuk ke sela gigi dengan keras. NIDCR menyarankan penggunaannya dilakukan secara lembut agar tidak melukai gusi.
Kapan harus ke dokter gigi?
Kalau gusi hanya sesekali berdarah, langkah pertama adalah mengevaluasi kembali kebiasaan membersihkan gigi dan sela-selanya. Namun, perdarahan yang terus berulang sebaiknya tidak diabaikan.
NHS menyarankan pemeriksaan ke dokter gigi jika gusi berdarah saat menyikat gigi atau makan makanan keras, terlebih jika muncul gusi yang merah, bengkak, sakit, atau bau mulut.
Pemeriksaan juga semakin penting jika gigi mulai terasa longgar, gusi terlihat menyusut, muncul rasa sakit saat mengunyah, atau terdapat pembengkakan yang cukup parah. Gejala seperti ini bisa berkaitan dengan penyakit gusi yang lebih lanjut dan membutuhkan penanganan profesional.
Selain kebersihan mulut, beberapa faktor seperti merokok, diabetes, perubahan hormon, kondisi kesehatan tertentu, dan faktor genetik juga dapat berkaitan dengan risiko penyakit gusi.
Jadi, gusi berdarah saat sikat gigi bukan sesuatu yang perlu langsung bikin panik, tetapi juga jangan terus dianggap normal. Mulai dari kebiasaan sederhana seperti sikat gigi dua kali sehari, membersihkan sela-sela gigi, dan rutin melakukan pemeriksaan gigi. Kalau perdarahan tidak kunjung membaik atau muncul gejala lain, waktunya spill kondisi tersebut ke dokter gigi, bukan cuma diabaikan. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Gusi berdarah bukan sekadar “sikat gigi terlalu kencang”. Bisa jadi ada plak dan peradangan yang perlu dibereskan. Rawat dari sekarang, karena menjaga gusi tetap sehat jauh lebih worth it daripada menunggu sampai gigi ikut bermasalah.








