Update Karhutla: Hotspot Turun 629 Titik, Kemenhut Genjot Penangganan di Sejumlah Wilayah
astakom.com, Jakarta – Titik panas atau hotspot karhutla di Indonesia mulai menunjukkan penurunan. Namun, kondisi tersebut belum menjadi alasan untuk mengendurkan penanganan karena sejumlah kebakaran masih berlangsung dan asap mulai mengganggu kualitas udara serta jarak pandang di beberapa wilayah.
Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan masih intensif melakukan pemadaman dan pencegahan, terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Melansir dari keterangan resmi di laman Kementerian Kehutanan pada Senin, (31/8/2026), pemantauan terbaru menunjukkan hotspot high confidence secara nasional turun 629 titik dibandingkan sehari sebelumnya.
Data tersebut bersumber dari SiPongi Kementerian Kehutanan yang menggunakan data satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Hingga Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 21.02 WIB, tercatat 946 hotspot high confidence di Indonesia.
Kalimantan masih dominan
Dari jumlah tersebut, Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 455 titik. Berikutnya Kalimantan Tengah dengan 308 titik, Sumatera Selatan 36 titik, Kalimantan Selatan 18 titik, Jambi satu titik, sedangkan Riau tidak mencatat hotspot high confidence.
Meski mengalami penurunan secara nasional, konsentrasi titik panas masih cukup tinggi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Kementerian Kehutanan juga mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi panas yang terdeteksi satelit dan tidak otomatis berarti terjadi kebakaran.
Satu kejadian kebakaran bahkan bisa terdeteksi sebagai lebih dari satu hotspot. Karena itu, setiap indikasi tetap membutuhkan verifikasi langsung di lapangan.
Puluhan lokasi masih dipadamkan
Laporan Ringkasan Operasi Dalkarhut per Minggu, (30/8/2026) pukul 07.00 WIB mencatat terdapat 93 laporan kejadian karhutla yang tersebar di 12 provinsi.
Dari jumlah tersebut, 33 lokasi sudah dinyatakan padam, sementara 60 lokasi lainnya masih dalam proses pemadaman. Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan penanganan terbanyak, mencapai 21 lokasi.
Selanjutnya terdapat 16 lokasi di Kalimantan Barat, 13 lokasi di Sumatera Selatan, 11 lokasi di Kalimantan Selatan, sembilan lokasi di Jambi, delapan lokasi di Riau, dan tujuh lokasi di Kalimantan Timur.
Penanganan juga berlangsung di Sulawesi Tenggara sebanyak tiga lokasi dan Sulawesi Selatan dua lokasi. Sementara Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tengah masing-masing mencatat satu lokasi.
Sepanjang 2026, tercatat 4.801 kali operasi penanganan karhutla dengan total luas areal yang ditangani mencapai 38.829,46 hektare.
Asap ganggu jarak pandang
Penanganan karhutla terus dilakukan melalui pemadaman darat, water bombing, patroli udara, ground check, serta pencegahan. Operasi melibatkan Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dukungan udara diperkuat dengan 30 helikopter di Kalimantan dan 22 helikopter di Sumatera, sementara OMC diupayakan sesuai kondisi cuaca.
Kualitas udara di sejumlah wilayah masih berada pada kategori Sedang hingga Berbahaya. Asap juga mengganggu jarak pandang di beberapa bandara, seperti Supadio Pontianak 1,3 kilometer, Tjilik Riwut Palangka Raya 1,5 kilometer, Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang 4 kilometer, Sultan Thaha Jambi 5 kilometer, dan Syamsudin Noor Banjarmasin 3 kilometer.
Kementerian Kehutanan menegaskan penurunan hotspot belum berarti karhutla selesai. Pemantauan dan penanganan tetap diperkuat, sementara masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi pemerintah dan BMKG, menjaga kesehatan, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Hotspot memang turun, tetapi karhutla belum benar-benar kelar. Pemadaman tetap jalan, sementara masyarakat di wilayah terdampak perlu lebih aware terhadap kondisi udara dan jarak pandang sebelum beraktivitas di luar rumah.









