Danantara Kejar Ekspor Listrik Hijau ke Singapura, Target Jalan Sebelum Akhir Dekade
astakom.com, Jakarta - Penunjukan Danantara sebagai pelaksana perdagangan listrik lintas batas langsung diikuti langkah konkret. Danantara Investment Management (DIM), menggandeng sejumlah perusahaan energi Singapura buat mempercepat realisasi ekspor listrik rendah karbon dari Indonesia.
DIM menandatangani nota kesepahaman dengan Keppel Electric dan Sembcorp Utilities buat mengeksplorasi impor listrik rendah karbon dari Indonesia. Selain itu, Danantara juga bekerja sama dengan Singapore Energy Interconnections (SGEI) buat pengembangan jaringan interkoneksi listrik lintas batas.
Kerja sama ini menunjukkan tingginya minat Singapura terhadap pasokan listrik hijau dari Indonesia. Selain memperkuat konektivitas energi, proyek itu juga diproyeksikan membuka investasi baru, menciptakan lapangan kerja, dan mempercepat pengembangan ekosistem energi terbarukan nasional.
Mulai nyusun regulasi pendukung proyek
Indonesia dan Singapura juga akan menyusun berbagai regulasi pendukung, termasuk pengembangan Cross-Border Renewable Energy Certificate (REC) yang mengikuti standar internasional sebagai sistem pelacakan energi terbarukan lintas negara.
Menteri Singapura yang membidangi Energi serta Sains dan Teknologi, Tan See Leng, optimistis proyek tersebut dapat mulai beroperasi sebelum akhir dekade ini atau 2035.
"Kerja sama ini akan menghadirkan ketahanan dan keberlanjutan energi yang lebih baik bagi masyarakat kedua negara, menciptakan manfaat ekonomi turunan, serta membawa kita selangkah lebih dekat menuju terwujudnya visi ASEAN Power Grid," kata Tan, dikutip oleh astakom.com pada Rabu (08/07/2026).
Diproyeksi jalan sebelum akhir dekade
Optimisme serupa disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani.
"Saya sepenuhnya sependapat dengan keyakinan Menteri Tan. Kemauan politik adalah fondasi, tetapi eksekusi adalah yang menentukan hasil. Indonesia berkomitmen penuh menyelesaikan berbagai prioritas regulasi dan infrastruktur agar proyek ini dapat berjalan sebelum akhir dekade," kata Rosan dikutip oleh astakom.com pada Rabu (8/7/2026).
Berasal dari pembangkit baru
Rosan menegaskan listrik yang diekspor berasal dari kapasitas pembangkit baru sehingga tidak akan mengurangi pasokan listrik dalam negeri.
"Pada dasarnya, proyek ini menjadi katalis bagi industrialisasi hijau Indonesia. Interkoneksi dengan Singapura hanyalah salah satu bagian dari transformasi strategis yang jauh lebih besar. Dengan membangun interkoneksi ini, Indonesia bersama Singapura ingin menjadi penggerak utama ASEAN Power Grid. Kami ingin membuktikan bahwa dekarbonisasi kawasan dan pertumbuhan ekonomi bernilai tinggi dapat berjalan secara bersamaan," kata Rosan.
Rencananya dibangun di wilayah Batam dan Karimun
Rosan juga bilang nanti pembangkit listrik salah satunya bakal dibangun di wilayah Batam, Bintan dan Karimun (BBK) dengan total 3,4 Giga Watt (GW) selama beberapa tahun.
"Tapi pembangunan pertama antara 600 Mega Watt sampai 1,2 Giga Watt. Ini tapi sifatnya renewable ya," kata Rosan. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Danantara langsung move fast gandeng Keppel, Sembcorp, dan SGEI buat ngebut ekspor listrik hijau RI ke Singapura. Targetnya, proyek ini mulai jalan sebelum akhir dekade ini. Efeknya, investasi masuk, lapangan kerja bertambah, dan green economy RI makin level up.








