Film 'Foufo' Angkat Budaya Madura Dapat Star Approval dari Menteri Ekraf

Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 4 Juli 2026 | 18:49 WIB
Film 'Foufo' Angkat Budaya Madura Dapat Star Approval dari Menteri Ekraf
Film 'Foufo' Angkat Budaya Madura Dapat Star Approval dari Menteri Ekraf. [Dok. Kemenekraf/Bekraf RI]

astakom.com, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, baru aja ngasih apresiasi tinggi buat film "Foufo" garapan SKAK Studios dan SinemArt. Kemenekraf emang udah ngasih dukungan penuh sejak tahap produksi karena film ini dinilai sukses ngangkat budaya, talenta, dan potensi daerah ke level yang lebih tinggi.

"Kami mengapresiasi upaya Mas Bayu bersama SKAK Studios dan SinemArt yang menghadirkan film dengan mengangkat kearifan lokal Madura. Tahun lalu Mas Bayu datang ke Kementerian Ekraf untuk memperkenalkan Foufo. Hari ini kita melihat komitmen tersebut telah terwujud menjadi sebuah karya yang siap dinikmati masyarakat," ujar Menteri Ekraf saat menghadiri gala premiere film “Foufo” di Epicentrum XXI, Jakarta, dikutip astakom pada Sabtu (04/07/2026).

"Ini membuktikan bahwa cerita dari daerah mampu menjadi tontonan yang menarik sekaligus memiliki potensi ekonomi," imbuhnya.

Dukungan dari Kemenekraf sendiri udah mengalir sejak tahap pengembangan lewat rangkaian audiensi. Dalam prosesnya, kedua belah pihak aktif ngebahas peluang kolaborasi strategis, mulai dari penguatan Intellectual Property (IP), fasilitasi kolaborasi lintas sektor, sampai perluasan awareness biar film ini makin viral. Kerennya lagi, produksi film ini melibatkan sekitar 90 persen talenta lokal—yang mayoritas masih newbie atau pendatang baru—serta 120 animator dari Hompimpa Animworks Surabaya demi nge-godok karakter Foufo biar makin hidup.

Kolaborasi budaya dan teknologi: saatnya cerita daerah unjuk gigi!

Menteri Ekraf negasin kalau Foufo adalah bukti nyata bahwa budaya lokal bisa jadi fondasi produk ekonomi kreatif yang punya nilai tambah tinggi buat masyarakat. Keberanian tim produksi buat pakai bahasa daerah, ngasih panggung ke talenta baru, serta fokus ke pengembangan IP dinilai sebagai langkah taktis bikin ekosistem ekraf nasional makin berkembang.

"Budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dapat dihilirisasi melalui kreativitas, inovasi, dan teknologi sehingga memberikan manfaat ekonomi. Kami berharap semakin banyak sineas di berbagai daerah yang berani mengangkat kearifan lokal melalui karya-karya kreatif," kata Menteri Ekraf.

Sineas daerah punya vibe setara, siap bersaing di industri film nasional

Sutradara Foufo sekaligus Founder SKAK Studios, Bayu Skak, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas support penuh dari Kemenekraf yang udah ngebantu buka networking luas sampai fasilitasi produksi di daerah. Menurut Bayu, visi Kemenekraf buat ngebangun ekonomi kreatif dari daerah itu emang satu frekuensi banget dengan semangat yang dibawa oleh film Foufo.

“Visi Kementerian Ekraf membangun ekonomi kreatif dari daerah sangat selaras dengan apa yang kami lakukan melalui Foufo. Kami ingin membuktikan bahwa talenta di daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berkembang di industri perfilman Indonesia,” ujar Bayu. (aNs)

Gen Z Takeaway

Menteri Ekraf baru aja ngasih star approval buat film Foufo garapan SKAK Studios dan SinemArt karena dinilai gacor banget ngangkat kearifan lokal Madura! Gak main-main, film ini 90% talenta lokalnya diisi sama anak muda yang masih newbie plus dibantu 120 animator Surabaya biar karakternya makin hidup dan siap bersaing di industri perfilman nasional. Lewat kolaborasi yang satu frekuensi ini, Kemenekraf berharap sineas daerah lain juga ikutan berani bikin karya kreatif yang bernilai ekonomi tinggi biar ekosistem ekraf kita makin next level, fix no debat!

Film Foufo Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya Kementerian Ekraf Kearifan Lokal Budaya Madura

Infografis

Terkini