Pantau Kesehatan Jemaah Sebelum Berangkat, Kemenhaj Perkuat Istitha'ah

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 10 Juli 2026 | 17:08 WIB
Pantau Kesehatan Jemaah Sebelum Berangkat, Kemenhaj Perkuat Istitha'ah
Pantau Kesehatan Jemaah Sebelum Berangkat, Kemenhaj Perkuat Istitha'ah (Kemenhaj)

astakom.com, JakartaKementerian Haji dan Umrah terus mengakselerasi transformasi sistem kesehatan haji Indonesia melalui penguatan sinergi lintas sektor.

Langkah ini dipertegas dalam pertemuan resmi bersama Pusat Kesehatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Selasa, 7 Juli 2026. Dalam forum tersebut, kedua pihak fokus membahas penguatan program kesehatan jemaah, optimalisasi pemeriksaan syarat istitaah kesehatan, serta pemenuhan tenaga medis yang kompeten demi kelancaran operasional haji.

Sinergi lintas sektor

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dani Pramudya, menegaskan kalau layanan kesehatan merupakan pilar krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Oleh karena itu, ia menekankan kalau penanganan dan persiapan medis bagi jemaah sudah harus berjalan optimal jauh sebelum keberangkatan mereka ke Tanah Suci.

"Pelayanan kesehatan haji dimulai dengan pengembangan dan persiapan kesehatan di Indonesia. Oleh karena itu, kami terus memperkuat kerja sama untuk memastikan setiap jamaah dalam kondisi kesehatan yang baik dan sepenuhnya siap untuk melaksanakan ibadah haji,” ucap Dani dikutip oleh astakom pada Jumat, (10/07/2026).

Pantau setahun sebelum berangkat

Dani menjelaskan kalau salah satu fokus utama saat ini adalah memperketat penerapan istitaah kesehatan sebagai syarat mutlak keberangkatan. Untuk mendukung hal tersebut, pihak kementerian tengah membangun sistem pemantauan kesehatan yang komprehensif. Melalui sistem ini, kondisi fisik para calon jemaah akan diawasi secara berkala sejak satu tahun sebelum jadwal keberangkatan mereka.

"Melalui pemantauan kesehatan berkelanjutan, berbagai faktor risiko kesehatan dapat dideteksi dan dikelola pada tahap awal, sehingga para jemaah dapat mencapai kesiapan fisik yang lebih baik sebelum tiba di Tanah Suci,” paparnya.

Strategi penyakit berisiko tinggi

Selain itu, pertemuan tersebut secara khusus merumuskan strategi penanganan bagi jemaah haji yang memiliki riwayat penyakit berisiko tinggi, seperti gangguan jantung, hipertensi berat, hingga gagal ginjal. Menanggapi hal ini, Pusat Kesehatan TNI mengusulkan sejumlah rekomendasi penting. Di antaranya adalah penguatan layanan promotif dan preventif, optimalisasi perawatan pasien gagal ginjal, pengaturan jadwal keberangkatan bagi kelompok rentan, serta pengetatan pemeriksaan medis akhir di embarkasi sebelum jemaah bertolak ke Tanah Suci.

Edukasi dan tim gabungan

Sinergi kedua belah pihak juga berfokus pada penguatan edukasi melalui manasik kesehatan. Program orientasi ini bertujuan agar jemaah lebih memahami pentingnya menjaga kebugaran, mengontrol penyakit bawaan, serta siap menghadapi tantangan fisik dan cuaca ekstrem di Arab Saudi. Di sisi lain, Pusat Kesehatan TNI mengusulkan perluasan jaringan kerja sama dengan kantor kesehatan di daerah, sekaligus mengoptimalkan pelayanan medis lewat kemitraan strategis dengan berbagai rumah sakit.

"Kami sangat menghargai masukan berharga dari Pusat Kesehatan TNI. Kolaborasi ini menandai langkah strategis menuju pembangunan sistem perawatan kesehatan Haji yang lebih terintegrasi mulai dari pendidikan kesehatan dan pemeriksaan medis hingga layanan perawatan kesehatan sepanjang ibadah Haji,” ucap Dani.

Sebagai langkah nyata, Kementerian Kesehatan dan Pusat Kesehatan TNI sepakat membentuk tim teknis gabungan. Tim kolaboratif ini bertugas merumuskan langkah taktis di lapangan serta menyelaraskan mekanisme kerja, demi mewujudkan sistem pelayanan kesehatan haji yang lebih efektif, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Menindaklanjuti kesepakatan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah bersama Pusat Kesehatan TNI berkomitmen mempererat koordinasi melalui pembentukan tim teknis gabungan. Langkah nyata ini diambil guna menyusun strategi konkret, termasuk menyelaraskan mekanisme kerja sama demi mewujudkan sistem pelayanan kesehatan haji yang lebih efektif, menyeluruh, dan berkelanjutan. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Biar ibadah haji nggak boncos di jalan, Kemenhaj dan TNI sekarang bikin sistem pre-flight check kesehatan yang ketat banget sampai setahun sebelum berangkat. Jadi, bukan cuma siap mental dan finansial aja, tapi fisik juga dipastikan fit total lewat tim gabungan khusus biar minim risiko pas di Tanah Suci

Kemenhaj Kementerian Haji dan Umrah Jemaah Haji Indonesia Haji 2026

Infografis

Terkini