15.000 Hektare Lahan Terdampak, Kapolri Instruksikan Optimalisasi Penanganan Karhutla di Riau

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 9 Juli 2026 | 14:10 WIB
15.000 Hektare Lahan Terdampak, Kapolri Instruksikan Optimalisasi Penanganan Karhutla di Riau
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mengoptimalkan penanganan Karhutla di Riau [Dok. Polri]

astakom.com, JakartaKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru aja turun langsung ke Kabupaten Kampar, Riau, buat audit kesiapan Polda Riau dalam menghadapi krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Gak cuma modal sidak, Kapolri juga langsung bagi-bagi peralatan tempur pemadam kebakaran biar penanganan di lapangan makin cepat dan optimal.

Langkah taktis ini diambil karena situasi di lapangan emang lagi gak baik-baik aja dan butuh penanganan yang ekstra serius.

"Tadi kita cek satu per satu, dan Alhamdulillah saya lihat bahwa seluruh stakeholder yang ada, ini mulai dari Basarnas, kemudian jugq dari BNPB ya, dari BPBD, kemudian TNI-Polri, Manggala Agni, kemudian juga ada perusahaan-perusahaan swasta, dan juga seluruh kekuatan yang ada, semuanya bersatu. Dan ini tentunya yang kita butuhkan untuk menghadapi potensi Karhutla," ungkap Listyo, berdasarkan keterangan yang diterima astakom.com, dikonfirmasi Kamis (09/07/2026).

Area terdampak sekitar 15.000 hektare

Bukan main-main, data dari BPBD nunjukkin kalau situasi karhutla di Riau ini udah masuk level red flag. Ada sekitar 15 ribu hotspot atau titik panas yang terdeteksi, dan setelah dikurasi lebih dalam, fix ada 329 titik api membara yang harus segera dijinakkan.

Gak tanggung-tanggung, total area hutan dan lahan yang hangus kebakar core-nya udah menyentuh angka fantastis, yaitu sekitar 15.000 hektare.

Melihat data ini, Listyo langsung ngasih warning keras ke seluruh personel dan stakeholder terkait buat lock-in fokus penuh. Masalahnya, tantangan ke depan bakalan makin heavy karena Indonesia diprediksi bakal dihantam fenomena El Nino yang memicu kekeringan ekstrem.

"Karena memang di Riau ini kebakaran hutannya berbeda dibandingkan dengan wilayah lain. Jadi ada dua kali potensi kebakaran hutan, dan salah satunya yang kita hadapi adalah di bulan Juli, Agustus, mungkin sampai September," ujar Listyo.

Instruksi dan strategi Kapolri

Kapolri gak mau tim di lapangan kena mental duluan, makanya instruksi buat memperkuat seluruh amunisi dan peralatan penanganan karhutla langsung digaungkan.

"Yang tentunya kita semua, khususnya Riau, dan juga saya ingatkan pada seluruh jajaran untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik," kata Listyo.

Salah satu strategi preventif yang ditekankan Kapolri adalah manajemen sumber air sebelum kekeringan melanda makin parah.

"Peraturan dari Pemerintah Daerah saya kira sudah ada, dari Pemerintah Pusat sudah ada, bagaimana terkait dengan tata aturan terkait dengan pembukaan kawasan ya, apalagi untuk dilakukan penanaman-penanaman yang tentunya semua ada aturannya," terang Listyo.

Selain itu, Jenderal Bintang Empat ini juga minta jajarannya buat gencar ngasih edukasi dan sosialisasi ke masyarakat lokal, intinya biar publik juga aware sama bahaya karhutla dan gak bikin blunder yang memicu api baru.

Koordinasi tanpa putus

Biar gak misscommunication, Kapolri juga mewanti-wanti banget soal pentingnya infrastruktur digital di lapangan. Ia menegaskan jalur komunikasi antartim gak boleh putus atau lost contact sama sekali, dan harus terus terhubung secara real-time ke Command Center.

"Juga tadi ada beberapa peralatan mulai dari kendaraan roda dua yang bisa digunakan cepat untuk datang ke tempat yang terjadi potensi adanya titik api, dan juga alat berat. Dan saya kira beberapa alat yang juga bisa digunakan untuk membuat sumur bor, sehingga kemudian ini bisa digunakan untuk mempersiapkan sumber-sumber air baru," jelas Listyo

"Saya kira ini sebagai bagian dari bentuk kesiapan dari jajaran. Dan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang ada di wilayah Riau yang terus melakukan berbagai macam upaya. Dan yang paling utama adalah bagaimana menjaga sinergitas dan menjaga kolaborasi. Bagaimana kemudian ini kita sosialisasikan agar masyarakat sama-sama menjaga, merawat hutan kita, sehingga kemudian semuanya bisa terjaga untuk masyarakat, untuk anak-anak cucu kita, untuk generasi yang akan datang," tutur Listyo Sigit mengakhiri. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Penanganan karhutla butuh lebih dari sekadar respons saat api muncul, tetapi juga kesiapan, kolaborasi, dan langkah pencegahan yang konsisten. Dengan memperkuat koordinasi lintas instansi, menyiapkan peralatan, serta mengedukasi masyarakat, upaya mitigasi diharapkan mampu meminimalkan dampak kebakaran dan menjaga kelestarian lingkungan untuk jangka panjang.

Kapolri Kapolri Jenderal Listyo Sigit listyo sigit prabowo Karhutla

Infografis

Terkini