Harga Minyak Global Ditutup Turun Tipis, Harapan Damai di Timur Tengah Muncul Lagi
astakom.com, Jakarta - Harga minyak dunia ditutup sedikit melemah pada perdagangan Jumat (10/07/2026).
Meski begitu, harga minyak tetap membukukan kenaikan tajam sepanjang pekan ini di tengah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang belum mereda.
Pada perdagangan Jumat, minyak Brent ditutup turun 0,38 persen ke level USD76,01 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 0,93 persen menjadi USD71,41 per barel.
Namun, kalau dihitung secara mingguan, harga Brent berhasil menguat sekitar 5,5 persen, sedangkan WTI naik hampir 4 persen.
Nggak ada eksalasi baru
Partner Again Capital, John Kilduff, bilang kalau pasar saat ini mulai merespons positif karena tidak adanya eskalasi yang lebih besar. Situasi geopolitik dinilai sudah agak aman terkendali.
"Pasar saat ini siap menyambut kabar baik, atau setidaknya tidak adanya kabar buruk. Sejauh ini tampaknya eskalasi konflik tidak akan menjadi lebih buruk," kata Mitra Again Capital John Kilduff, dikutip astakom.com pada Sabtu (11/07/2026).
Berakhirnya aksi ketegangan udara antara AS dan Iran, serta adanya rencana dimulainya kembali perundingan kedua negara pekan depan, langsung meningkatkan harapan pelaku pasar kalau Selat Hormuz bakal segera dibuka kembali.
Jalur pelayaran diperkirakan aman
Senior Analyst Price Futures Group, Phil Flynn, menilai penurunan harga minyak ini terjadi karena pasar sangat yakin kalau jalur pelayaran strategis tersebut nggak bakal ditutup dalam waktu lama.
"Yang mengejutkan, harga minyak justru turun setelah sempat melonjak mendekati USD76 per barel, meskipun Selat Hormuz kembali praktis ditutup. Hal ini terutama didorong keyakinan bahwa kekuatan militer Amerika Serikat tidak akan membiarkan Selat Hormuz ditutup untuk waktu yang lama," kata Flynn.
Sebelumnya pada hari Kamis, situasi sempat memanas saat angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer AS di sejumlah negara Teluk.
Upaya meredakan ketegangan
Aksi ini merupakan balasan atas serangan AS ke wilayah pesisir selatan dan provinsi timur Iran.
Namun, harga minyak kemudian memangkas penguatannya setelah Reuters melaporkan bahwa negosiator dari Qatar sudah berada di Iran untuk bertemu pejabat setempat.
Langkah ini diambil demi meredakan ketegangan sekaligus membuka jalan bagi kelanjutan perundingan lebih jauh ke depannya. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Harga minyak emang turun tipis, tapi weekly performance-nya masih strong karena efek eskalasi AS-Iran. Sekarang market mulai lebih chill karena belum ada eskalasi baru dan ada sinyal negosiasi bakal lanjut. Harapannya, Selat Hormuz tetap aman sehingga suplai minyak global nggak kena gangguan lagi.






