Resmi Tutup Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo Tegaskan Jaga Kerukunan, Berdayakan Umat!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 1 September 2026 | 08:30 WIB
Resmi Tutup Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo Tegaskan Jaga Kerukunan, Berdayakan Umat!
Resmi Tutup Muktamar NU ke 35, Presiden Prabowo Tegaskan Jaga Kerukunan, Berdayakan Umat! [Kemenag]

astakom.com, Jakarta – Pengokohan kerukunan dan semangat gotong royong fix jadi pondasi penting buat pemerintah demi mendongkrak kesejahteraan sekaligus pemberdayaan umat.

Pesan berbobot ini ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pas menutup perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Guyub di Jombang

Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI mengapresiasi jalannya Muktamar yang berlangsung adem dan penuh kedamaian. Suasana yang guyub dan rukun dari para peserta diharapkan bisa jadi contoh nyata buat kehidupan bermasyarakat, sekaligus jadi bekal sosial yang real buat membangun bangsa.

“Selamat. Ini adalah contoh teladan organisasi masyarakat, Muktamar dengan guyub dan kita terima perbedaan serta dinamika yang sehat, damai, dan rukun,” tutur Presiden Prabowo, Senin (31/08/2026).

Fokus hapus kemiskinan

Di depan para jajaran pengurus NU, Presiden Prabowo memaparkan kalau transformasi bangsa yang lagi digenjot pemerintah saat ini benar-benar fokus pada upaya penyelesaian kemiskinan.

Pemerintah terus mendongkrak pengokohan kemandirian umat lewat kerjasama yang makin solid bareng organisasi kemasyarakatan keagamaan.

“Jadi saya kira ini kewajiban kita bersama bahwa fokus perhatian dari strategi transformasi bangsa kita sekarang adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya masyarakat Indonesia keluar dari kemiskinan,” jelasnya.

Peran sentral NU

Sebagai salah satu ormas keagamaan terbesar di Tanah Air, NU dinilai punya fungsi yang amat sentral selaku kekuatan sosial masyarakat. Sinergi dan kerja sama antar-elemen bangsa dianggap jadi kunci utama biar masyarakat bisa meraih kehidupan yang layak dan punya daya saing tinggi.

“NU bersama seluruh masyarakat Indonesia bergotong royong, bekerja sama di segala bidang,” ucap Presiden.

Ekonomi umat mandiri

Lebih lanjut, pemberdayaan ekonomi tersebut nggak cuma sekadar wacana, tapi harus diwujudkan lewat pemenuhan kebutuhan dasar yang benar-benar nyata. Kehadiran negara bareng elemen masyarakat diharapkan bisa membangun ketahanan ekonomi umat, biar masyarakat nggak terjebak dalam lingkaran pinjaman yang mencekik.

“NU, ormas terbesar, sangat berkepentingan untuk kita saling bekerjasama dalam memastikan umat dan masyarakat bisa meraih tingkat hidup yang layak. Makan dengan layak, rumah layak, penghasilan tiap bulan yang cukup sehingga tidak perlu pinjam rentenir,” ungkap Prabowo.

Acara penutupan Muktamar Ke-35 NU ini juga makin hangat dengan kehadiran Menteri Agama Nasaruddin Umar beserta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih. Nggak ketinggalan, hadir pula Gubernur Jawa Timur, Panglima TNI, Kapolri, jajaran pengurus NU, para masyayikh, hingga para kader NU dari berbagai daerah. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Beda pendapat pas event besar itu wajar, asal tetep vibes-nya adem dan guyub kayak Muktamar NU ini! Intinya, kolaborasi bareng itu kunci buat ngentasin kemiskinan dan bantu ekonomi masyarakat biar nggak terjebak pinjol atau rentenir—stay rukun, stay empowered!

Muktamar NU Muktamar Ke-35 NU Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Presiden Prabowo

Infografis

Terkini