Fokus Kerja Sama RI-Belarus: Industri, Pertanian, dan Teknologi

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 3 Juli 2026 | 08:30 WIB
Fokus Kerja Sama RI-Belarus: Industri, Pertanian, dan Teknologi
Fokus Kerja Sama RI-Belarus: Industri, Pertanian, dan Teknologi [Tim Media Presiden]

astakom.com, Jakarta – Indonesia dan Belarus bakal mempererat hubungan bilateral. Presiden Prabowo Subianto membeberkan kalau fokus kerja sama kedua negara ke depan akan ditingkatkan pada tiga sektor utama, yakni industri, pertanian, dan teknologi.

"Ke depan, kerja sama akan difokuskan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta kerja sama teknologi," ucap Prabowo, setelah berjumpa Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (02/07/2026).

Kompas Kemitraan 5 Tahun

Usai pertemuan bilateral antara Prabowo dan Lukashenko. Kedua pemimpin tersebut resmi meluncurkan peta jalan strategis, yang menjadi komitmen bersama untuk mempererat kemitraan sepanjang tahun 2026 hingga 2030.

Menurut Prabowo, peta jalan tersebut nantinya bakal berfungsi sebagai kompas sekaligus kerangka kerja utama guna memperdalam hubungan bilateral kedua negara sepanjang 5 tahun mendatang.

"Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret," sambung Prabowo.

Modernisasi Pangan & Tani

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menjabarkan rangkaian sektor kolaborasi yang sedang dijalin oleh kedua negara, di mana penguatan di sektor ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama yang berkomitmen untuk terus ditingkatkan.

"Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern, pupuk, alat dan teknologi pertanian, serta alat berat," jelasnya.

Beralih ke sektor ekonomi, Prabowo menegaskan komitmen kedua negara untuk memperluas kemitraan strategis yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional masing-masing. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Belarus yang telah menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU-FTA)

"Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut," jelas Prabowo.

Invasi Manufaktur & Vokasi

​Di bidang industri, Prabowo menggarisbawahi potensi besar yang bisa digarap melalui penguatan investasi dan kolaborasi joint venture oleh para pelaku usaha Indonesia dan Belarus. Fokus utama dari penjajakan ini akan diarahkan pada pengembangan industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat, serta sektor agroindustri.

Tak hanya di sektor ekonomi, Indonesia dan Belarus juga berkomitmen untuk mempererat kedekatan di bidang sosial budaya serta penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program kolaborasi ke depan.

"Melalui pertukaran budaya, penguatan kemitraan antara institusi pendidikan dan pelatihan vokasi," jelasnya.

Sinergi Pertahanan & Global

Lebih lanjut, Prabowo menggarisbawahi kalau hubungan bilateral kedua negara di sektor pertahanan berada dalam kondisi yang sangat baik.

"Saya berharap kerja sama tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi manfaat nyata dalam waktu dekat bagi kedua negara," tutur Prabowo.

Penguatan hubungan bilateral ini pun semakin konkret lewat penandatanganan sederet dokumen kerja sama yang mencakup berbagai sektor strategis. Mulai dari bidang kesehatan, budaya, industri, hingga akreditasi nasional. Tak hanya itu, kesepakatan juga menyentuh sektor sains dan teknologi, pelaporan transaksi, serta jasa keuangan.

Di sela-sela momentum tersebut, Prabowo dan Lukashenko turut memanfaatkan pertemuan untuk saling bertukar pandangan mengenai dinamika isu di tingkat kawasan maupun global.

Baik Indonesia maupun Belarus menegaskan komitmen bersama untuk terus berkontribusi positif dalam menjaga perdamaian dan menciptakan stabilitas global.

"Kami akan terus mendukung upaya-upaya untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas dunia," jelasnya. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Hubungan bilateral RI-Belarus resmi level up lewat peta jalan baru sampai 2030! Kolaborasi ini bakal fokus ke modernisasi tani, industri berat, dan transfer teknologi, plus ada hilal perdagangan bebas lewat EAEU-FTA yang bikin akses pasar makin luas—intinya, ini langkah taktis buat memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional biar makin future-proof.

Indonesia-Belarus Belarus Presiden Belarus Alexander Lukashenko Prabowo Subianto Diplomasi

Infografis

Terkini