Terungkap, 8 WNI jadi Tentara Rusia Awalnya Daftar Pekerjaan Sebagai Satpam dan Diiming-imingi Gaji Besar

Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Selasa, 1 September 2026 | 13:20 WIB
Terungkap, 8 WNI jadi Tentara Rusia Awalnya Daftar Pekerjaan Sebagai Satpam dan Diiming-imingi Gaji Besar
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, saat menerima audiensi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) atau Relawan Pati di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta [Dok. DPR]

astakom.com, Jakarta - Sebanyak 8 Warga Negara Indonesia (WNI) dikabarkan intelijen Ukraina menjadi tentara Rusia. Usut punya usut, perekrutan dilakukan oleh negara pihak ketiga. Gaji yang besar pun menjadi iming-iming dari pihak penawar pekerjaan.

Demikian diungkap Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Informasi tersebut ia terima dari otoritas intelijen Indonesia. "Jadi kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi yang diiming-imingi oleh gaji yang besar," kata Dasco kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/09/2026).

Dasco mengungkap, awalnya para WNI yang menjadi tentara Rusia itu mendaftar pekerjaan untuk satuan pengamanan, namun dalam praktiknya malah dikirim untuk menjadi tentara.

"Nah, para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara, begitu informasi yang kami dapat dan pada saat ini otoritas intelijen," ungkap Dasco.

Lebih jauh, Dasco mengatakan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah melakukan langkah antisipasi dengan berkoordinasi dan mengirimkan utusan ke negara-negara terkait.

"Dan Kementerian Luar Negeri sudah melakukan antisipasi berkoordinasi dan kemudian mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut," ungkapnya.

8 WNI Disebut jadi Tentara Rusia

Sebelumnya, informasi ini dikeluarkan oleh pihak Intelijen Ukraina yang disampaikan melalui situs resmi Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU). Intelijen Ukraina juga menampilkan dokumen identitas WNI yang disebut diduga direkrut menjadi tentara Rusia. "Janji berupa bayaran tinggi, tugas nontempur, percepatan kewarganegaraan Rusia, dan tunjangan sosial menarik minat orang-orang yang--sering kali--tidak mengetahui ke mana sebenarnya mereka akan dikirim," tulis Intelijen Ukraina dalam laman resminya. (RaM)

Gen Z Takeaway

Kena scam loker berkedok gaji tinggi, delapan WNI yang niat awalnya cuma pengen daftar jadi satpam atau tenaga administrasi malah berakhir terseret jadi tentara Rusia! Kasus penipuan ini dibongkar langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berdasarkan informasi intelijen, di mana perekrutan sengaja dilakukan oleh negara pihak ketiga buat menjebak para WNI dengan iming-iming gaji fantastis dan janji tugas non-tempur. 

Sufmi Dasco Ahmad tentara rusia warga negara indonesia tentara Ukraina

Infografis

Terkini