Speak Up di EEF ke-11, Prabowo Tegaskan Pasifik Jalan Ekonomi Indonesia–Rusia
astakom.com, Jakarta – Langkah diplomasi Indonesia di kancah internasional makin slay. Presiden RI Prabowo Subianto mendadak jadi sorotan dunia setelah hadir sebagai tamu kehormatan utama di ajang Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Event besar yang digelar di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026) ini berlangsung atas undangan langsung dari Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Forum ekonomi internasional yang berlangsung sepanjang 1–4 September 2026 tersebut mengusung tema “The Far East: Development for the Benefit of the People”. Ajang bergengsi ini mempertemukan jajaran pejabat elit pemerintah, top leader bisnis, hingga para pakar global dari berbagai belahan dunia.
Dalam susunan acara, Presiden Putin tampil membuka sesi pidato sebelum memberikan panggung utama kepada Presiden Prabowo. Setelah jajaran pemimpin tertinggi Indonesia dan Rusia menyampaikan pandangannya, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari para pemimpin negara mitra lainnya.
Panggung kehormatan
Beberapa figur penting yang turut menyampaikan pandangan di antaranya Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Ding Xuexian.
Visi Putin
Pada orasinya, Presiden Putin memberikan apresiasi yang tinggi atas hadirnya para pemimpin dan delegasi internasional di EEF ke-11. Ia menggarisbawahi kalau wilayah Asia-Pasifik saat ini memegang peranan kunci yang super krusial bagi masa depan ekonomi dunia.
“Kawasan Asia-Pasifik, yang merupakan pusat pertumbuhan yang kuat dan menentukan laju pembangunan bagi seluruh perekonomian global,” papar Presiden Putin.
Putin menegaskan kalau Rusia terus aktif menggeber kerja sama investasi dan perdagangan di kawasan Asia-Pasifik secara setara. Menurutnya, pendekatan ini dilakukan lewat berbagai asosiasi integrasi regional yang solid.
”Arah strategis kami adalah menjadikan Timur Jauh sebagai wilayah kerja sama dan perubahan dinamis di bidang ekonomi dan infrastruktur, dalam pengembangan teknologi dan pelatihan tenaga kerja, dan tentu saja di bidang sosial,” ucap Presiden Putin.
Kode kunjungan balasan
Membuka pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Putin, Pemerintah Federasi Rusia, serta Roscongress Foundation atas sambutan hangat dan undangan kehormatan tersebut.
Fakta menariknya, momen ini merupakan kedatangan kedua Prabowo ke Rusia di tahun yang sama. Prabowo berharap sinergi ini makin mempererat hubungan bilateral kedua negara, sekaligus membuka jalan agar Presiden Putin dan para peserta forum bisa ganti berkunjung ke Indonesia.
”Saya berharap dapat membalas keramahan yang diberikan Rusia kepada saya dan menyambut Presiden Putin serta banyak dari Anda di Indonesia,” ucap Presiden Prabowo.
Prabowo secara terbuka nge spill alasan di balik langkah strategis Indonesia membangun jembatan kerja sama yang lebih kokoh dengan kawasan Rusia Timur Jauh serta Eurasian Economic Union (EAEU). Terletak di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, Indonesia punya posisi geografis yang sangat strategis untuk mengunci peluang ekonomi di wilayah Eurasia.
”Indonesia, yang terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik, berupaya membangun jembatan yang lebih kuat ke Timur Jauh Rusia dan ke Uni Ekonomi Eurasia,” jelasnya.
Prabowo juga menyoroti kesamaan antara Indonesia dan Rusia yang sama-sama memiliki bentang wilayah yang sangat luas. Tantangan nyata bagi negara berukuran raksasa adalah ketika pusat pemerintahan terasa berjarak dengan masyarakat di kawasan perbatasan.
Pasifik jadi jalan tol
Akan tetapi bagi Prabowo, jarak geografis puluhan ribu kilometer antara Vladivostok dan Indonesia bukan alasan untuk berjarak. Samudra Pasifik seharusnya tidak lagi dipandang sebagai benteng pemisah antara kedua negara.
”Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita,” ungkap Presiden Prabowo.
Pernyataan tersebut menjadi highlight utama dari kehadiran Prabowo di EEF ke-11. Indonesia menegaskan komitmennya untuk memandang kawasan Pasifik bukan sebagai rintangan atau batas peta, melainkan sebagai ruang strategis untuk memperkuat konektivitas.
Lewat kemitraan yang makin erat bersama Rusia dan kawasan Eurasia, Indonesia bermaksud memanfaatkan kedekatan di kawasan Pasifik ini untuk menggenjot perdagangan, menjaring investasi baru, serta menghadirkan dampak positif yang nyata bagi masyarakat di kedua negara. (nAD/RaM/aNs)
Gen Z Takeaway
Indonesia fix makin slay di panggung global! Diundang langsung sama Vladimir Putin ke Rusia, Presiden Prabowo tegaskan kalau Samudra Pasifik tuh bukan penghalang, melainkan jalan tol ekonomi buat ngebuka peluang investasi, perdagangan, dan konektivitas baru bareng kawasan Eurasia.









