Duit Masyarakat di Bank Tembus Rp10.294 Triliun, Dunia Usaha Makin Berani Ekspansi

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 9 Juli 2026 | 10:31 WIB
Duit Masyarakat di Bank Tembus Rp10.294 Triliun, Dunia Usaha Makin Berani Ekspansi
Duit Masyarakat di Bank Tembus Rp10.294 Triliun, Dunia Usaha Makin Berani Ekspansi (astakom/pixabay)

astakom.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kasih laporan positif dari sektor keuangan spesifiknya perbankan. Dalam laporan OJK sampe Mei 2026, penghimpunan dana masyarakat terlihat makin aktif menyimpan uang di bank.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13,49 persen (yoy) menjadi Rp10.294 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan giro sebesar 20,53 persen (yoy), deposito 10,17 persen (yoy), dan tabungan 10,21 persen (yoy).

Kondisi ini menunjukkan likuiditas perbankan masih cukup kuat untuk menopang kebutuhan pembiayaan ke depan. Sinyal positif ini juga diikuti dengan perbankan nasional ngegas menyalurkan kredit ke dunia usaha dan masyarakat.

Penyaluran kredit tumbuh 11,51 persen

Dikutip dari astakom.com, penyaluran kredit perbankan mencapai Rp8.918 triliun, atau tumbuh 11,51 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi likuiditas yang tetap longgar, kualitas kredit yang terjaga, hingga permodalan bank yang masih tebal.

Dian Ediana Rae selaku Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, bilang kalau kenaikan kredit terjadi hampir di semua lini pembiayaan, dengan sektor investasi menjadi motor utama.

Kredit sektor investasi tumbuh  21,95 persen

"Kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 21,95 persen (yoy), diikuti kredit modal kerja sebesar 8,09 persen (yoy) dan kredit konsumsi sebesar 5,89 persen (yoy)," kata Dian dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), yang dikutip astakom.com pada Rabu (08/07/2026).

Lonjakan kredit investasi dinilai mencerminkan dunia usaha yang masih ekspansif. Tren ini juga sejalan dengan berbagai proyek hilirisasi, pembangunan infrastruktur, hingga investasi industri strategis yang terus didorong pemerintah dalam beberapa bulan terakhir.

Kredit korporasi tumbuh paling tinggi

Dilihat dari jenis debitur, perusahaan atau korporasi masih menjadi game changer. Kredit korporasi tumbuh 18,39 persen (yoy) dan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan pembiayaan nasional.

Di sisi lain, pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mulai menunjukkan tren yang makin positif. Kredit UMKM tumbuh 0,60 persen (yoy) pada Mei 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,16 persen (yoy) pada April lalu.

Dari sisi kelompok bank, bank-bank BUMN menjadi yang paling agresif menyalurkan kredit dengan pertumbuhan mencapai 15,98 persen (yoy). (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Duit masyarakat di bank makin numpuk, dengan DPK tembus Rp10.294 triliun. Di saat yang sama, perbankan juga makin gaspol salurin kredit, terutama buat investasi yang tumbuh hampir 22%. Sinyalnya, dunia usaha masih confident buat ekspansi.

Bank OJK DPK Kredit Perbankan

Infografis

Terkini