Grand Canyon Dihantam Banjir Bandang, 20 Orang Lebih Hilang!
astakom.com, Jakarta – Momen liburan santai mendadak berubah jadi situasi mencekam. Petugas taman nasional Amerika Serikat saat ini lagi bergerak cepat dan effort maksimal demi melacak keberadaan lebih dari 20 orang yang mendadak hilang kontak pascabanjir bandang menerjang kawasan ikonik Grand Canyon di Arizona, AS, pada Sabtu (29/08/2026) sore lalu.
Bencana ini secara mendadak menghempas area Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch dua titik pedalaman terpencil yang selama ini jadi spot favorit para wisatawan di sepanjang aliran Sungai Colorado.
Pencarian Skala Besar
Merespons situasi darurat tersebut, Dinas Taman Nasional AS (NPS) langsung meminta bantuan ke publik untuk mengumpulkan petunjuk sekecil apa pun terkait para korban yang hingga kini posisinya masih belum terlacak.
“Dinas Taman Nasional meminta masyarakat untuk memberikan informasi tentang lebih dari 20 orang yang mungkin hilang atau belum diketahui keberadaannya,” demikian pernyataan resmi mereka dilansir dari Anadolu Ajansi pada Senin (31/8/2026).
Pihak NPS juga menekankan betapa krusialnya partisipasi warga atau sesama pendaki yang sempat melintas di sekitar lokasi kejadian sebelum bencana terjadi.
“Masyarakat yang mengetahui keberadaan pendaki dengan reservasi tempat berkemah atau orang yang melintas di koridor Bright Angel Creek pada Sabtu untuk menghubungi pihak berwenang,” ucap NPS.
Untuk mempercepat proses evakuasi dan mitigasi risiko, tim dari Taman Nasional Grand Canyon di wilayah Tenggara AS langsung berkoordinasi erat dengan Departemen Keamanan Publik Arizona. Upaya penyisiran skala besar terus dilakukan untuk menemukan potensi korban lain.
62 Orang Selamat
Kabar baiknya, hingga Minggu pagi, tim penyelamat berhasil menyelamatkan dan mengevakuasi 62 orang dari Phantom Ranch serta bagian bawah jalur North Kaibab. Sampai kabar ini diturunkan, otoritas setempat mengonfirmasi belum ada laporan terkait korban luka-luka.
Akses Ditempatkan Lockdown
Meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan sejauh ini, dampak banjir bandang terhadap infrastruktur lokasi wisata tersebut terbilang cukup fatal. Hambatan terbesar datang dari hancurnya hampir seluruh jembatan penyeberangan di atas Bright Angel Creek, yang secara otomatis bikin akses mobilisasi pendaki melintasi sungai terputus total.
Imbas kerusakan masif ini, pihak NPS mengambil keputusan tegas untuk me-lockdown atau menutup total area Phantom Ranch, Bright Angel Campground, serta seluruh jalur North Kaibab sampai batas waktu yang belum ditentukan. Jembatan ikonik Black Bridge dan Silver Bridge yang membentang di atas Sungai Colorado pun ikut ditutup demi keamanan.
Waspada Banjir Susulan
Tak hanya jalur darat, aktivitas di sepanjang Sungai Colorado juga disetop total akibat terseretnya material logam dan puing-puing berbahaya ke aliran air. Pihak berwenang pun memberikan peringatan ekstra agar masyarakat tetap waspada, mengingat potensi hujan lebat dan badai petir diproyeksikan masih terus membayangi hingga Senin, yang berisiko memicu banjir susulan serta longsoran batu tambahan. (nAD.RaM)
Gen Z Takeaway
Liburan santai di Grand Canyon mendadak berubah jadi survival mode gara-gara banjir bandang menerjang area Phantom Ranch dan Bright Angel Canyon. Meskipun 62 orang berhasil dievakuasi selamat dan belum ada korban jiwa, 20+ orang masih dicari plus akses jalur penyeberangan hancur total sampai harus lockdown. Buat yang suka hiking, pelajaran pentingnya: selalu cek weather forecast dan jangan abaikan peringatan cuaca ekstrem biar nggak terjebak situasi chaotic kayak gini!









