Fokus Pelayanan Jemaah, Kemenhaj Siapkan Standar Baru Haji Mendatang

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 10 Juli 2026 | 15:01 WIB
Fokus Pelayanan Jemaah, Kemenhaj Siapkan Standar Baru Haji Mendatang
Fokus Pelayanan Jemaah, Kemenhaj Siapkan Standar Baru Haji Mendatang [Dok. Kemenhaj]

astakom.com, JakartaKementerian Haji dan Umrah menegaskan kalau evaluasi operasional Haji 1447 H/2026 M akan menjadi titik balik dalam merombak struktur penyelenggaraan haji. Ke depannya, fokus kerja tidak lagi sekadar memastikan seluruh tahapan berjalan lancar, melainkan bertransformasi penuh demi menyajikan pelayanan yang jauh lebih berkualitas bagi para jemaah.

Evaluasi menyeluruh kini menjadi dasar perbaikan pelayanan haji. Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengungkapkan kalau setiap aspek pelayanan ke depan wajib dirancang dengan parameter yang jelas dan terukur, dengan satu tujuan utama, yaitu mengutamakan kenyamanan dan kebutuhan para jemaah.

"Evaluasi ini bukan sekadar mencatat apa yang sudah terlaksana, tetapi menjadi dasar untuk memperbaiki kualitas layanan haji secara menyeluruh. Orientasi kita adalah memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan kemudahan, kenyamanan, dan perlindungan bagi jemaah"  tutur Puji pada sesi Rapat Koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Jumat, (10/07/2026).

Evaluasi total layanan

Puji memaparkan kalau evaluasi tersebut menyisir seluruh mata rantai pelayanan haji tanpa terkecuali. Hal ini meliputi kesiapan akomodasi, konsumsi, armada transportasi, bimbingan ibadah, pemeriksaan istithaah kesehatan jemaah, hingga pembenahan sistem tata kelola penyelenggaraan secara menyeluruh.

Standardisasi hotel & katering

Di sektor akomodasi, Kementerian Haji dan Umrah bakal menggenjot standardisasi layanan hotel, menekan pemisahan kloter maupun pendamping jemaah, serta memaksimalkan program tanazul demi menjamin kenyamanan pergerakan jemaah. Sementara di sektor konsumsi, pengawasan terhadap katering akan diperketat demi memastikan distribusi makanan selalu tepat waktu. Langkah ini juga dibarengi dengan peningkatan serapan bahan baku asal Indonesia serta penyediaan makanan siap saji sebagai langkah antisipasi dalam situasi darurat.

Sistem GPS & manasik baru

Sementara di sektor transportasi, fokus perbaikan diarahkan pada penguatan koordinasi bersama otoritas Arab Saudi dan pihak syarikah, serta penerapan sistem pemantauan armada berbasis GPS. Tak hanya itu, layanan penerbangan juga akan disempurnakan agar lebih ramah bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas. Guna memastikan pergerakan di fase Armuzna berjalan lebih tertib, penyusunan jadwal jadwal mobilitas jemaah pun bakal dirancang jauh lebih awal.

Tak kalah penting, aspek pembinaan jemaah turut diperketat melalui perombakan kurikulum manasik yang kini diintegrasikan menjadi delapan kali pertemuan. Langkah ini bakal berjalan beriringan dengan peningkatan profesionalisme para petugas di lapangan, serta penguatan tata kelola Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar lebih akuntabel.

Kendali berbasis risiko

Beralih ke aspek pengawasan, Kementerian Haji dan Umrah kini mulai merancang sistem pengendalian berbasis risiko yang ditopang oleh Sistem Pengendalian Haji Terpadu serta Pusat Komando Operasional Haji. Untuk menjamin mutu, penerapan SLA dan KPI bakal diberlakukan sebagai standar baku pelayanan bersama bagi seluruh pihak terlibat.

Puji menegaskan kalau seluruh rangkaian terobosan ini menjadi bukti nyata bahwa tolok ukur kesuksesan haji masa depan telah bergeser. Kedepannya, keberhasilan tidak lagi sekadar dilihat dari kelancaran urusan operasional di lapangan, melainkan dari seberapa besar peningkatan kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh para jemaah.

"Hasil evaluasi ini menjadi landasan untuk penyelenggaraan haji berikutnya. Setiap perbaikan yang dilakukan harus bermuara pada satu tujuan, yakni menghadirkan layanan haji yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan serta keselamatan jemaah,” jelasnya. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Fix, manajemen haji lagi mau upgrade gede-gedean! Gak cuma asal jalan, Kemenhaj mulai terapin sistem pantau GPS, standardisasi hotel, sampai indikator performa (KPI) yang ketat mirip korporat. Buat kita yang punya ortu atau kakek-nenek yang mau berangkat, ini berita bagus banget karena layanannya bakal dibuat jauh lebih ramah lansia, transparan, dan antiribet. Safety and comfort on point!

Jemaah Haji Indonesia Kementerian Haji dan Umrah Kemenhaj Pelayanan Haji

Infografis

Terkini