Menteri ESDM Spill B50 Lebih Ramah Mesin, Punya Kualitas Lebih Baik daripada B40
astakom.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bilang B50 yang baru aja resmi diluncurkan kemarin punya kandungan lebih baik daripada B40 mandatory.
Hal itu dikatakan Bahlil di hadapan Presiden Prabowo Subianto di peluncuran B50 yang berlangsung di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kemarin (09/07/2026).
"Dan Alhamdulillah hasil tesnya ternyata kualitas B50 jauh lebih baik daripada B40," kata Bahlil, dalam siaran langsung peluncuran B50 oleh saluran resmi Sekretariat Presiden di YouTube pada Kamis (09/07/2026).
Bahlil bilang, pengembangan B50 sebelumnya udah dites selama 6 bulan baik untuk transportasi umum maupun pribadi. B50 udah di uji coba selama enam bulan di berbagai jenis kendaraan dan alat transportasi. Dari kereta api, mobil berbagai merek termasuk Mercedes-Benz dan Toyota, bus, sampe kapal.
Lolos uji coba di berbagai kendaraan
"Tesnya 6 bulan. Jadi kereta api, mobil Merchedes pun dites pak, Bis, tidak hanya Toyota, Mercedes-pun oke," kata Bahlil.
"Jadi ini (merek kendaraan) dari Asia sampe Eropa semua kita bikin, kapal-kapal semuanya kita tes," dia menambahkan.
Klaim B50 punya kandungan lebih baik daripada B40 itu salah satunya diukur dari penggantian rutin filter dalam kendaraan. Saat menggunakan B50 filternya cenderung lebih tahan lama daripada saat menggunakan B40.
B50 lebih baik dari B40
Jadi Bahlil bilang kalau B50 lebih ramah terhadap mesin dan sistem penyaringan dibandingkan B40.
"Apa dasarnya? Kalau B40 itu filternya itu diganti pada ukuran 10 ribu sampe 20 ribu kilometer. Kalau B50 itu ada yang 40 ribu kilometer belum diganti filternya,"
Selain itu, di hadapan Presiden Prabowo Subianto Bahlil bilang kalau dengan penerapan B50, Indonesia tidak perlu lagi mengimpor solar.
Stop impor solar
"Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita. Dan ini adalah pertama kali, Bapak," ujar Bahlil.
Fyi kandungan B50 adalah BBM hasil pencampuran 50 persen fatty acid methyl ester (FAME) berbasis minyak mentah kelapa sawit (CPO) dengan 50 persen solar. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Penerapan B50 bukan cuma upgrade dari B40, tapi juga langkah memperkuat kemandirian energi Indonesia. Setelah diuji selama enam bulan di berbagai moda transportasi, B50 diklaim lebih ramah terhadap mesin karena filter kendaraan lebih awet dan berpotensi menghentikan impor solar. Jika hasilnya konsisten, ini bisa jadi bukti bahwa transisi energi berbasis sumber daya dalam negeri mulai menunjukkan hasil nyata.









