Pak Sule: Anak Petani Penulis 44 Buku Pengabdi Sekolah Rakyat

Editor: A. Cuwantoro
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21:08 WIB
Pak Sule: Anak Petani Penulis 44 Buku Pengabdi Sekolah Rakyat
Pak Sule kini mengabdikan diri di Sekolah Rakyat Kabupaten Malang, Jawa Timur. [Kemensos]

astakom.com, Jakarta – "Pak Sule ke mana?" Pertanyaan simpel ini selalu kedengaran tiap kali Sulaiman Sulang (42) libur dua hari atau lagi dinas di luar. Bagi para siswa di Sekolah Rakyat Kabupaten Malang, Jawa Timur, sosok pria yang akrab disapa Pak Sule ini bukan cuma sekadar pengasuh biasa, tapi udah kayak figur ayah dan tempat mereka bersandar.

Siapa sangka, balik kehangatannya di Sekolah Rakyat, Pak Sule punya perjalanan hidup yang luar biasa dan bikin haru.

15 tahun di SMK Negeri, temukan "Jalan ke Surga" di Sekolah Rakyat

Diberitakan laman Kemensos Jumat, (28/08/2026) sebelum di Sekolah Rakyat, Pak Sule udah 15 tahun mengabdi sebagai staf tata usaha di salah satu SMK Negeri. Tapi, ketika memutuskan pindah mendampingi anak-anak Sekolah Rakyat yang mayoritas berasal dari keluarga paling tidak mampu (Desil 1 dan 2 DTSEN), rasa bahagia yang ia dapat beda banget.

Banyak di antara siswanya yang sempat putus sekolah, anak yatim piatu, tinggal sama neneknya, atau bahkan hidup sebatang kara.

"Sekolah Rakyat itu luar biasa, karena di situ saya belajar masuk surga," cerita Pak Sule hangat. Menurutnya, mendampingi anak-anak ini nggak bisa cuma pakai aturan kaku, tapi harus pakai hati, keikhlasan, serta komitmen total dari waktu, tenaga, hingga pikiran.

Perjuangan anak petani Flores: nyuci piring dosen demi makan

Empati mendalam Pak Sule ke para siswa bukan tanpa alasan. Sebagai anak petani asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Pak Sule paham betul rasanya tumbuh dalam keterbatasan.

Saat merantau kuliah ke Malang, hidupnya serba prihatin. Selain menumpang di rumah bibinya, Pak Sule rela kerja kasar tiap sore di rumah dosennya demi bisa makan sehari-hari.

"Saya bantu cuci piring, siram tanaman, nyapu halaman setiap sore. Itu cuma buat bisa makan, dan saya lakukan hampir 4 tahun," kenangnya.

Dari cuci piring hingga tulis 44 buku dan diundang ke luar negeri

Keterbatasan nggak bikin Pak Sule patah semangat. Di rumah dosennya itu, ia memanfaatkan waktu buat melahap banyak buku hingga belajar menulis.

Hasil gigihnya gak main-main! Pak Sule berhasil menulis 44 judul buku ber-ISBN hingga menyabet penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai Penulis Buku Terbanyak pada 2025. Nggak cuma itu, aksinya di bidang konservasi lingkungan dan pengolahan sampah bikin ia diundang oleh NGO internasional ke Malaysia dan berbagai negara lainnya.

Semua pengalaman gokil ini selalu ia bagikan buat membakar semangat para siswa di Sekolah Rakyat.

"Saya selalu bilang ke mereka, ini lho anak petani. Bisa menulis buku sebanyak itu, bisa keliling Indonesia, diundang ke luar negeri tanpa keluar duit. Jangan mudah putus asa cuma karena kita orang nggak punya," tegas Pak Sule. (ACwan/RaM)

Gen Z Takeaway

Kisah Pak Sule (42) beneran pembuktian kalau privilege bukan penentu tunggal kesuksesan! Dari anak petani Flores yang pernah nyuci piring dosen demi makan, Pak Sule berhasil terbitkan 44 buku ber-ISBN dan keliling dunia. Sekarang, seluruh ilmu dan hatinya ia curahkan buat mendampingi anak-anak kurang mampu di Sekolah Rakyat Malang. Inspirational vibe at its finest!

sekolah rakyat Sekolah Rakyat Prabowo Malang Sule Sekolah Rakyat

Infografis

Terkini