BNPB Kerapkan Operasi Water Bombing Tangani Karhutla di Teluk Bintuni

Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:41 WIB
BNPB Kerapkan Operasi Water Bombing Tangani Karhutla di Teluk Bintuni
Helikopter patroli milik BNPB di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Jumat (14/8/2026). [Pen Lanud Roesmin Nurjadin]

Astakom.com, Jakarta -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan satu unit helikopter water bombing tipe AS350B3e PK-DBM untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, pada Jumat (28/08/2026). Operasi udara tersebut secara kumulatif telah melaksanakan 69 kali penyiraman air atau sekitar 69 ribu liter air di sekitar kawasan Tangguh LNG.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan peristiwa karhutla di Kabupaten Teluk Bintuni terpantau sejak 22 Agustus 2026 pada kawasan hutan lebat dengan vegetasi rapat. Pemadaman udara dilakukan secara bertahap dan didukung pemantauan mengunakan pesawat nirawak (drone) thermal milik BP Berau Ltd. 

Berdasarkan pemantauan drone thermal per 28 Agustus 2026, terdeteksi 14 titik panas yang tersebar di sekitar area Tangguh LNG dalam empat klaster, yaitu empat titik di klaster 2, empat titik di klaster 3, dan enam titik di klaster 4.

Pada Jumat (28/8/2026), operasi water bombing dilakukan dalam dua sortie. Sortie pertama menyasar klaster 3 dengan 26 kali penyiraman (26 ribu liter air) di area seluas empat hektare. Sortie kedua dilakukan di klaster 1 dengan 28 kali penyiraman (28 ribu liter air) di area tiga hektare. 

Pascapemadaman, kobaran api di kedua titik sudah tidak ditemukan, namun masih terpantau kepulan asap tipis dari bara di bawah tutupan vegetasi.

“Kabupaten Teluk Bintuni mencatatkan luasan lahan terbakar tertinggi kedua di tingkat Provinsi Papua Barat. Selain Teluk Bintuni, karhutla juga terpantau di Kabupaten Fakfak, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak. Untuk memperkuat operasi pemadaman udara, satu unit helikopter Super Puma milik BP Berau Ltd. telah berada di lokasi, serta satu unit helikopter tipe Kamov dijadwalkan tiba,” kata Berton dalam keterangannya, Sabtu (29/08/2026).

Berdasarkan pantauan satelit NASA-Terra/Aqua, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20 hingga 28 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB, terdeteksi 36 titik panas di Papua Barat (1 tingkat kepercayaan rendah, 31 sedang, dan 4 tinggi). Data SIPONGI Kementerian Kehutanan per 27 Agustus 2026 mencatat indikatif luas lahan terbakar di Provinsi Papua Barat mencapai 2.496,39 hektare. (RaM)

Gen Z Takeaway

BNPB turun hands-on mengatasi karhutla 2.496,39 hektare di Papua Barat dengan ngerahin helikopter water bombingyang udah 69 kali drop 69 ribu liter air di area Tangguh LNG Teluk Bintuni. Meski monitoring drone thermal sempat nemuin 14 titik panas dan satelit NASA mendeteksi total 36 titik panas di Papua Barat (termasuk Fakfak, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak), penyiraman 2 sortie pada Jumat (28/8/2026) sukses bikin kobaran api cleared sisa asap tipis.

BNPB Water Bombing Teluk Bintuni Karhutla Penanganan Karhutla

Infografis

Terkini