Presiden Iran Pilih Tolak Perang Setelah AS Gempur Pulau Larak

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 1 September 2026 | 01:08 WIB
Presiden Iran Pilih Tolak Perang Setelah AS Gempur Pulau Larak
Presiden Iran Pilih Tolak Perang Setelah AS Gempur Pulau Larak [Ilustrasi Presiden Iran Masoud Pezeshkian/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta – Ketegangan di Timur Tengah makin memanas. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, baru saja merilis statement tegas setelah Amerika Serikat (AS) mendadak melancarkan serangan ke Pulau Larak pada akhir pekan lalu. Pezeshkian menegaskan kalau Iran sejatinya tidak ingin berperang, namun siap memberikan balasan tajam jika terus-terusan diusik.

Respons Pezeshkian

Keterangan tersebut diungkapkan Pezeshkian pada Senin (31/08/2026), tepat sebelum pergi menuju Bishkek, Kirgizstan, buat menghadiri KTT kepala negara anggota Shanghai Cooperation Organization (SCO).

Sebelum bertolak ke Kyrgyzstan untuk agenda internasional tersebut, Pezeshkian menegaskan posisi Iran yang santai tapi tegas.

"Iran tidak mencari perang, tetapi tidak akan pernah tinggal diam menghadapi agresi apa pun," tutur Pezeshkian, dilansir dari Kantor Berita Fars.

Ia menambahkan, Teheran bakal memberikan respons tegas terhadap para agresor, jika AS atau sekutunya nekat melakukan serangan susulan. Menurutnya, tindakan sepihak semacam ini hanya akan memicu chaos kawasan yang berujung merugikan semua pihak.

“Ketidakstabilan dan keresahan di kawasan ini bukanlah kepentingan negara mana pun dan akan menjadi tantangan bagi semua orang,” sambungnya dilansir dari Anadolu Ajansi pada Senin (31/08/2026).

Eskalasi Larak

Respon Pezeshkian menjadi perbincangan hangat mengingat ini merupakan momen perdananya speak up setelah pasukan militer AS menggempur 2 peluncur rudal di Pulau Larak, Iran, pada Minggu kemarin.

Berdasarkan laporan pejabat AS kepada Axios, serangan kilat tersebut sengaja menargetkan sistem yang diprediksi kuat lagi disiapkan buat meluncurkan roket pembawa ranjau laut ke wilayah penting Selat Hormuz. Aksi ini sekaligus menjadi serangan langsung pertama AS ke wilayah teritorial Iran sejak akhir Juli lalu.

Dampak Serangan

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi kalau sejumlah personel militer hingga warga sipil ikut menjadi korban tewas maupun luka-luka akibat gempuran tersebut.

IRGC pun berjanji akan melancarkan aksi balasan. Di sisi lain, kantor berita Tasnim melaporkan kalau informasi awal mengindikasikan serangan tersebut dilakukan menggunakan armada drone.

Panggung SCO

Di tengah situasi yang makin tinggi, Pezeshkian tetap bertolak menghadiri KTT kepala negara anggota SCO di Bishkek. Pertemuan puncak para pemimpin dunia ini diprediksi bakal menjadi panggung utama untuk membahas eskalasi konflik Teheran dan Washington, terutama terkait isu keamanan kawasan dan kelancaran jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Intinya, Iran lagi coba main dingin tapi santai-tapi-tegas biar enggak langsung meledak jadi perang terbuka pasca-wilayahnya di-drop bom sama AS. Walau Presiden Iran milih buat diplomasi dulu lewat KTT SCO, situasi di lapangan udah high tension banget karena militer internalnya (IRGC) udah siap-siap buat revenge. Kalau Selat Hormuz sampai ketutup gara-gara tensi ini, efeknya bisa domino effect ke harga minyak dunia yang bikin kantong anak muda makin mepet.

masoud pezeshkian Presiden iran Iran AS iran

Infografis

Terkini