Internet Indonesia Mau Ngebut! Komdigi Bidik Kecepatan Rata-Rata 100 Mbps pada 2028
astakom.com, Jakarta - Internet yang cepat dan stabil kini bukan lagi sekadar penunjang aktivitas digital, tetapi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari belajar, bekerja, menjalankan bisnis, hingga mengakses layanan publik, semuanya semakin bergantung pada kualitas koneksi internet. Karena itu, pemerintah terus menyiapkan langkah untuk meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia.
Melansir siaran pers resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Senin, (06/07/2026), pemerintah menargetkan kecepatan internet rata-rata nasional mencapai 100 Mbps pada 2028. Target tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, saat berdialog dengan jajaran Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu silam (04/07/2026).
Melansir dari media nasional, Komdigi menjelaskan peningkatan kecepatan internet akan berjalan beriringan dengan upaya memperluas pemerataan akses dan meningkatkan keterjangkauan layanan. Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah akan memperkuat pembangunan infrastruktur digital, mendorong investasi operator telekomunikasi, serta mengoptimalkan berbagai teknologi konektivitas agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
Bukan cuma ngebut, internet juga dibuat makin merata
Melansir siaran pers resmi Komdigi, peningkatan kualitas konektivitas menjadi bagian dari visi Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Pemerintah menilai infrastruktur digital yang semakin baik akan menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital, meningkatkan produktivitas masyarakat, sekaligus memperluas akses terhadap berbagai layanan publik berbasis digital.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan internet yang semakin cepat dengan pemerataan akses yang lebih baik.
"Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah," ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria saat berdialog dengan jajaran Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Medan, Sumatera Utara dikutip dari keterangan resmi Komdigi.
Target tersebut merupakan sasaran rata-rata kecepatan internet nasional pada 2028. Pada saat yang sama, pemerintah juga menekankan pentingnya pemerataan layanan agar peningkatan kualitas konektivitas dapat dirasakan masyarakat di berbagai daerah.
Fiber optik, fixed broadband, hingga satelit disiapkan
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Komdigi akan terus mendorong operator telekomunikasi meningkatkan investasi jaringan. Melansir media nasional yang mengutip keterangan resmi Komdigi, pembangunan konektivitas akan diperkuat melalui perluasan jaringan serat optik, penguatan layanan fixed broadband, serta pemanfaatan teknologi satelit untuk menjangkau wilayah yang belum dapat dilayani secara optimal.
Pemerintah juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi meningkatkan belanja modal (capital expenditure) agar pembangunan jaringan dapat menjangkau lebih banyak daerah, termasuk kawasan pinggiran dan wilayah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses internet.
Menurut Komdigi, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik.
Blank spot masih jadi PR
Komdigi mengakui pemerataan akses internet masih menjadi pekerjaan besar. Meski pembangunan infrastruktur digital terus berjalan, laporan mengenai wilayah yang belum memiliki sinyal masih ditemukan, termasuk di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Karena itu, pemerintah akan mengombinasikan pembangunan jaringan serat optik, layanan fixed broadband, dan konektivitas satelit untuk memperkuat layanan internet nasional.
Nezar Patria juga menilai kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas terus meningkat. Menurutnya, pengalaman saat terjadi bencana menunjukkan bahwa pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak setelah penyaluran bantuan logistik.
"Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah daerah pinggiran. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik," kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. sebagaimana dikutip dalam siaran pers resmi Komdigi.
Komdigi menyatakan akan terus meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi bersama seluruh pemangku kepentingan agar transformasi digital dapat dirasakan secara merata dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Target internet rata-rata 100 Mbps pada 2028 bukan cuma soal koneksi yang makin ngebut. Pemerintah juga ingin memastikan akses internet berkualitas bisa menjangkau lebih banyak daerah dengan harga yang semakin terjangkau, sehingga peluang belajar, bekerja, hingga mengembangkan ekonomi digital dapat dirasakan lebih merata.









