Anggaran ESDM 2027 Tembus Rp27,37 Triliun, 82% Fokus Program Rakyat

Penulis: Shintya
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Selasa, 1 September 2026 | 14:16 WIB
Anggaran ESDM 2027 Tembus Rp27,37 Triliun, 82% Fokus Program Rakyat
Anggaran ESDM 2027 Tembus Rp27,37 Triliun, 82% Fokus Program Rakyat [Dok. BPMI Setpres]

astakom.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia spill peruntukan pagu anggaran kementeriannya yang naik di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, dibandingkan dengan APBN tahun 2026.

Diketahui pagu anggaran Kementerian ESDM di RAPBN 2027 diperoleh di angka Rp27,37 triliun. Menurut Bahlil anggaran itu bakal lebih banyak diarahkan buat program yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.

Dari total pagu Rp27,37 triliun itu, sebanyak 82 persennya atau setara dengan Rp22,51 triliun dialokasikan buat program kerakyatan. Sedangkan sisanya, 12 persen dialokasikan untuk operasional Kementerian ESDM.

Hal itu dispill Bahlil di rapat kerja bareng Komisi XII DPR RI, kemarin Senin (31/08/2026).

Pos anggaran terbesar

"Anggaran kita Rp27,3 triliun, ini 82 persen kita alokasikan semua ke program rakyat. Kami anggaran operasional itu cuma beberapa persen, 12 persen saja. Semua kita bikin program pro rakyat dan infrastruktur, jadi tidak ada yang dimainin di bagian kita," kata Bahlil dalam keterangannya, dikutip astakom.com pada Selasa (1/09/2026).

Bahlil juga menjelaskan kalau pagu anggaran itu telah diputuskan berdasarkan surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas tertanggal 5 Agustus 2026.

Dia juga ngespill alokasi anggaran terbesar ada di pos Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi sebesar Rp11,34 triliun. Anggaran itu akan digunakan untuk membangun pipa gas dari Sumatera sampai Jawa dan membangun jaringan gas (jargas) rumah tangga.

Perkuat ketahanan enegri nasional

Bahlil menyebutkan kalau pembangunan infrastruktur gas itu merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. Jadi pembangunan itu semata-mata demi memperkuat ketahanan energi nasional.

Lalu, diikuti dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan yang memperoleh alokasi sebesar Rp10,45 triliun. Anggaran ini di antaranya buat mensupport program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

"Ini kan kita mau bikin keadilan sosial, maka kita minta masukan kira-kira daerah-daerah mana yang belum ada listriknya kita pasangin semua agar rakyat punya hak untuk bisa diterangi," kata Bahlil.

Adapun Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) mendapatkan anggaran Rp1,82 triliun.

Alokasi anggaran untuk Dirjen lain

Selanjutnya alokasi untuk Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) sebesar Rp874,90 miliar, Badan Geologi Rp774,83 miliar, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Rp702,53 miliar. 

Sekretariat Jenderal Rp537,91 miliar, BPH Migas Rp474,43 miliar, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Rp89,38 miliar, Dewan Energi Nasional Rp81,47 miliar, dan BPMA Aceh Rp109,3 miliar. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Pagu anggaran Kementerian ESDM di RAPBN 2027 naik jadi Rp27,37 triliun, dan 82% atau sekitar Rp22,51 triliun bakal difokuskan ke program yang langsung menyentuh masyarakat. Alokasi terbesar masuk ke Ditjen Migas Rp11,34 triliun untuk pembangunan pipa gas Sumatera-Jawa dan jaringan gas rumah tangga, disusul Ditjen Ketenagalistrikan Rp10,45 triliun buat program Listrik Desa dan BPBL. Sisanya dialokasikan ke EBTKE, BPSDM, Badan Geologi, Minerba, hingga penegakan hukum. Bahlil menegaskan, anggaran ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus memastikan akses listrik dan energi makin merata.

Kementerian ESDM Anggaran ESDM 2027 RAPBN 2027 Asumsi Makro RAPBN 2027 Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Infografis

Terkini