Kementerian Kebudayaan Siapkan Pameran Karya Nasirun untuk Mengenang Sang Maestro Seni Rupa

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Senin, 31 Agustus 2026 | 10:08 WIB
Kementerian Kebudayaan Siapkan Pameran Karya Nasirun untuk Mengenang Sang Maestro Seni Rupa
Kementerian Kebudayaan Siapkan Pameran Karya Nasirun untuk Mengenang Sang Maestro Seni Rupa [Kemenbud]

astakom.com, Jakarta — Kabar duka dari dunia seni rupa Indonesia masih menyisakan kehilangan bagi banyak pihak. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengenang Nasirun sebagai maestro yang bukan hanya aktif berkarya, tetapi juga dikenal dekat dengan berbagai kalangan.

Hal itu disampaikan Fadli Zon saat menghadiri takziah yang digelar keluarga Nasirun di Yogyakarta pada Sabtu silam, 29 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa sekaligus mengenang perjalanan dan kontribusi almarhum terhadap seni rupa Indonesia.

Melansir keterangan tertulis Kementerian Kebudayaan yang diterima astakom.com pada Minggu (30/08/2026), pemerintah juga menyiapkan bentuk penghormatan melalui rencana pameran karya Nasirun di Galeri Nasional Indonesia.

Kehilangan maestro seni rupa

Fadli Zon mengungkapkan dirinya telah mengenal Nasirun sejak belasan tahun lalu. Menurutnya, kepergian Nasirun menjadi kehilangan besar bagi keluarga, seniman, kolega, pecinta seni, hingga masyarakat yang mengenal sosok dan karya almarhum.

“Seorang maestro seni rupa Indonesia, yang telah saya kenal sejak belasan tahun lalu. Kita tentu sangat kehilangan seorang tokoh yang luar biasa dan telah memberi kontribusi besar bagi perjalanan seni rupa Indonesia. Kami mengucapkan duka cita yang mendalam sejak menerima berita kepergian almarhum pada tanggal 1 Agustus 2026,” ungkap Menbud.

Selain dikenal lewat karya, Nasirun juga disebut memiliki karakter yang hangat dan terbuka. Fadli menilai sikap tersebut membuat Nasirun mudah bergaul dengan berbagai kalangan.

“Beliau adalah sosok yang saya kenal, suka tertawa, sangat terbuka, inklusif, tidak ada batas, bergaul dengan siapa saja. Pintu rumah beliau pun selalu terbuka untuk siapa saja, hampir boleh dibilang kadang-kadang rumahnya tidak pernah terkunci, dan tidak pernah juga berhenti untuk berkarya. Saya pun sering datang ke galeri atau ke rumah beliau ini sejak belasan tahun yang lalu dan merasakan keakraban pergaulan yang jarang kita dapati belakangan ini,” jelas Menbud.

Karya sarat tradisi

Menurut Fadli, karakter Nasirun juga terasa dalam karya-karyanya yang banyak bersentuhan dengan tradisi dan spiritualitas. Wayang, nilai tradisi, serta unsur spiritual disebut menjadi bagian dari ekspresi seni yang dibangun Nasirun.

“Almarhum selalu memberikan ekspresi budaya yang luar biasa, mulai dari yang bersifat tradisi seperti wayang, spiritualitas, kemudian juga menjadi karya. Orang tidak bisa tidak mengatakan bahwa karyanya memang menyatu dengan rohnya, soul-nya dari Nasirun,” tambah Menbud.

Kementerian Kebudayaan kemudian merencanakan pameran karya Nasirun di Galeri Nasional Indonesia untuk memperingati 40 hari wafatnya. Agenda tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi publik dan pecinta seni untuk kembali melihat karya sekaligus mengenang perjalanan Nasirun.

Pameran itu juga dirancang sebagai ruang penghormatan bagi almarhum, keluarga, seniman, dan masyarakat. Kegiatan tersebut direncanakan menjadi salah satu pameran terakhir di Galeri Nasional Indonesia sebelum memasuki tahap renovasi.

Keluarga berharap karya berlanjut

Istri Nasirun, Supartilah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada almarhum selama berkarya. Ia berharap karya serta semangat Nasirun tetap memberikan pengaruh bagi perkembangan seni di Indonesia.

“Semoga setiap karya dari almarhum Nasirun bisa ikut meramaikan dunia kesenian, khususnya pada negara, pada umumnya juga untuk masyarakat Indonesia yang mencintai seni,” ungkap Supartilah.

Takziah tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, Direktur Warisan Budaya Agus Widiatmoko, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah Riris Purbasari.

Menteri Kebudayaan berharap berbagai kebaikan dan kontribusi Nasirun selama hidup dapat menjadi amal jariyah. Ia juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. (deA/aNs)

Gen Z takeaway

Nasirun meninggalkan jejak bukan cuma lewat karya, tetapi juga lewat cara ia membuka ruang bagi banyak orang untuk dekat dengan seni. Rencana pameran di Galeri Nasional Indonesia menjadi salah satu cara untuk menjaga karya dan semangat berkesenian sang maestro tetap dikenang publik.

Kemenbud Kementerian Kebudayaan Nasirun Seni Rupa Indonesia Maestro Naestro Seni rupa Indonesia

Infografis

Terkini