TNI AL dan AL Korea Selatan Gelar Latihan Gabungan Operasi Penyelamatan Bawah Air
astakom.com, Jakarta — TNI AL bekerja sama dengan Republic of Korea Navy (ROKN) atau Angkatan Laut Korea Selatan menyelenggarakan program pelatihan gabungan terkait operasi penyelaman di kawasan Jinhae Naval Base serta Pulau Jeju, Korsel.
Mengutip rilis resmi TNI AL pada Senin (31/08/2026), agenda ini merupakan bagian dari rangkaian Latihan Bersama (Latma) Dive Exercise (DIVEX) 2026 yang berlangsung sepanjang 25–30 Agustus 2026.
Penguatan operasi penyelamatan bawah air
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menyampaikan bahwa agenda tersebut ditujukan untuk memantapkan keahlian prajurit TNI AL, khususnya dalam mengeksekusi beragam tugas di dalam air.
"Latihan memang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan profesionalisme prajurit TNI AL dan ROKN dalam melaksanakan operasi penyelaman dan penyelamatan bawah air pada kegiatan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR)," kata Tunggul.
Memperkokoh kemitraan kedua belah pihak
Di samping peningkatan kapasitas teknis, latihan ini menjadi wadah strategis guna memperkuat kemitraan pertahanan antara kedua belah pihak.
Tunggul memastikan seluruh tahapan kegiatan tuntas tanpa kendala. Faktor keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dengan menerapkan kriteria pengamanan secara disiplin.
Harapannya, penyelenggaraan latihan ini mampu mendongkrak kompetensi prajurit TNI AL secara signifikan sekaligus mempererat sinergi bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
Latma DIVEX 2026 menunjukkan bahwa kerja sama pertahanan Indonesia dan Korea Selatan bukan cuma soal kesiapan tempur, tapi juga kemampuan merespons situasi kemanusiaan. Lewat latihan penyelaman dan penyelamatan bawah air, TNI AL dan ROKN memperkuat skill, profesionalisme, serta koordinasi untuk misi HADR, sekaligus membangun sinergi bilateral yang makin solid.









