NASA Buka Peluang Teknologi Baru, Percepat Kesiapan Misi Bulan
Astakom.com, Jakarta – NASA membuka peluang pengembangan teknologi baru yang akan menjadi bekal penting bagi misi eksplorasi Bulan di masa depan. Langkah tersebut dilakukan melalui penerbitan draft Broad Agency Announcement (BAA) NextSTEP-3 Appendix A pada 29 Juni 2026.
Melalui pengumuman ini, NASA mengundang berbagai pihak untuk mengembangkan teknologi yang masih memerlukan pengujian dan pengurangan risiko sebelum siap diterapkan dalam misi nyata. Fokusnya adalah mempercepat kesiapan sistem-sistem penting yang dibutuhkan untuk operasi di permukaan Bulan dan ruang cislunar.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya NASA membangun fondasi teknologi bagi eksplorasi Bulan jangka panjang. Mulai dari produksi oksigen hingga manufaktur di luar angkasa, berbagai inovasi yang dikembangkan diharapkan mampu mendukung misi manusia agar dapat beroperasi lebih lama dan lebih aman di Bulan.
Buka peluang teknologi
Melansir keterangan tertulis NASA, NextSTEP-3 Appendix A diterbitkan untuk mempercepat kesiapan teknologi yang dibutuhkan dalam arsitektur misi di permukaan Bulan dan ruang cislunar.
"to advance concepts that accelerate the technological readiness of critical systems for lunar surface and cislunar architecture." Mengutip dari pernyataan resmi NASA pada Rabu (01/07/2026).
Terjemahannya, "mengembangkan berbagai konsep yang mempercepat kesiapan teknologi dari sistem-sistem penting untuk arsitektur misi di permukaan Bulan dan ruang cislunar."
Melalui draft BAA ini, NASA membuka kesempatan bagi berbagai pihak untuk mengajukan konsep dan solusi teknologi yang dapat dipersiapkan menuju tingkat kesiapan yang lebih tinggi sebelum digunakan dalam misi eksplorasi.
Fokus teknologi kunci
Dalam pengumuman tersebut, NASA memprioritaskan sejumlah teknologi yang dinilai penting untuk mendukung eksplorasi Bulan.
Teknologi itu meliputi vertical solar arrays (panel surya vertikal), in-situ resource utilization (ISRU) oxygen production systems atau sistem produksi oksigen dari sumber daya di Bulan, Stirling radioisotope generators, in-space manufacturing atau manufaktur di luar angkasa, serta advanced nanomaterials production.
Menurut NASA, teknologi-teknologi tersebut akan melalui tahapan pengurangan risiko dan pengujian berbasis darat agar mencapai Technology Readiness Level (TRL) 5–6, yaitu tingkat kesiapan ketika suatu teknologi telah tervalidasi dalam lingkungan yang relevan sebelum memasuki tahap pengembangan berikutnya.
Dukung eksplorasi jangka panjang
NASA menegaskan bahwa pengembangan teknologi melalui NextSTEP-3 bertujuan mendukung sasaran teknologi dalam Moon Base dengan mendemonstrasikan berbagai sistem penting yang dibutuhkan pada misi mendatang.
"advance the technology objectives of NASA's Moon Base by demonstrating critical systems and accelerating the development of transformative capabilities needed for near-term mission success." Mengutip dari laman resmi NASA.
Terjemahannya, "mendukung tujuan teknologi Moon Base NASA melalui demonstrasi sistem-sistem penting serta mempercepat pengembangan kemampuan transformatif yang dibutuhkan demi keberhasilan misi dalam waktu dekat."
Moon Base merupakan inisiatif jangka panjang NASA yang dirancang untuk mendukung keberadaan manusia secara berkelanjutan di permukaan Bulan sekaligus memperluas aktivitas ilmiah dan komersial.
Sejalan dengan langkah tersebut, pada 30 Juni 2026 NASA juga mengumumkan penunjukan tiga perusahaan, yakni Astrobotic, Firefly Aerospace, dan Intuitive Machines, untuk menjalankan empat misi baru ke Bulan hingga akhir 2028. Dalam pengumuman terpisah itu, NASA menyebut misi-misi tersebut akan mendukung pembangunan infrastruktur eksplorasi Bulan, sekaligus membuka peluang baru bagi demonstrasi teknologi, sistem komunikasi dan navigasi, serta pengiriman berbagai muatan ilmiah ke permukaan Bulan. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Misi ke Bulan sekarang bukan lagi sekadar soal mendarat. NASA mulai menyiapkan teknologi yang bisa membantu manusia menghasilkan oksigen, membangun infrastruktur, hingga bertahan lebih lama di Bulan. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan menuju era eksplorasi antariksa yang lebih berkelanjutan.









