Kemenperin Support Wirausaha Lokal, Ekonomi Halmahera Di-push Ciptakan Multiplier Effect

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Senin, 31 Agustus 2026 | 20:35 WIB
Kemenperin Support Wirausaha Lokal, Ekonomi Halmahera Di-push Ciptakan Multiplier Effect
Kemenperin Support Wirausaha Lokal, Ekonomi Halmahera Dipush Ciptakan Multiplier Effect [astakom/str-Panji Arkananta]

astakom.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) lagi nge-push program pertumbuhan ekonomi dengan men-support wirausaha baru industri kecil di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Program ini disasar untuk memastikan setiap rupiah APBN mampu mencetak multiplier effect bagi perekonomian lokal.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bilang kalau pengembangan wirausaha baru di daerah menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus berkolaborasi untuk mempercepat pembangunan ekonomi yang inklusif dan mengedepankan kearifan sumber daya setempat, baik dari pemanfaatan bahan baku lokal hingga sosial budaya,” kata Agus dalam keterangan resminya, dikutip astakom.com pada Senin (31/08/2026).

Membuka lapangan kerja

Dari sektor riil, wirausaha baru yang berkembang menjadi industri kecil dan menengah (IKM) memegang peran vital untuk memperkuat struktur perekonomian nasional. Berdasarkan data BPS 2024, jumlah unit usaha IKM mencapai 4,45 juta atau 99,79 persen dari total unit usaha industri di Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan Sakernas Februari 2026, IKM menyerap 13,06 juta tenaga kerja atau 65,38 persen dari total tenaga kerja sektor industri. 

Menopang daya beli masyarakat

Tingginya penyerapan tenaga kerja ini menjadi penopang utama daya beli masyarakat yang secara langsung mendukung stabilitas penerimaan pajak dalam struktur pendapatan negara.

“Penumbuhan wirausaha baru melalui berbagai pembinaan di beragam sektor industri ini juga merupakan pelaksanaan amanah Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional,” kata Agus.

Implementasinya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) melalui kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil di Halmahera Selatan pada 11-14 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Labuha tersebut diikuti oleh 80 peserta.

Efektivitas belanja negara

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Reni Yanita bilang kalau program itu difokuskan pada tiga sektor, yakni industri pengolahan kue dan roti, batik, serta perbengkelan roda dua.

Reni menilai ketiga sektor itu dipilih untuk menjawab permintaan pasar yang selama ini masih banyak dipasok dari luar daerah.

“Untuk batik, pelatihan difokuskan pada teknik batik cap dengan motif khas Halmahera Selatan, karena produksi batik dengan teknik ini mudah untuk dilakukan secara berulang, dengan kualitas yang sama dan waktu pengerjaan lebih singkat," kata Reni.

Peserta akan diberikan pembekalan

Plt. Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Budi Setiawan bilang kalau peserta dapat ilmu yang bermanfaat yaitu pembekalan terkait legalitas usaha, permodalan, dan manajemen bisnis.

"Pada hari kedua hingga keempat, pelatihan mencakup praktik teknis produksi dan manajemen usaha, pendampingan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), kunjungan industri, serta bantuan mesin/peralatan," kata Budi.

Untuk memastikan program penciptaan wirausaha sukses, pemerintah menyiapkan pendampingan. Pendampingan dilakukan secara intensif agar investasi publik berbuah pada peningkatan basis pembayar pajak baru (penerimaan negara) di masa depan.

Dorong pembangunan ekonomi daerah

Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin, juga turut mengapresiasi dan menyambut positif program tersebut. Menurutnya, pembangunan ekonomi nggak cuma bergantung pada investasi berskala besar melainkan harus ditopang oleh wirausahawan lokal yang mandiri.

“Percepatan pembangunan ekonomi yang inklusif tidak cukup hanya mengandalkan investasi skala besar, melainkan harus ditopang oleh lahirnya para wirausahawan lokal yang mandiri dan berdaya saing tinggi,” kata Helmi. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Kemenperin lagi gaspol mencetak wirausaha baru di Halmahera Selatan lewat pelatihan IKM kue-roti, batik, dan bengkel motor. Program ini bukan cuma soal bikin usaha baru, tapi juga memanfaatkan bahan baku lokal, membuka lapangan kerja, dan bikin belanja APBN punya multiplier effect ke ekonomi daerah. Dengan 80 peserta yang dibekali skill produksi, legalitas, permodalan hingga bantuan alat, pemerintah berharap muncul pelaku usaha lokal yang mandiri sekaligus memperluas basis penerimaan negara ke depan.

Kemenperin Menperin Agus Gumiwang Produk IKM IKM

Infografis

Terkini